• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Karimun
    • Karimun
  • Lifestyle
  • Fokus Inhil
  • Peristiwa
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Desa
  • More
    • Mitra TNI
    • Mitra Polri
    • Advertorial
    • Nasional
    • Dunia
    • Opini
    • Sosbud
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks

Pilihan

  • +
Kantor Imigrasi Karimun, Gelar Sosialisasi TPPO Ke Masyarakat Desa Pangke.
Dibaca : 197 Kali
Imigrasi Karimun Gelar Sosialisasi Pencegahan TPPO Ke Masyarakat Desa Pangke.
Dibaca : 209 Kali
Antisipasi Kerawanan Kamtibmas Samapta Polres Karimun Gelar Patroli Perintis Presisi
Dibaca : 164 Kali
DLH Karimun Gelar Sosialisasi Pembayaran Retribusi Jasa Layanan Kebersihan Non Tunai.
Dibaca : 221 Kali
Bupati Iskandarsyah Sebut Inflasi Karimun Terentah Di Kepri
Dibaca : 335 Kali

  • Home
  • Riau
  • Inhil

Timsesnya Kena OTT, Ketua DPD Gerindra Ngaku Beri 80 Amplop, Anggap Penangkapan Janggal

Indragirione

Selasa, 16 April 2019 13:33:00 WIB
Cetak

Foto : 
Indragirione.com – Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, M Taufik menilai, penangkapan koordinator saksi tingkat RW yang menjadi bagian dari tim suksesnya atas dugaan politik uang penuh kejanggalan.


Taufik menyebut, salah satu kejanggalannya adalah bahwa penangkapan tersebut dilakukan oleh pihak kepolisian setempat, bukan oleh Bawaslu Jakut.

Saat penangkapan itu terjadi, Taufik mengaku dirinya sedang fokus berkoordinasi dengan koordinator saksi lain sehingga tidak begitu diperhatikannya.


“Tiba-tiba dibisikin saya, ada anak buah yang dibawa polisi, jadi bukan Bawaslu yang bawa, polisi yang bawa,” tutur Taufik di Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2019).

Saat itu, sambungnya, dirinya tetap melanjutkan kegiatan tersebut tanpa menghiraukan penangkapan terhadap salah satu anak buahnya itu.

“Kemudian saya tetap melanjutkan karena waktunya nggak ada lagi, saya melanjutkan penjelasan-penjelasan kepada para koordinator saksi tingkat RW itu,” katanya.


Kendati demikian, anak buah Prabowo Subianto itu mengakui bahwa 80 amplop berisi Rp500 ribu yang diamankan polisi dalam OTT itu memang pemberiannya.



Akan tetapi, tegas Taufik, ia menganggap hal itu bukanlah pelanggaran bila merujuk pada undang-undang yang berlaku.

“Kedua saya sampaikan, saat itu juga selesai saya memberikan penjelasan, saya telepon Bawaslu tingkat Jakarta Utara.”



“Jawabannya, ‘nggak apa-apa Bang itu namanya ongkos politik, nggak dilarang oleh undang-undang’,” kata Taufik mengutip penjelasan pihak Bawaslu Jakut.

Dengan dasar inilah menurut dia, tidak sepatutnya koordinator saksi pencalegannya ditangkap.

“Jadi kalau tiba-tiba seperti ini, saya kira mestinya semua yang kasih uang kepada saksi ditangkap aja semua gitu. Ini kan undang-undang yang membolehkan,” kata Taufik.



Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Charles Lubis yang diduga melakukan politik uang.

Charles ditangkap di depan rumah Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta yang juga politikus Partai Gerindra, Muhammad Taufik.

Ketua Bawaslu Jakarta Utara, Mochammad Dimyati‎ mengatakan, dalam OTT Chares Lubis itu juga diamankan amplop.


Namun belum bisa dipastikan apakah amplop tersebut untuk dibagi-bagikan ke warga atau bukan.

Menurutnya, Charles sementara menjalani proses pemeriksaan untuk membuktikan apa benar terjadi money politics atau tidak.

“Ada satu orang yang ditangkap, warga biasa. Artinya kelanjutannya saya belum tahu karena masih diproses dan saya enggak berani ganggu,” ujar Mochammad Dimyati, dikutip Pojoksatu.id dari Jawapos.com, Selasa (16/4).

Dimyati membenarkan, Charles Lubis diamankan oleh petugas Bawaslu saat berada di depan rumah salah satu pimpinan DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik.

“Ketangkapnya 17.30 WIB di wilayah Warakas, Jakarta Utara, di depan rumah Pak Taufik,” katanya.

Saat ini Bawaslu Jakarta Pusat sudah mengamankan barang bukti berupa amplop. Namun dia belum memastikan apakah amplop tersebut diperuntukkan bagi warga atau bukan.


Sebab Charles masih diperiksa oleh petugas Bawaslu Jakarta Pusat.

Selain itu, Bawaslu juga belum bisa memastikan apakah Muhammad Taufik terlibat dalam dugaan politik uang tersebut.

Semuanya masih membutuhkan informasi yang lebih dalam terhadap keterangan Charles Lubis.


“Belum tahu ada indikasi keterlibatan M Taufik. Informasinya Pak Taufik enggak ada di situ. Jadi memang posisinya saya masih nunggu tim Gakkumdu (mengenai hasil pemeriksaan, Red),” pungkasnya.

(sumber : pojoksatu)




Berita Lainnya

  • +

Dukun Ngaku Bisa Gandakan Uang, Pemilik Kosan Ketipu 300 Juta

Samino Resmi Pimpin IKJR Inhil Priode 2019 - 2024

Gubernur Syamsuar Puji Sistem Pengolahan Madu yang Profesional di Desa Sungai Kering Kuansing

PT Prudential Life Assurance Kembali Membayarkan Claim sakit kritis

Kamsol Ajak Masyarakat untuk Konsisten Memakmurkan Surau

Abdul Wahid Ajak Warga Pengalihan Keritang Dukung Calon Bupati No. 2 Ferry-Dani

Momen Idul Adha 1446 H, Wako Ajak Masyarakat Ikut Bersihkan Lingkungan

Bupati Inhil Apresiasi Komunitas Emak - Emak Sehat

3 ribu Nasi Gegog Warnai Penutupan TMMD Trenggalek

Pererat Tali Silahturrahmi, Koramil 02/Tanah Merah Gelar Halal Bihalal

Peringati Hari Buruh, PLN Nusantara Power UP Tenayan Perkuat Ekonomi Masyarakat Okura Melalui Program Pemberdayaan Budidaya Ikan Sistem Bioflok dan Pengembangan Cacing Tanah

Senam Bersama PCMNU Inhil Dalam Rangka Harla Muslimat NU Ke-73 2019 M/1441 H







Tulis Komentar



Terkini

  • +Indeks
Gagal Tunjukkan Dokumen, PT Agrinas Tuding Kades Lubuk Besar Bela Cukong: Itu Pengalihan Isu!
19 Mei 2026
Polsek Tembilahan Hulu Update Pertumbuhan Jagung Dukung Program Asta Cita Ketahanan Pangan
19 Mei 2026
Prapid Parlindungan Hutabarat Ditolak, Hakim Nyatakan Penetapan Tersangka Sesuai Prosedur
19 Mei 2026
Danramil Plandaan Dampingi Kapolres Jombang Panen Raya Jagung di Desa Plandaan
19 Mei 2026
Sertu Choiri Syaifudin Lakukan Komsos dengan Petani Kangkung
19 Mei 2026
Babinsa Koramil Megaluh Selesaikan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni
19 Mei 2026
Serda Sumanto Komsos dengan Perangkat Desa Alang-Alang Caruban
19 Mei 2026
Wujud Kemanunggalan TNI-Rakyat, Serka Soli Gelar Karya Bakti Pasang Paving Block
19 Mei 2026
Serka Khoirul Anam Dampingi Pemakaman Warga Desa Sentul
19 Mei 2026
Babinsa Koramil Kabuh Komsos dengan Perangkat Desa Kedungjati
19 Mei 2026

Trending

  • +Indeks
Modal Nekat Kangkangi Berita Acara DPRD, PT Agrinas & KSO Terobos Kebun Masyarakat Berujung Diusir Massa!
Dibaca : 240 Kali
GEMARI Desak Agrinas Evaluasi Pemenang KSO di Kebun sawit Putat Diduga Picu Kegaduhan di Tengah Masyarakat Desa Putat
Dibaca : 534 Kali
Dinas Pertanian Inhil Imbau Petani Tidak Mudah Terpengaruh Isu Saat Harga Kelapa Turun
Dibaca : 417 Kali
Permohonan Ditolak, Gugatan Praperadilan Warga Selatpanjang Kandas
Dibaca : 263 Kali
Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Gelombang 3 di Batang Tuaka Capai 20 Persen
Dibaca : 446 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
IndragiriOne.com ©2019 | All Rights Reserved By Delapan Media