• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Karimun
    • Karimun
  • Lifestyle
  • Fokus Inhil
  • Peristiwa
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Desa
  • More
    • Mitra TNI
    • Mitra Polri
    • Advertorial
    • Nasional
    • Dunia
    • Opini
    • Sosbud
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks

Pilihan

  • +
Popda X Kepri Di Karimun Resmi Dibuka, Gubenur Ansar Sebut, Jadi Ajang Cetak Atlet Pelajar Berprestasi.
Dibaca : 176 Kali
Polres Karimun Ungkap Tiga Kasus Pencurian, Serta Amankan Dua Tersangka Kasus Narkotika Jenis Sabu.
Dibaca : 163 Kali
Upacara Peringatan HARGANAS Ke 33, Kajari Karimun Usung Tema", Ayah Wajib Hadir ".
Dibaca : 194 Kali
Sambut Aspirasi" Suara Anak" Bupati Iskandarsyah Kukuhkan Kepengurusan Forum Anak 2025 - 2027.
Dibaca : 324 Kali
HUT Bhayangkara Ke 80, Polres Karimun Gelar Upacara Tabur Bunga Kelaut.
Dibaca : 263 Kali

  • Home
  • Nasional

Kontroversi Keris Pangeran Diponegoro Kiai Naga Siluman

Indragirione

Kamis, 12 Maret 2020 11:48:39 WIB
Cetak

Indragirione.com, – Keris Pangeran Diponegoro, Kiai Naga Siluman yang dikembalikan Raja Belanda ke Indonesia menuai kontroversi.

 

Ada yang menyambut baik pengembalian keris tersebut. Namun tak sedikit pula yang meragukan keaslian benda pusaka tersebut.

Salah satu yang meragukan keaslian keris Naga Siluman yakni keturunan
ke-7 Pangeran Diponegoro, Roni Sodewo.

Ia menduga keris yang telah diserahkan kepada Presiden Jokowi di Istana Bogor itu bukan keris Naga Siluman, melainkan keris Nagasasra.

“Kalau melihat fisiknya itu dhapur keris nagasasra,” kata Roni Sodewo.

Sedangkan sejarawan UGM, Sri Margana meyakini keris itu merupakan keris Kiai Naga Siluman.

Sri Margana merupakan salah satu tim ahli yang terlibat dalam proses verifikasi keris Pangeran Diponegoro di Belanda sebelum dikembalikan ke Indonesia.

“Dari ukiran Naga Siluman Jawa ini saya berkeyakinan bahwa keris ini adalah keris Pangeran Diponegoro yang dinamai Naga Siluman itu,” kata Sri argana, dikutip indragirione.com dari Pojoksatu.id /ugm.ac.id, Rabu (11/3).

Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti mengembalikan keris Pangeran Diponegoro tersebut kepada Presiden Jokowi.

Raja Belanda meminta maaf atas penjajahan yang dilakukan selama bertahun-tahun dan menyebabkan banyak korban jiwa.

“Saya ingin menyampaikan penyesalan saya dan permohonan maaf untuk kekerasan yang berlebihan dari pihak Belanda,” ujar Raja Willem di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/3/2020).

Sejak 1831, pusaka tradisional Jawa tersebut sudah berada di tangan pemerintah Belanda.

Pada Selasa (10/3) lalu, keris itu dipamerkan di Istana Bogor, Jawa Barat.

Keris yang dinamai Kiai Naga Siluman tersebut dikabarkan sempat hilang. Sampai akhirnya ditemukan di Museum Volkenkunde, Leiden, Belanda.

Setelah melalui penelitian panjang dan oleh ahli dari kedua negara, dipastikan bahwa keris itu benar milik Pangeran Diponegoro.

Pusaka tersebut diperoleh Pemerintah Belanda saat penangkapan Pangeran Diponegoro antara 1825-1830. Kolonel Jan-Baptist Cleerens memberikan keris itu sebagai hadiah kepada Raja Willem I pada tahun 1831.

Keris itu dibawa bersama rombongan Raja Willem Alexander dan Ratu Máxima yang melakukan kunjungan resmi ke Istana Bogor.

“Momentum kunjungan ini, menjadi kesempatan Pemerintah Belanda mengembalikan benda pusaka tersebut kepada Indonesia. Ini merupakan kesempatan yang baik untuk bekerja bersama dan menjalin hubungan masa depan antara Indonesia dan Belanda,” kata Raja Willem.

Keris berwarna hitam dengan ukiran berlapis emas itu sempat dikabarkan hilang.

“Saya turut bahagia. Setelah melalui penelitian mendalam dan diperkuat ahli Belanda dan Indonesia, keris inilah yang selama ini dicari-cari. Sekarang keris ini sudah kembali ke negeri asalnya Indonesia,” jelasnya.

Keris Naga Siluman Disimpan di Belana Selama 189 Tahun

 

Keris Kiai Naga Siluman itu berada di Belanda selama 189 tahun. Raja Willem mengatakan setelah diumumkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, terjadi sebuah perpisahan yang menyakitkan.

Selain itu, banyak korban jiwa. Karena itulah, Pemerintah Belanda merasa perlu menyampaikan permohonan maaf.

“Saya melakukan ini dengan kesadaran penuh bahwa rasa sakit dan kesedihan keluarga-keluarga yang terdampak masih dirasakan sampai saat ini,” imbuhnya.

Menurutnya, banyak orang di Belanda memiliki ikatan yang kuat dengan Indonesia. Dalam kunjungannya selama empat hari, Raja dan Ratu Belanda mengaku sangat ingin menikmati suasana di Indonesia.

“Kunjungan kami mempunyai program yang menarik dan berorientasi ke masa depan. Masa lalu tidak bisa dihapus. Tetapi, perlu diakui setiap generasi pada waktunya,” ucapnya.

Presiden Jokowi Gembira

 

Presiden Joko Widodo menyambut gembira dikembalikannya keris milik Pangeran Diponegoro ke Indonesia. Menurut Kepala Negara, keris milik Pangeran Diponegoro itu sudah lama dicari.

“Pemerintah Indonesia senang dan menyambut baik kembalinya keris ini. Semoga ke depan, Indonesia dan Belanda bisa menjalin kerjasama lebih baik,” kata Jokowi.

Usai memberikan pernyataan bersama, Jokowi dan Raja Willem melihat keris yang disimpan dalam kotak kaca tersebut. Keduanya berfoto bersama dengan latar keris Pangeran Diponegoro.

Keris tersebut resmi diterima pemerintah Indonesia. Selanjutnya akan disimpan di museum. Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi menyebut pemulangan keris milik Pangeran Diponegoro memerlukan proses yang panjang dan lama.

“Proses pengembalian keris Diponegoro ini sebenarnya sudah cukup lama,” ujar Retno, Selasa (10/3).

Proses yang dijalani di antaranya penelitian untuk memastikan keabsahan bahwa benar keris tersebut adalah milik Pangeran Diponegoro. Penelitian dilakukan oleh dua pihak. Yakni Indonesia dan Belanda secara bersama-sama.

“Kita melakukan penelitian bersama untuk betul-betul memastikan bahwa keris ini adalah memang milik Pangeran Diponegoro,” imbuhnya.

Proses terakhir beberapa pekan sebelum kunjungan Raja dan Ratu Belanda ke Indonesia. Dari Indonesia mengirim tim khusus ke Belanda untuk melakukan konfirmasi dan pengecekan.

“Beberapa minggu sebelum kunjungan, kita juga mengirimkan tim. Ada Dirjen Kebudayaan karena saya berkonsultasi juga dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,” imbuh Retno.

Mendikbud Nadiem Makarin mengutus Dirjen Kebudayaan bersama ahli dari Indonesia untuk melakukan pengecekan.

Selanjutnya, dikonfirmasi secara resmi bahwa keris itu milik Pangeran Diponegoro. Rencananya keris tersebut akan disimpan di museum.


Halaman :
  • 1
  • 2
  • >




Berita Lainnya

  • +

Kapolres Inhil Menyambut Baik Keberadaan Organisasi GP Ansor yang Merupakan Banom Nahdlatul Ulama di Inhil

Dani M Nusalam Kenang Masa Dikampus dengan Ngobrol Santai Bersama GMNI dan PMII Inhil

Pengikut MRS Todongkan Senpi dan Sajam ke Anggota Polri di Tol Japek

PLN UP3 Rengat Ingatkan Pelanggan Perhatikan Instalasi Listrik Serta Berikan Tips Jitu

Kasus Kecelakaan Maut di Pagaralam, Polisi Selidiki Penyebab

Silaturahmi Kebangsaan Demokrat ke PKB, Asri dan Wahid Saling Puji, Apa Langkah Awal Koalisi 2024?

Presiden Terbitkan Keppres Penetapan Keanggotaan Indonesia pada Satgas Anti Pencucian Uang

KAMMI Minta Publik Percaya Kerja Timsus dan Komnas HAM Dalam Mengungkap Kasus Tewasnya Brigadir J

Sampaikan Amanah Gus Ami, Ketua DPC PKB Inhil Mendistribusikan Sembako Ke Kantor PCNU

Kajari Kuansing Bantah Tudingan Gagalkan Program Peremajaan Sawit Rakyat

Bagaimana Cara Mengadu ke Presiden?

Yahya Cholil Staquf Terpilih sebagai Ketua Umum PBNU 2021-2026







Tulis Komentar



Terkini

  • +Indeks
Bhabinkamtibmas Desa Bakau Aceh Koordinasi Pendataan Lahan Jagung untuk Dukung Swasembada Pangan
03 Juli 2026
Bea Cukai Bengkalis Tindak 652 Unit iPhone dari Kapal Cepat MV Oceanna 5
03 Juli 2026
Sertu Suyanto Dampingi Musdes Pembentukan Tim Penyusunan RKPDesa
03 Juli 2026
Melalui Komsos, Serda Budiono Pantau Kondisi Masyarakat
03 Juli 2026
Sertu Hery Sutikno Bantu Petani Desa Bedahlawak Jemur Padi
03 Juli 2026
Koramil Kabuh Perkuat Sinergitas dengan Forkopimcam
03 Juli 2026
Serma Adwin Gencarkan Komsos di Kelurahan Kaliwungu
03 Juli 2026
47 Personel dan 1 PNS Polri Polres Indragiri Hilir Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Amanah untuk Tingkatkan Pengabdian
03 Juli 2026
Polsek Lirik Tanam Jagung Pipil Kuartal II di Desa Sungai Sagu Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional
03 Juli 2026
Polsek Lirik Tanam Jagung Pipil Kuartal II di Pasir Ringgit, Dukung Ketahanan Pangan 2026
03 Juli 2026

Trending

  • +Indeks
Ditjen Imigrasi Gandeng KPK untuk Benahi Instansi
Dibaca : 416 Kali
Satres Narkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran Narkotika, Sita 5.707 Butir Ekstasi dan Sabu
Dibaca : 302 Kali
Bhabinkamtibmas Desa Belaras Koordinasi Pendataan Lahan Jagung Dukung Swasembada Pangan
Dibaca : 203 Kali
Polsek Kateman Polres Inhil Resmikan Hasil Bedah Rumah, Wujud Kepedulian Polri pada Hari Bhayangkara ke-80
Dibaca : 225 Kali
Serda Lalu Dampingi Petani Tanam Tembakau
Dibaca : 200 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
IndragiriOne.com ©2019 | All Rights Reserved By Delapan Media