• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Karimun
    • Karimun
  • Lifestyle
  • Fokus Inhil
  • Peristiwa
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Desa
  • More
    • Mitra TNI
    • Mitra Polri
    • Advertorial
    • Nasional
    • Dunia
    • Opini
    • Sosbud
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks

Pilihan

  • +
Popda X Kepri Di Karimun Resmi Dibuka, Gubenur Ansar Sebut, Jadi Ajang Cetak Atlet Pelajar Berprestasi.
Dibaca : 175 Kali
Polres Karimun Ungkap Tiga Kasus Pencurian, Serta Amankan Dua Tersangka Kasus Narkotika Jenis Sabu.
Dibaca : 163 Kali
Upacara Peringatan HARGANAS Ke 33, Kajari Karimun Usung Tema", Ayah Wajib Hadir ".
Dibaca : 193 Kali
Sambut Aspirasi" Suara Anak" Bupati Iskandarsyah Kukuhkan Kepengurusan Forum Anak 2025 - 2027.
Dibaca : 324 Kali
HUT Bhayangkara Ke 80, Polres Karimun Gelar Upacara Tabur Bunga Kelaut.
Dibaca : 263 Kali

  • Home
  • Lifestyle

Tradisi Qunut, Malam ke 16 Ramadhan

Indragirione

Selasa, 27 April 2021 19:55:22 WIB
Cetak
Oleh: Arfah

Indragirione.com,- Sulit mencari judul yang pas untuk tulisan ringkas ini, tapi biarlah saya menggunakan istilah yang memang pupuler di kampung saya. Qunut. Entah, saya juga sulit mencari defisiensi kenapa mesti istilahnya di kampung saya itu Qunut. Mungkin saja karena berkebetulan malam ke-16 ramadhan di mana setelah rakaat terakhir sebelum sujud, para jamaah melakukan doa qunut.

Sependek yang saya tahu, di kampung memang hampir jarang orang mencari istilah itu, dikaitkan dengan filosofi tertentu. Sangat jarang. Pun demikian untuk sebuah nama, yang nantinya akan melekat sepanjang hayat. Maka, tidak heran, dulu ada banyak yang bernama, ambo tuo, ambo tang, becce, yaccok kalllolo"—tak usah diartikan ke dalam bahasa Indonesia.

Kisah saya lanjutkan. Malam Qunut biasanya selalu menjadi malam yang ditunggu-tunggu. Bahkan biasanya yang jarang nongol di mushola pun malam itu hadir tanpa dikomando. Alasannya sederhana, karena malam itu para jamaah (setelah sholat taraweh) disuguhi hidangan berupa kue yang sebelumnya dibawa ibu-ibu dari rumah masing-masing.

Hidangan tersebutlah yang kemudian disantap secara bersamaan-sama, sambil sesekali mengobrol tanpa arah. Entah kenapa menikmati kue di dalam langgar yang tak memiliki pendingin ruangan itu terasa enak. Sementara hidangan yang ada disuguhkan bukanlah tergolong makanan istimewa. Hanya ada dadar gulung, barongko, naga sari, pisang goreng. Dan yang tak pernah ketinggalan _bubu panreng_ es kelapa muda yang dicampur dengan irisan nanas.

Suasan makin riuh tatkala anak-anak mulai berebutan untuk mendapatkan kue incarannya yang memang sejak teraweh sudah merasuk dan melayang-layang dalam pikirinya. Uniknya tak ada yang melarang apalagi sampai membentak. Malahan ibu-ibu senyumanya mulai mengembang manakala talam yang ia bawa ludes tanpa sisa. Sering saya perhatikan diam-diam, tergambar jelas di wajahnya rasa puas yang amat sangat, padahal semua juga tahu kue tersebut disiapkan sejak matahari masih merah.

Menariknya, tradisi semacam ini masih dilestarikan hingga saat ini. Dan dalam ingatan sayaz di kampung sepertinya hanya kunnut ini yang belum tersentuh moderenisasi. Ya, kalau bisa jangan dong. Sedang yang lainnya sudah secara perlahan ditinggalkan, dianggap kurang modern. Ketinggalan zaman.

Contoh sederhananya, dulu ketika orang mau mendirikan rumah sangat jarang menggunakan jasa tukang. Semua dikerjakan secara gotong-royong. Sekarang rumah-rumah sudah berganti model pun demikian yang mengerjakannya, sudah ditangani tukang profesional.

Reportnya kalau mau menggeser posisi rumah agak ke depan, ya rumah harus dibongkar dahulu. Beda kasus kalo rumah duluan (rumah panggung) jika mau dipindah, tinggal digotong saja beramai-ramai. Mungkin ini juga bagian dari moderenisasi? Entahlah.

Saya kemudian membayangkan, andaikata kunnut ini juga tersentuh monderenisasi. Mungkin orang-orang masih membawa kue-kue langgar. Tapinya tidak lagi dengan menggunakan talam. Sudah diganti dengan kotak kue yang mudah dibeli dipasar Minggu-an. Alasannya klasik, lebih efisien dan tak perlu mengeluarkan tenaga ekstra.

Bukankah duduk-duduk dengan mengitari talam yang berisi hidangan menciptakan suasana keakraban. Karena mungkin sebelumnya para warga sibuk dengan aktivitasnya di ladang. Barulah pada momen-momen seperti kunnut itu bertemu. Beramah tamah, menanyakan kabar bagaimana panen tahun ini. Susana tercipta begitu akrap tanpa harus ada yang sibuk dengan gadget-nya.

Itulah sebenarnya maksud dari perayaan kunnut itu. Untuk merekat kembali jalinan silaturahmi, karena mungkin saja dalam beberapa waktu, antar warga sibuk dengan kegiatannya baik di ladang atau di kebun. Maka di depan talamlah kemudian di pertemuan kembali. Tidak seperti sekarang, orang bertanya kabar melalui kolom komentar.

kita tidak ingin dengan moderenisasi menghancurkan budaya-budaya lokal yang telah terpelihara sejak lama. Karena ketika kita sudah abai terhadap tetangga serta hilang rasa empati maka kemudian akan lahir manusia-manusia yang apatis. Orang Jakarta sering menyebutnya loe-loe gue-gue.



 Editor : Reporter : Fajar Satria

Berita Lainnya

  • +

Berikut Sederet Manfaat Bunga Mawar Untuk Kesehatan, Selamat Bagi Yang Menanam

Wisata Bukit Condong Selensen Indragiri Hilir

Tomas Inhil Pinta Imigrasi Tembilahan Perketat Pengawasan WNA di Inhil

Bupati HM.Wardan Ikuti Wisuda UNISI Ke-XIII Melalui Virtual

Lomba Lari Fun Night 100 Meter 2026, Polres Indragiri Hilir Ajak Generasi Muda Jauhi Balap Liar

Milad ke 75, HMI Cabang Tembilahan Gelar Vaksinasi

Polsek Tempuling Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Bersama Masyarakat

Bazarudin : Perusahaan Harus Bertanggungjawab Jika Ada Klaster Penyebaran Baru Positif Corona

Ormas dan Paguyuban di Inhil Deklarasi Damai Menolak Perpecahan NKRI

Forum Mar atussholihah STAI Auliaurrasyidin Tembilahan Laksanakan kajian Rutin

Turnamen Bola Voli di Pebenaan Resmi Dibuka

Pasi Ops Kodim 0314/Inhil Semprot Desinfektan di Titik Lokasi Diduga PDP







Tulis Komentar



Terkini

  • +Indeks
Bhabinkamtibmas Desa Bakau Aceh Koordinasi Pendataan Lahan Jagung untuk Dukung Swasembada Pangan
03 Juli 2026
Bea Cukai Bengkalis Tindak 652 Unit iPhone dari Kapal Cepat MV Oceanna 5
03 Juli 2026
Sertu Suyanto Dampingi Musdes Pembentukan Tim Penyusunan RKPDesa
03 Juli 2026
Melalui Komsos, Serda Budiono Pantau Kondisi Masyarakat
03 Juli 2026
Sertu Hery Sutikno Bantu Petani Desa Bedahlawak Jemur Padi
03 Juli 2026
Koramil Kabuh Perkuat Sinergitas dengan Forkopimcam
03 Juli 2026
Serma Adwin Gencarkan Komsos di Kelurahan Kaliwungu
03 Juli 2026
47 Personel dan 1 PNS Polri Polres Indragiri Hilir Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Amanah untuk Tingkatkan Pengabdian
03 Juli 2026
Polsek Lirik Tanam Jagung Pipil Kuartal II di Desa Sungai Sagu Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional
03 Juli 2026
Polsek Lirik Tanam Jagung Pipil Kuartal II di Pasir Ringgit, Dukung Ketahanan Pangan 2026
03 Juli 2026

Trending

  • +Indeks
Ditjen Imigrasi Gandeng KPK untuk Benahi Instansi
Dibaca : 415 Kali
Satres Narkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran Narkotika, Sita 5.707 Butir Ekstasi dan Sabu
Dibaca : 302 Kali
Bhabinkamtibmas Desa Belaras Koordinasi Pendataan Lahan Jagung Dukung Swasembada Pangan
Dibaca : 202 Kali
Polsek Kateman Polres Inhil Resmikan Hasil Bedah Rumah, Wujud Kepedulian Polri pada Hari Bhayangkara ke-80
Dibaca : 225 Kali
Serda Lalu Dampingi Petani Tanam Tembakau
Dibaca : 200 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
IndragiriOne.com ©2019 | All Rights Reserved By Delapan Media