• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Karimun
    • Karimun
  • Lifestyle
  • Fokus Inhil
  • Peristiwa
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Desa
  • More
    • Mitra TNI
    • Mitra Polri
    • Advertorial
    • Nasional
    • Dunia
    • Opini
    • Sosbud
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks

Pilihan

  • +
Popda X Kepri Di Karimun Resmi Dibuka, Gubenur Ansar Sebut, Jadi Ajang Cetak Atlet Pelajar Berprestasi.
Dibaca : 180 Kali
Polres Karimun Ungkap Tiga Kasus Pencurian, Serta Amankan Dua Tersangka Kasus Narkotika Jenis Sabu.
Dibaca : 163 Kali
Upacara Peringatan HARGANAS Ke 33, Kajari Karimun Usung Tema", Ayah Wajib Hadir ".
Dibaca : 194 Kali
Sambut Aspirasi" Suara Anak" Bupati Iskandarsyah Kukuhkan Kepengurusan Forum Anak 2025 - 2027.
Dibaca : 324 Kali
HUT Bhayangkara Ke 80, Polres Karimun Gelar Upacara Tabur Bunga Kelaut.
Dibaca : 263 Kali

  • Home
  • Riau
  • Inhil

Burhanuddin, S.Pi : Strategi Meningkatkan Kesejahteraan Petani Kelapa Indragiri Hilir

Indragirione

Selasa, 10 Desember 2019 08:33:00 WIB
Cetak

Burhanuddin Ketua Perpekindo Wilayah Inhil
Indragirione.com, - Perkebunan kelapa di Indragiri Hilir berdasarkan data seluar 464.271 hektar, dari luas tersebut terdapat 100.254 hektar berupa kebun kelapa tua, rusak dan mati. Sebanyak 80% penduduk Indragiri Hilir menggantungkan hidupnya dari perkebunan kelapa. Petani kelapa rakyat yang mengelola perkebunan kelapa secara swadaya selama ini dihadapkan berbagai permasalahan dimula dari pembukaan lahan perkebunan hingga pada peliknya persoalan harga komoditas dan pemasaran hasil perkebunan.

 Permasalahan yang dihadapi petani kelapa Indragiri Hilir selama ini antara lain:

1. Harga dan Panjangnya Mata Rantai Pemasaran; Harga komoditas kelapa yang selama ini masih tergantung pada harga CNO (Crude Cococnut Oil) di pasaran virtual Rotterdam Belanda. Hampir semua industry kelapa dalam dan luar negeri menggunakan patokan harga CNO  Rotterdam sebagai patokan harga pembelian bahan baku industri, kecuali untuk bahan baku industry turunan kelapa organic. Petani kelapa merupakan mata rantai ke-3 dalam pemasaran hasil perkebunan. Petani seharusnya dapat menjadi SUPLAYER bagi industry kelapa yang ada.


2. Rendahnya Mutu Kelapa; Buah kelapa yang dipanen oleh petani dengan kualitas yang masih rendah. Masih didapatkan kelapa yang dijual petani berupa kelapa bulat yang tumbuh, muda dan basah. Hal ini disebabkan karena sebagian besar area perkebunan kelapa merupakan dataran rendah dan lahan basah (Wetland), kurangnya sosialisasi terhadap petani tentang kualitas kelapa yg baik dan penanganan paskapanen yang baik.


3. Petani Terlilit Hutang Pada TOKE; Adanya ikatan petani kelapa dan pedagang pengumpul tingkat pertama TOKE. Toke memberikan modal kerja kepada petani dan dibayar dengan hasil perkebunan pada saat panen. Hutang ini biasanya lunas pada saat harga kelapa lebih tinggi dari biaya produksi dan keuntungan petani.


4. Kebun Kelapa Tidak Menghasilkan dan Alih Fungsi Lahan; Perkebunan kelapa rakyat banyak yang rusak karena serangan hama dan penyakit, terendam air baik air tawar maupun air laut dan merupakan kelapa yang sudah tua. Rerata berumur 65 tahun.


Hal ini menyebabkan rendahnya produktivitas kelapa rakyat. Alih fungsi lahan menjadi perkebunan SAWIT, oleh corporasi atau secara swadaya oleh pemilik kebun.


5. Berkurangnya Generasi Muda Petani; Rendahnya minat generasi muda untuk berkebun menyebabkan pemeliharaan lahan perkebunan kelapa diserahkan sepenuhnya kepada PEKERJA KELAPA.  Hal ini disebabkan tidak adanya kepastian pasar komoditas perkebunan kelapa dan fluktuasi harga yang naik turun secara ekstrim.


6. Kelembagaan Petani Kelapa Yang Kuat Belum adanya kelembagaan petani yang kokoh dan kuat serta saling bersinergi dengan Pemerintah dan Industri. Kelembagaan dapat berupa Asosiasi Petani dari tingkat desa hingga kabupaten atau berupa Badan Usaha Milik Rakyat dan KOPERASI.
7. Industri Kelapa terpadu yang Kuat; Industri kelapa yang ada belum mampu menyerap keseluruhan buah kelapa yang ada dari petani.


Apa yang di inginkan PETANI?
Petani kelapa yang ada di Indragiri Hilir saat ini merupakan petani kelapa generasi ketiga dari Pendahulu yang membuka perkebunan kelapa secara swadaya. Dari pembukaan dan penentuan lahan perkebunan, Pemilihan bibit kelapa, Perawatan kebun, Panen dan Pengolahan pasca panen serta pemasaran hasil perkebunan selama tiga generasi dlakukan secara swadaya oleh petani. Oleh karena itu kami sebagai petani kelapa generasi ketiga mengharapkan beberapa hal sebagai berikut:


1. Sertifikasi lahan Perkebunan Kelapa Milik Petani Rakyat; Pengakuan secara hukum formal oleh negara atas lahan perkebunan kelapa yang dimiliki oleh petani kelapa rakyat sangat diperlukan, mengingat bahwa pada saat pembukaan lahan perkebunan kelapa oleh Pendahulu kami hanya bermodalkan IZIN TEBANG DARI KECAMATAN SETEMPAT, sehingga lahan perkebunan kelapa rakyat saat ini ada yang masih dalan status Kawasan Hutan dan dalam Status Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan Sawit.


2. Standarisasi Harga Kelapa Nasional; Tahun 2017 berbagai stakeholder kelapa bertemu secara nasional untuk membahas harga kelapa secara nasional. Telah disepakati harga kelapa saat itu sebesar Rp. 2610 per kg berdasarkan harga CNO Rotterdam dan biaya produksi petani. Harga tersebut belum termasuk nilai keuntungan oleh petani. Standarisasi harga ini tdak dapat di berlakukan karena belum adanya REGULASI KELAPA SECARA NASIONAL.


3. Pengembangan Hilirisasi Kelapa Terpadu Berbasis KORPORASI PETANI; Petani kelapa rakyat sudah saatnya diarahkan pada usaha-usaha sector hulu seperti meremajakan kelapa dengan varietas unggul local, varietas hybrida, varietas kopyor dan kelapa pandan wangi atau kelapa hijau, optimalisasi lahan perkebunan dengan tanaman yang sesuai dengan kondisi lahan dan keinginan pasar internasional. Adanya badan usaha yang dikelola oleh pemerintah setempat, seperti FAMA (Federal Agricultur Marketing Authority) Malaysia atau Badan Usaha Milk Rakyat (BUMR) dalam bentuk Koperasi atau UD yang membeli kelapa bulat petani pada tiap kecamatan untuk dikelola menjadi KOPRA serta produk turunan lainnya  atau dijual langsung ke industry dan pasar yang ada. Petani kelapa rakyat hanya focus pada pengelolaah kebun kelapa dan tidak dilbatkan pada industry dan pemasaran.


Konsep terakhir di atas diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru bagi generasi muda setempat pada beberapa kecamatan kluster kelapa yang menjadi Sentra Industri Kecil Menengah (SIKIM) kelapa yang di bentuk oleh KORPORASI PETANI. Kecamatan Kluster Kelapa yang mempunyai Sentra Industri Kecil Menengah akan menopang satu  Kawasan Industri Kelapa yang berada di kabupaten. Kawasan Industri Kelapa ini hendaknya berada pada areal yang mempunyai infrastruktur memadai, berupa jalan darat, pelabuhan Kontainer atau Pelabuhan Ekspor. Adanya SIKIM dan Kawasan Industri Kelapa ini diharapkan dapat mengurai permasalah kelapa di daerah ini.







Berita Lainnya

  • +

KPU : PKB Partai Pertama Menyerahkan LPSDK dan Dinyatakan Lengkap

Edarkan Sabu, Warga Tembilahan Dikrengkeng ke Jeruji Besi

Personil Gabungan Polres Kuansing, Satpol PP dan TNI Lakukan Pengamanan Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa Kuantan Singingi

Personil Ops Pemburu Teking Covid-19 Polres Kuansing Tetap Semangat Dalam Melaksanakan Tugasnya

LDK Al-Muqtadir Unisi Taja Open Rekruitment dan Training Leadership

10 Foto HOT Beby Shu, Meradang Disebut Artis Prostitusi

PKB Riau Gelar Rakor Persiapan Pemilu 2024 dan TOT Lembaga Saksi Pemenangan Se-Provinsi Riau

Nekat, Bebas Baru Beberapa Bulan, 2 Bandar Narkoba Ini Kembali Jualan

Polres Inhu Pantau Jagung 4 Hektare di Pontian Mekar dan P2B di Sungai Baung

Pembangunan Masjid di Lokasi TMMD Trenggalek, Capai Tahap 100%

Pj Sekda Kampar: Isi Kemerdekaan dengan Membangun Negeri

Ikuti Rakor TORA Bersama Gubernur Riau, Pemkab Kampar Siap Percepat Proses Legalitas Kebun Masyarakat







Tulis Komentar



Terkini

  • +Indeks
Bhabinkamtibmas Desa Bakau Aceh Koordinasi Pendataan Lahan Jagung untuk Dukung Swasembada Pangan
03 Juli 2026
Bea Cukai Bengkalis Tindak 652 Unit iPhone dari Kapal Cepat MV Oceanna 5
03 Juli 2026
Sertu Suyanto Dampingi Musdes Pembentukan Tim Penyusunan RKPDesa
03 Juli 2026
Melalui Komsos, Serda Budiono Pantau Kondisi Masyarakat
03 Juli 2026
Sertu Hery Sutikno Bantu Petani Desa Bedahlawak Jemur Padi
03 Juli 2026
Koramil Kabuh Perkuat Sinergitas dengan Forkopimcam
03 Juli 2026
Serma Adwin Gencarkan Komsos di Kelurahan Kaliwungu
03 Juli 2026
47 Personel dan 1 PNS Polri Polres Indragiri Hilir Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Amanah untuk Tingkatkan Pengabdian
03 Juli 2026
Polsek Lirik Tanam Jagung Pipil Kuartal II di Desa Sungai Sagu Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional
03 Juli 2026
Polsek Lirik Tanam Jagung Pipil Kuartal II di Pasir Ringgit, Dukung Ketahanan Pangan 2026
03 Juli 2026

Trending

  • +Indeks
Ditjen Imigrasi Gandeng KPK untuk Benahi Instansi
Dibaca : 420 Kali
Satres Narkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran Narkotika, Sita 5.707 Butir Ekstasi dan Sabu
Dibaca : 302 Kali
Bhabinkamtibmas Desa Belaras Koordinasi Pendataan Lahan Jagung Dukung Swasembada Pangan
Dibaca : 204 Kali
Polsek Kateman Polres Inhil Resmikan Hasil Bedah Rumah, Wujud Kepedulian Polri pada Hari Bhayangkara ke-80
Dibaca : 225 Kali
Serda Lalu Dampingi Petani Tanam Tembakau
Dibaca : 201 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
IndragiriOne.com ©2019 | All Rights Reserved By Delapan Media