Pilihan
Mahasiswa Kukerta Unri Cetak Generasi Eco preneur di Desa Seberang Sanglar Melalui Ecoprint
"Bayangkan, anak-anak usia SD kini bisa mengubah daun dan bunga menjadi karya seni yang bisa di pakai" ujar Andre Sugandha Hutapea, Ketua Kukerta Reguler Unri, saat ditemui di lokasi kegiatan.
"Ecoprint ini seperti mencetak keindahan alam di atas kain. Setiap totebag yang dihasilkan punya motif yang berbeda, tergantung daun atau bunga yang digunakan" jelas Fahira Ismail, salah satu mahasiswa Kukerta Unri.
Bukan hanya teori, para siswa juga langsung praktik membuat totebag ecoprint. Mulai dari memilih bahan, menyusun komposisi, hingga proses "fiksasi" agar warna lebih tahan lama. Semangat dan antusiasme terpancar dari wajah-wajah mungil para siswa.
"Saya tidak menyangka bisa membuat tas sebagus ini dari daun-daunan," ucap Zahra, salah satu siswa, sambil memamerkan hasil karyanya. Dan siswa lainnya juga mengatakan, "Setelah ini kita coba buat di rumah yuk, dan kemudian mencoba menjualnya," ucap Irza.
Dengan kegiatan kreatif seperti ini, Kukerta Universitas Riau membuktikan bahwa menjaga bumi bisa dimulai dari hal-hal kecil, bahkan dari selembar kain dan beberapa helai daun.Melalui program ini, mahasiswa Kukerta Unri tidak hanya memberikan kontribusi nyata pada komunitas, tetapi juga menanamkan semangat untuk menjadi 'eco-preneurs' atau wirausahawan yang peduli lingkungan di masa depan.Dengan kegiatan kreatif seperti ini, Kukerta Universitas Riau membuktikan bahwa menjaga bumi bisa dimulai dari hal-hal kecil, bahkan dari selembar kain dan beberapa helai daun.













Tulis Komentar