Polri dan Imigrasi Perkuat Pengawasan Buronan Internasional via I-GHAS 24/7, Terhubung ke Interpol 196 Negara

Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko (kiri) dan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. (foto: Humas Imigrasi Bengkalis)
Penulis: Indragirione
Jumat, 06 November 2026 | 08:30:00 WIB

INDRAGIRIONE.COM, JAKARTA - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) bersama Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi memperkuat pengawasan di pintu perlintasan negara melalui aplikasi Interpol Global Hit Alert System (I-GHAS 24/7). Sistem ini diluncurkan di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (5/11/2026), untuk memverifikasi individu yang terindikasi masuk daftar buronan internasional di 196 negara anggota Interpol.

Kepala Kantor Imigrasi Bengkalis Agnes Pramudya kepada media ini, Jumat (6/11/2026) pagi, menginformasikan bahwa aplikasi I-GHAS 24/7 memungkinkan petugas imigrasi melakukan verifikasi lebih cepat terhadap individu yang terindikasi masuk dalam daftar buronan internasional di 196 negara anggota Interpol.

Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko menyambut baik peluncuran sistem kolaboratif ini untuk mempercepat pertukaran informasi di wilayah perbatasan.

"Inisiasi dari Divhubinter untuk membuat I-GHAS 24/7 ini kami sambut dengan sangat baik. Bagaimana sebenarnya kolaborasi komunikasi yang telah terjalin, terutama di daerah-daerah perlintasan, akan terhubung melalui suatu sistem yang benar-benar lebih tepat, lebih cepat, lebih akurat," ujar Hendarsam.

Ia menambahkan, pengawasan perbatasan yang efektif membutuhkan dukungan teknologi akurat untuk mencegah ancaman kejahatan transnasional sejak di pintu masuk Indonesia.

"Komitmen kami bersama, bagaimana kita mempunyai doktrin yang sama, berorientasi yang sama: Imigrasi untuk rakyat, polisi untuk masyarakat," tegas Hendarsam.

Peluncuran I-GHAS 24/7 dihadiri oleh Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadivhubinter) Polri Irjen Pol Untung Widyamoko. Melalui sistem ini, petugas imigrasi di perlintasan dapat terhubung langsung dengan Divhubinter Polri untuk identifikasi dan penanganan buronan maupun pelaku kejahatan lintas negara.

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menjelaskan bahwa keberadaan teknologi ini krusial mengingat kompleksnya penanganan kejahatan transnasional, seperti tindak pidana perdagangan orang (TPPO) hingga penyelundupan narkotika.

"Ini adalah terobosan yang dilakukan secara kolaboratif antara Polri dan Imigrasi Indonesia. Tentunya ini untuk memperkuat pengawasan buronan internasional dan juga pelaku lintas negara di pintu perlintasan Indonesia," kata Suyudi.

Ke depan, platform I-GHAS 24/7 direncanakan terus dikembangkan dengan integrasi pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence) serta pemaduan data biometrik pada 2027 mendatang.

"Melalui integrasi data ini, Imigrasi dan Polri berupaya memperketat pengawasan lalu lintas orang di perbatasan tentunya tanpa mengesampingkan kelancaran pelayanan keimigrasian bagi masyarakat," tutup Hendarsam. (Rudi)

#Dirjen Imigrasi 
#Hendarsam Marantoko 
#Imigrasi untuk Rakyat
#Beranda Imigrasi
#Paspor

Reporter: Indragirione