• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Karimun
    • Karimun
  • Lifestyle
  • Fokus Inhil
  • Peristiwa
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Desa
  • More
    • Mitra TNI
    • Mitra Polri
    • Advertorial
    • Nasional
    • Dunia
    • Opini
    • Sosbud
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks

Pilihan

  • +
Kantor Imigrasi Karimun, Gelar Sosialisasi TPPO Ke Masyarakat Desa Pangke.
Dibaca : 198 Kali
Imigrasi Karimun Gelar Sosialisasi Pencegahan TPPO Ke Masyarakat Desa Pangke.
Dibaca : 210 Kali
Antisipasi Kerawanan Kamtibmas Samapta Polres Karimun Gelar Patroli Perintis Presisi
Dibaca : 164 Kali
DLH Karimun Gelar Sosialisasi Pembayaran Retribusi Jasa Layanan Kebersihan Non Tunai.
Dibaca : 221 Kali
Bupati Iskandarsyah Sebut Inflasi Karimun Terentah Di Kepri
Dibaca : 335 Kali

  • Home
  • Riau
  • Inhil

Burhanuddin, S.Pi : Strategi Meningkatkan Kesejahteraan Petani Kelapa Indragiri Hilir

Indragirione

Selasa, 10 Desember 2019 08:33:00 WIB
Cetak

Burhanuddin Ketua Perpekindo Wilayah Inhil
Indragirione.com, - Perkebunan kelapa di Indragiri Hilir berdasarkan data seluar 464.271 hektar, dari luas tersebut terdapat 100.254 hektar berupa kebun kelapa tua, rusak dan mati. Sebanyak 80% penduduk Indragiri Hilir menggantungkan hidupnya dari perkebunan kelapa. Petani kelapa rakyat yang mengelola perkebunan kelapa secara swadaya selama ini dihadapkan berbagai permasalahan dimula dari pembukaan lahan perkebunan hingga pada peliknya persoalan harga komoditas dan pemasaran hasil perkebunan.

 Permasalahan yang dihadapi petani kelapa Indragiri Hilir selama ini antara lain:

1. Harga dan Panjangnya Mata Rantai Pemasaran; Harga komoditas kelapa yang selama ini masih tergantung pada harga CNO (Crude Cococnut Oil) di pasaran virtual Rotterdam Belanda. Hampir semua industry kelapa dalam dan luar negeri menggunakan patokan harga CNO  Rotterdam sebagai patokan harga pembelian bahan baku industri, kecuali untuk bahan baku industry turunan kelapa organic. Petani kelapa merupakan mata rantai ke-3 dalam pemasaran hasil perkebunan. Petani seharusnya dapat menjadi SUPLAYER bagi industry kelapa yang ada.


2. Rendahnya Mutu Kelapa; Buah kelapa yang dipanen oleh petani dengan kualitas yang masih rendah. Masih didapatkan kelapa yang dijual petani berupa kelapa bulat yang tumbuh, muda dan basah. Hal ini disebabkan karena sebagian besar area perkebunan kelapa merupakan dataran rendah dan lahan basah (Wetland), kurangnya sosialisasi terhadap petani tentang kualitas kelapa yg baik dan penanganan paskapanen yang baik.


3. Petani Terlilit Hutang Pada TOKE; Adanya ikatan petani kelapa dan pedagang pengumpul tingkat pertama TOKE. Toke memberikan modal kerja kepada petani dan dibayar dengan hasil perkebunan pada saat panen. Hutang ini biasanya lunas pada saat harga kelapa lebih tinggi dari biaya produksi dan keuntungan petani.


4. Kebun Kelapa Tidak Menghasilkan dan Alih Fungsi Lahan; Perkebunan kelapa rakyat banyak yang rusak karena serangan hama dan penyakit, terendam air baik air tawar maupun air laut dan merupakan kelapa yang sudah tua. Rerata berumur 65 tahun.


Hal ini menyebabkan rendahnya produktivitas kelapa rakyat. Alih fungsi lahan menjadi perkebunan SAWIT, oleh corporasi atau secara swadaya oleh pemilik kebun.


5. Berkurangnya Generasi Muda Petani; Rendahnya minat generasi muda untuk berkebun menyebabkan pemeliharaan lahan perkebunan kelapa diserahkan sepenuhnya kepada PEKERJA KELAPA.  Hal ini disebabkan tidak adanya kepastian pasar komoditas perkebunan kelapa dan fluktuasi harga yang naik turun secara ekstrim.


6. Kelembagaan Petani Kelapa Yang Kuat Belum adanya kelembagaan petani yang kokoh dan kuat serta saling bersinergi dengan Pemerintah dan Industri. Kelembagaan dapat berupa Asosiasi Petani dari tingkat desa hingga kabupaten atau berupa Badan Usaha Milik Rakyat dan KOPERASI.
7. Industri Kelapa terpadu yang Kuat; Industri kelapa yang ada belum mampu menyerap keseluruhan buah kelapa yang ada dari petani.


Apa yang di inginkan PETANI?
Petani kelapa yang ada di Indragiri Hilir saat ini merupakan petani kelapa generasi ketiga dari Pendahulu yang membuka perkebunan kelapa secara swadaya. Dari pembukaan dan penentuan lahan perkebunan, Pemilihan bibit kelapa, Perawatan kebun, Panen dan Pengolahan pasca panen serta pemasaran hasil perkebunan selama tiga generasi dlakukan secara swadaya oleh petani. Oleh karena itu kami sebagai petani kelapa generasi ketiga mengharapkan beberapa hal sebagai berikut:


1. Sertifikasi lahan Perkebunan Kelapa Milik Petani Rakyat; Pengakuan secara hukum formal oleh negara atas lahan perkebunan kelapa yang dimiliki oleh petani kelapa rakyat sangat diperlukan, mengingat bahwa pada saat pembukaan lahan perkebunan kelapa oleh Pendahulu kami hanya bermodalkan IZIN TEBANG DARI KECAMATAN SETEMPAT, sehingga lahan perkebunan kelapa rakyat saat ini ada yang masih dalan status Kawasan Hutan dan dalam Status Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan Sawit.


2. Standarisasi Harga Kelapa Nasional; Tahun 2017 berbagai stakeholder kelapa bertemu secara nasional untuk membahas harga kelapa secara nasional. Telah disepakati harga kelapa saat itu sebesar Rp. 2610 per kg berdasarkan harga CNO Rotterdam dan biaya produksi petani. Harga tersebut belum termasuk nilai keuntungan oleh petani. Standarisasi harga ini tdak dapat di berlakukan karena belum adanya REGULASI KELAPA SECARA NASIONAL.


3. Pengembangan Hilirisasi Kelapa Terpadu Berbasis KORPORASI PETANI; Petani kelapa rakyat sudah saatnya diarahkan pada usaha-usaha sector hulu seperti meremajakan kelapa dengan varietas unggul local, varietas hybrida, varietas kopyor dan kelapa pandan wangi atau kelapa hijau, optimalisasi lahan perkebunan dengan tanaman yang sesuai dengan kondisi lahan dan keinginan pasar internasional. Adanya badan usaha yang dikelola oleh pemerintah setempat, seperti FAMA (Federal Agricultur Marketing Authority) Malaysia atau Badan Usaha Milk Rakyat (BUMR) dalam bentuk Koperasi atau UD yang membeli kelapa bulat petani pada tiap kecamatan untuk dikelola menjadi KOPRA serta produk turunan lainnya  atau dijual langsung ke industry dan pasar yang ada. Petani kelapa rakyat hanya focus pada pengelolaah kebun kelapa dan tidak dilbatkan pada industry dan pemasaran.


Konsep terakhir di atas diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru bagi generasi muda setempat pada beberapa kecamatan kluster kelapa yang menjadi Sentra Industri Kecil Menengah (SIKIM) kelapa yang di bentuk oleh KORPORASI PETANI. Kecamatan Kluster Kelapa yang mempunyai Sentra Industri Kecil Menengah akan menopang satu  Kawasan Industri Kelapa yang berada di kabupaten. Kawasan Industri Kelapa ini hendaknya berada pada areal yang mempunyai infrastruktur memadai, berupa jalan darat, pelabuhan Kontainer atau Pelabuhan Ekspor. Adanya SIKIM dan Kawasan Industri Kelapa ini diharapkan dapat mengurai permasalah kelapa di daerah ini.







Berita Lainnya

  • +

Riau Creative Hub Akan Diresmikan Awal Mei 2024

13.079 Pelari Bersiap untuk Riau Bhayangkara Run 2025, Terbesar se-Sumatera

Bripda Muhammad Duski, Personel Brimob Riau Segudang Prestasi, Dansatbrimob: Dia Membanggakan.

Lepas Handuk di Depan Ojol, Siska Dihujat Habis-habisan

Wagub Riau Ciduk 30 ASN Sedang Enak Nongkrong di Kedai Usai Apel

Dandim 0812/Lamongan Sambang Ke Rumah Prajurit

TLCI Chapter 2 Riau Peduli, Serahkan Bantuan Langsung ke Korban Gempa Pasaman

Kebakaran Di Jl. M Boya, Ternyata Rumah Suherman

Polda Riau Kirim Dua SSK Brimob ke Jakarta Amankan Penetapan Hasil Pemilu 2019

Puskesmas Tembilahan Hulu Demo Launching Menu Kreasi Bergizi

Diskominfotiks Rohil Gelar Bimtek Uji Kompetensi Berbasis SKKN Bidang Digital dan TIK

Pacu Jalur Tingkatkan Ekonomi Masyarakat







Tulis Komentar



Terkini

  • +Indeks
Sidang Narkotika, Sindi dan Mantan Polisi Divonis Berbeda
19 Mei 2026
Gagal Tunjukkan Dokumen, PT Agrinas Tuding Kades Lubuk Besar Bela Cukong: Itu Pengalihan Isu!
19 Mei 2026
Polsek Tembilahan Hulu Update Pertumbuhan Jagung Dukung Program Asta Cita Ketahanan Pangan
19 Mei 2026
Prapid Parlindungan Hutabarat Ditolak, Hakim Nyatakan Penetapan Tersangka Sesuai Prosedur
19 Mei 2026
Danramil Plandaan Dampingi Kapolres Jombang Panen Raya Jagung di Desa Plandaan
19 Mei 2026
Sertu Choiri Syaifudin Lakukan Komsos dengan Petani Kangkung
19 Mei 2026
Babinsa Koramil Megaluh Selesaikan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni
19 Mei 2026
Serda Sumanto Komsos dengan Perangkat Desa Alang-Alang Caruban
19 Mei 2026
Wujud Kemanunggalan TNI-Rakyat, Serka Soli Gelar Karya Bakti Pasang Paving Block
19 Mei 2026
Serka Khoirul Anam Dampingi Pemakaman Warga Desa Sentul
19 Mei 2026

Trending

  • +Indeks
Modal Nekat Kangkangi Berita Acara DPRD, PT Agrinas & KSO Terobos Kebun Masyarakat Berujung Diusir Massa!
Dibaca : 241 Kali
GEMARI Desak Agrinas Evaluasi Pemenang KSO di Kebun sawit Putat Diduga Picu Kegaduhan di Tengah Masyarakat Desa Putat
Dibaca : 535 Kali
Dinas Pertanian Inhil Imbau Petani Tidak Mudah Terpengaruh Isu Saat Harga Kelapa Turun
Dibaca : 417 Kali
Permohonan Ditolak, Gugatan Praperadilan Warga Selatpanjang Kandas
Dibaca : 265 Kali
Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Gelombang 3 di Batang Tuaka Capai 20 Persen
Dibaca : 446 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
IndragiriOne.com ©2019 | All Rights Reserved By Delapan Media