• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Karimun
    • Karimun
  • Lifestyle
  • Fokus Inhil
  • Peristiwa
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Desa
  • More
    • Mitra TNI
    • Mitra Polri
    • Advertorial
    • Nasional
    • Dunia
    • Opini
    • Sosbud
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks

Pilihan

  • +
Kantor Imigrasi Karimun, Gelar Sosialisasi TPPO Ke Masyarakat Desa Pangke.
Dibaca : 197 Kali
Imigrasi Karimun Gelar Sosialisasi Pencegahan TPPO Ke Masyarakat Desa Pangke.
Dibaca : 209 Kali
Antisipasi Kerawanan Kamtibmas Samapta Polres Karimun Gelar Patroli Perintis Presisi
Dibaca : 164 Kali
DLH Karimun Gelar Sosialisasi Pembayaran Retribusi Jasa Layanan Kebersihan Non Tunai.
Dibaca : 221 Kali
Bupati Iskandarsyah Sebut Inflasi Karimun Terentah Di Kepri
Dibaca : 335 Kali

  • Home
  • Lifestyle

Tradisi Qunut, Malam ke 16 Ramadhan

Indragirione

Selasa, 27 April 2021 19:55:22 WIB
Cetak
Oleh: Arfah

Indragirione.com,- Sulit mencari judul yang pas untuk tulisan ringkas ini, tapi biarlah saya menggunakan istilah yang memang pupuler di kampung saya. Qunut. Entah, saya juga sulit mencari defisiensi kenapa mesti istilahnya di kampung saya itu Qunut. Mungkin saja karena berkebetulan malam ke-16 ramadhan di mana setelah rakaat terakhir sebelum sujud, para jamaah melakukan doa qunut.

Sependek yang saya tahu, di kampung memang hampir jarang orang mencari istilah itu, dikaitkan dengan filosofi tertentu. Sangat jarang. Pun demikian untuk sebuah nama, yang nantinya akan melekat sepanjang hayat. Maka, tidak heran, dulu ada banyak yang bernama, ambo tuo, ambo tang, becce, yaccok kalllolo"—tak usah diartikan ke dalam bahasa Indonesia.

Kisah saya lanjutkan. Malam Qunut biasanya selalu menjadi malam yang ditunggu-tunggu. Bahkan biasanya yang jarang nongol di mushola pun malam itu hadir tanpa dikomando. Alasannya sederhana, karena malam itu para jamaah (setelah sholat taraweh) disuguhi hidangan berupa kue yang sebelumnya dibawa ibu-ibu dari rumah masing-masing.

Hidangan tersebutlah yang kemudian disantap secara bersamaan-sama, sambil sesekali mengobrol tanpa arah. Entah kenapa menikmati kue di dalam langgar yang tak memiliki pendingin ruangan itu terasa enak. Sementara hidangan yang ada disuguhkan bukanlah tergolong makanan istimewa. Hanya ada dadar gulung, barongko, naga sari, pisang goreng. Dan yang tak pernah ketinggalan _bubu panreng_ es kelapa muda yang dicampur dengan irisan nanas.

Suasan makin riuh tatkala anak-anak mulai berebutan untuk mendapatkan kue incarannya yang memang sejak teraweh sudah merasuk dan melayang-layang dalam pikirinya. Uniknya tak ada yang melarang apalagi sampai membentak. Malahan ibu-ibu senyumanya mulai mengembang manakala talam yang ia bawa ludes tanpa sisa. Sering saya perhatikan diam-diam, tergambar jelas di wajahnya rasa puas yang amat sangat, padahal semua juga tahu kue tersebut disiapkan sejak matahari masih merah.

Menariknya, tradisi semacam ini masih dilestarikan hingga saat ini. Dan dalam ingatan sayaz di kampung sepertinya hanya kunnut ini yang belum tersentuh moderenisasi. Ya, kalau bisa jangan dong. Sedang yang lainnya sudah secara perlahan ditinggalkan, dianggap kurang modern. Ketinggalan zaman.

Contoh sederhananya, dulu ketika orang mau mendirikan rumah sangat jarang menggunakan jasa tukang. Semua dikerjakan secara gotong-royong. Sekarang rumah-rumah sudah berganti model pun demikian yang mengerjakannya, sudah ditangani tukang profesional.

Reportnya kalau mau menggeser posisi rumah agak ke depan, ya rumah harus dibongkar dahulu. Beda kasus kalo rumah duluan (rumah panggung) jika mau dipindah, tinggal digotong saja beramai-ramai. Mungkin ini juga bagian dari moderenisasi? Entahlah.

Saya kemudian membayangkan, andaikata kunnut ini juga tersentuh monderenisasi. Mungkin orang-orang masih membawa kue-kue langgar. Tapinya tidak lagi dengan menggunakan talam. Sudah diganti dengan kotak kue yang mudah dibeli dipasar Minggu-an. Alasannya klasik, lebih efisien dan tak perlu mengeluarkan tenaga ekstra.

Bukankah duduk-duduk dengan mengitari talam yang berisi hidangan menciptakan suasana keakraban. Karena mungkin sebelumnya para warga sibuk dengan aktivitasnya di ladang. Barulah pada momen-momen seperti kunnut itu bertemu. Beramah tamah, menanyakan kabar bagaimana panen tahun ini. Susana tercipta begitu akrap tanpa harus ada yang sibuk dengan gadget-nya.

Itulah sebenarnya maksud dari perayaan kunnut itu. Untuk merekat kembali jalinan silaturahmi, karena mungkin saja dalam beberapa waktu, antar warga sibuk dengan kegiatannya baik di ladang atau di kebun. Maka di depan talamlah kemudian di pertemuan kembali. Tidak seperti sekarang, orang bertanya kabar melalui kolom komentar.

kita tidak ingin dengan moderenisasi menghancurkan budaya-budaya lokal yang telah terpelihara sejak lama. Karena ketika kita sudah abai terhadap tetangga serta hilang rasa empati maka kemudian akan lahir manusia-manusia yang apatis. Orang Jakarta sering menyebutnya loe-loe gue-gue.



 Editor : Reporter : Fajar Satria

Berita Lainnya

  • +

Ramadhan Ke - 18, TP PKK Inhil Gelar Pesantren Kilat

Maryan.SH : Indonesia Jaya, Indonesia Bersatu Didalam NKRI, Didalam Suatu Insiden Problematika Terhadap Conflic Of Interst Of Island Papua

Tanam Mangrove Untuk Mitigasi Perubahan Iklim dan Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pesisir Inhil

Kadisos Inhil Hj Djamilah Serahkan Bantuan Bagi Korban Kebakaran di Tanah Merah

Rakor Pengawasan Aliran Keagamaan dan Kepercayaan Masyarakat Inhil Bersempena Launching Buku Karya Kajari Inhil

Longsor di Tembilahan Hulu, Polres Inhil Alihkan Jalur Alternatif

Sambut Hari Sumpah Pemuda, BPK Oi Inhil Adakan Lomba Cover Lagu

dr. Mira Skincare Hadir di Tembilahan, Solusi Sehat Kulit Anda

Ada 1000 Liter Disinfektan Gratis Tiap Hari di Koperasi Makodim/0314/Inhil

Laksanakan Ketahanan Pangan, Polsek Tembilahan Hulu Dapat Kejutan dari Koramil 01/Tembilahan

Tingkatkan Pelayanan kesehatan di kalangan masyarakat

Pekerjaan yang Bisa Bikin Kaya Berdasarkan Zodiak







Tulis Komentar



Terkini

  • +Indeks
Sidang Narkotika, Sindi dan Mantan Polisi Divonis Berbeda
19 Mei 2026
Gagal Tunjukkan Dokumen, PT Agrinas Tuding Kades Lubuk Besar Bela Cukong: Itu Pengalihan Isu!
19 Mei 2026
Polsek Tembilahan Hulu Update Pertumbuhan Jagung Dukung Program Asta Cita Ketahanan Pangan
19 Mei 2026
Prapid Parlindungan Hutabarat Ditolak, Hakim Nyatakan Penetapan Tersangka Sesuai Prosedur
19 Mei 2026
Danramil Plandaan Dampingi Kapolres Jombang Panen Raya Jagung di Desa Plandaan
19 Mei 2026
Sertu Choiri Syaifudin Lakukan Komsos dengan Petani Kangkung
19 Mei 2026
Babinsa Koramil Megaluh Selesaikan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni
19 Mei 2026
Serda Sumanto Komsos dengan Perangkat Desa Alang-Alang Caruban
19 Mei 2026
Wujud Kemanunggalan TNI-Rakyat, Serka Soli Gelar Karya Bakti Pasang Paving Block
19 Mei 2026
Serka Khoirul Anam Dampingi Pemakaman Warga Desa Sentul
19 Mei 2026

Trending

  • +Indeks
Modal Nekat Kangkangi Berita Acara DPRD, PT Agrinas & KSO Terobos Kebun Masyarakat Berujung Diusir Massa!
Dibaca : 240 Kali
GEMARI Desak Agrinas Evaluasi Pemenang KSO di Kebun sawit Putat Diduga Picu Kegaduhan di Tengah Masyarakat Desa Putat
Dibaca : 534 Kali
Dinas Pertanian Inhil Imbau Petani Tidak Mudah Terpengaruh Isu Saat Harga Kelapa Turun
Dibaca : 417 Kali
Permohonan Ditolak, Gugatan Praperadilan Warga Selatpanjang Kandas
Dibaca : 264 Kali
Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Gelombang 3 di Batang Tuaka Capai 20 Persen
Dibaca : 446 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
IndragiriOne.com ©2019 | All Rights Reserved By Delapan Media