• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Karimun
    • Karimun
  • Lifestyle
  • Fokus Inhil
  • Peristiwa
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Desa
  • More
    • Mitra TNI
    • Mitra Polri
    • Advertorial
    • Nasional
    • Dunia
    • Opini
    • Sosbud
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks

Pilihan

  • +
Popda X Kepri Di Karimun Resmi Dibuka, Gubenur Ansar Sebut, Jadi Ajang Cetak Atlet Pelajar Berprestasi.
Dibaca : 178 Kali
Polres Karimun Ungkap Tiga Kasus Pencurian, Serta Amankan Dua Tersangka Kasus Narkotika Jenis Sabu.
Dibaca : 163 Kali
Upacara Peringatan HARGANAS Ke 33, Kajari Karimun Usung Tema", Ayah Wajib Hadir ".
Dibaca : 194 Kali
Sambut Aspirasi" Suara Anak" Bupati Iskandarsyah Kukuhkan Kepengurusan Forum Anak 2025 - 2027.
Dibaca : 324 Kali
HUT Bhayangkara Ke 80, Polres Karimun Gelar Upacara Tabur Bunga Kelaut.
Dibaca : 263 Kali

  • Home
  • Nasional

Benarkah Masyarakat Gunungpati Memiliki Silsilah Dari Pribuni Pati, Ini Sejarah singkatnya

Indragirione

Senin, 13 November 2023 10:31:38 WIB
Cetak
Penulis: Dhoni Frizky Aryasahab (Mahasiswa Pendidikan Sejarah UNNES)

Masyarakat gunungpati dan sekitarnya kerap melaksanakan ziarah kubur, salah satunya mengunjungi makam Kyai Adipati Wasis Wijoyokusumo. Makam ini berlokasi di Jalan Raya Gn. Pati No. 29, Gunungpati, Kec. Gn. Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah 50229. Bukan hanya Masyarakat gunungpati saja yang berziarah ke makam ini, akan tetapi banyak lagi Masyarakat dari luar gunungpati berkunjung ke makam ini, terutama Masyarakat Kabupaten Pati Jawa Tengah, lantas apakah ada kaitannya makam dari Kyai Adipati Wijoyokusumo Abdullah Taqwa dengan Masyarakat Kabupaten Pati? Berikut penjelasannya.

Awal mula makam Kyai Adipati Wijoyokusumo Abdullah Taqwa sering dikunjungi
Pada tahun 1950-an banyak orang Pati (Pribumi Kabupaten Pati) berkunjung ke makam ini. Pada waktu itu makam belum beridiri kokoh seperti saat ini, akan tetapi hanya ada batu penanda berjumlah 4 buah yang dikelilingi pohon bambu.

“Waktu itu Masyarakat Pati datang kesini setiap bulan Suro atau Ruwah. Dan kondisi makam pada saat itu masih berupa batu dengan jumlah empat, dan batu empat itu dulunya sebuah tetenger (penanda)”. Ucap Bapak Turmanto (57) seorang juru kunci makam Kyai Adipati Wijoyokusumo Abdullah Taqwa.
Awalnya bukan Bapak Turmanto yang menjadi juru kunci makam ini, tetapi Bapak mertuanya yang wafat pada tahun 2006 lalu digantikan dengan Bapak Turmanto.

Masyarakat Pati datang berbondong-bondong ke makam ini, dengan makam masih dalam kondisi batu yang berjumlah empat. Hingga akhirnya Mertua dari Bapak Turmanto berinisasi untuk membuat sebuah gubug supaya para penziarah tidak kepanasan dan kehujanan.

“Karena semakin lama semakin banyak yang berdatangan ke makam ini, tidak mungkin Kita membiarkan para penziarah itu kepanasan dan kehujanan, begitu kata Bapak Mertua Saya. Hingga akhirnya dibuatlah sebuah gubug kecil untuk melindungi makam tersebut, sehingga para penziarah akan merasa nyaman ketika melakukan ziarah ke makam ini”. Lanjut Bapak Turmanto (57).

Kemudian pada tahun 1998, Walikota Semarang Kol. H. Soetrisno Suharto datang ke makam ini dan berencana untuk merenovasi makam ini supaya para pengunjung makam tidak merasa kepanasan dan kehujanan. Akan tetapi pada pertengahan pembuatan renovasi makammakan
\ ini, masa pemerintahan Kol. H. Soetrisno Suharto sudah selesai, dan digantikan oleh H. Sukawi Sutarip, S.H. kemudian dilanjutkan Kembali proses renovasi makam ini. Kemudian pada tahun 2022, terdapat Masyarakat Pati yang merenovasi makam ini, sehingga menjadi lebih baik dan nyaman ketika ada pengunjung untuk berziarah ke tempat ini.

Hubungan Pribumi Pati dengan Makam Adipati Wijoyokusumo Abdullah Taqwa
Setiap bulan Ruwah, tepatnya malam ahad pon, Masyarakat pribumi Pati datang ke makam ini untuk memperingati leluhur.

“Setiap bulan Jawa tepatnya bulan Ruwah, sebelum Ramadan, orang-orang Pati datang kesini untuk melaksanakan sebuah peringatan, tepatnya bulan ruwah malam ahad pon. Tujuannya untuk memperingati leluhur orang Pati, karena makam ini merupakan makam Bupati Pati pertama yang dimakamkan disini.” Ujar Bapak Bapak Turmanto (57).
Seperti yang telah diketahui oleh para penziarah makam ini, bahwa makam Adipati Wijoyokusumo Abdullah Taqwa merupakan makam Bupati Pati pertama, maka banyak orang Pati yang berdatangan ke makam ini, mulai dari Masyarakat biasa yaitu perkumpulan jamaah pengajian, hingga orang-orang pemerintahan. Tujuannya adalah untuk menghormati para leluhur, khususunya leluhur Pati.


Masyarakat Pribumi Pati datang ke makam ini bukan hanya untuk memperingati kepada leluhur Pati saja, akan tetapi Masyarakat pribumi Pati datang kesini sembari membawa “bancaan” dalam Bahasa Indonesia berarti Selamatan atau Kenduri. Jadi tidak hanya datang dengan tangan kosong akan tetapi dengan membawa makanan dan minuman serta seserahan untuk dilaksanakannya peringatan leluhur tersebut.

Selanjutnya Bapak Bapak Turmanto (57) menuturkan bahwa makam Adipati Wijoyokusumo Abdullah Taqwa ini dapat dikunjungi oleh semua orang, termasuk masyarakat Pati, karena terdapat makam Pragola Pati lainnya yang tidak boleh dikunjungi oleh Masyarakat Pati. Untuk makam yang berada di daerah gunungpati ini diberi nama Makam Adipati Wasis Wijoyokusumo seperti yang dituliskan pada gapura sebelum menuju makam ini.

Sejarah singkat Adipati Wijoyokusumo Abdullah Taqwa dan munculnya nama Gunungpati
Pada masa perang Mataram, Pragola Pati I melakukan gerilya hingga sampai ke sebuah gunung yang diselimuti pepohonan. Pragola Pati I beserta pasukannya akhirnya menetap di gunung ini, sehingga mengharuskan pasukan Pragola Pati I untuk membabad alas atau memotong pepohonan yang ada di gunung ini untuk dijadikan sebagai tempat tinggal. Hingga akhirnya daerah ini dinamakan sebagai daerah “Gunungpati” yang berasal dari kata gunung karena daerahnya di pegunungan, kemudian Pati yang berasal dari Pragola Pati I yang menetap di gunung ini dan melakukan babad alas untuk dijadikan sebagai tempat tinggal.

Jika dilihat dari silsilah Pragola Pati I, sudah ada sejak tahun 1600an sehingga dapat dikatakan bahwa orang-orang Pati sudah menetap di daerah Gunungpati sejak saat itu. 
Dengan kata lain Masyarakat Gunungpati saat ini dimungkinkan memiliki darah keturunan Masyarakat pribumi Pati, karena pada saat itu banyak Pragola Pati I beserta pasukannya hidup di daerah Gunungpati.




Berita Lainnya

  • +

Kalapas Tembilahan Bersama Anggota Bagikan Sembako Kepada Tukang Becak dan Kaum Dhuafa

Sambu Group Kembali Salurkan Hewan Qurban di Wilayah Operasional Perusahaan

Pecahkan Rekor MURI, Gowes Presisi Nusantara Tempuh Jarak 508 Km Kurang Dari 24 Jam

LBH Ansor Riau, Sikapi Laporan Resmi DPD KNPI

Instruksi Kapolri di Rakernis Divisi Hubinter: Kesetaraan Gender Hingga Pemberantasan TPPO

Hari Natal, Obyek Wisata Guci di Tegal Padat Pengunjung

Program BBM Satu Harga, Abdul Wahid Minta Daerah Terluar, Tertinggal dan Terpencil Diperioritaskan

UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi Gelar Halal bihalal  Pasca libur dan Tingkat Kualitas Universitas

Kapal Sat Polair Polres Inhil Seberangkan  Pelajaran  Untuk Pergi Sekolah

Kodim 0314 / Inhil : Selamat Harlah Ansor Ke 87, Ansor Harus Terus Dapat Menjadi Pelopor Positif Dalam Merespon Segala Perkembangan

TPPO Aktivitas Imigrasi Batam dan KSP, Pemaparan TPPO Hingga Penanaman Jagung

Disaksikan Ketua Forki Inhil, Lemkari Gelar Kejuaraan Open Intern







Tulis Komentar



Terkini

  • +Indeks
Bhabinkamtibmas Desa Bakau Aceh Koordinasi Pendataan Lahan Jagung untuk Dukung Swasembada Pangan
03 Juli 2026
Bea Cukai Bengkalis Tindak 652 Unit iPhone dari Kapal Cepat MV Oceanna 5
03 Juli 2026
Sertu Suyanto Dampingi Musdes Pembentukan Tim Penyusunan RKPDesa
03 Juli 2026
Melalui Komsos, Serda Budiono Pantau Kondisi Masyarakat
03 Juli 2026
Sertu Hery Sutikno Bantu Petani Desa Bedahlawak Jemur Padi
03 Juli 2026
Koramil Kabuh Perkuat Sinergitas dengan Forkopimcam
03 Juli 2026
Serma Adwin Gencarkan Komsos di Kelurahan Kaliwungu
03 Juli 2026
47 Personel dan 1 PNS Polri Polres Indragiri Hilir Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Amanah untuk Tingkatkan Pengabdian
03 Juli 2026
Polsek Lirik Tanam Jagung Pipil Kuartal II di Desa Sungai Sagu Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional
03 Juli 2026
Polsek Lirik Tanam Jagung Pipil Kuartal II di Pasir Ringgit, Dukung Ketahanan Pangan 2026
03 Juli 2026

Trending

  • +Indeks
Ditjen Imigrasi Gandeng KPK untuk Benahi Instansi
Dibaca : 417 Kali
Satres Narkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran Narkotika, Sita 5.707 Butir Ekstasi dan Sabu
Dibaca : 302 Kali
Bhabinkamtibmas Desa Belaras Koordinasi Pendataan Lahan Jagung Dukung Swasembada Pangan
Dibaca : 203 Kali
Polsek Kateman Polres Inhil Resmikan Hasil Bedah Rumah, Wujud Kepedulian Polri pada Hari Bhayangkara ke-80
Dibaca : 225 Kali
Serda Lalu Dampingi Petani Tanam Tembakau
Dibaca : 201 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
IndragiriOne.com ©2019 | All Rights Reserved By Delapan Media