• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Karimun
    • Karimun
  • Lifestyle
  • Fokus Inhil
  • Peristiwa
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Desa
  • More
    • Mitra TNI
    • Mitra Polri
    • Advertorial
    • Nasional
    • Dunia
    • Opini
    • Sosbud
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks

Pilihan

  • +
Kantor Imigrasi Karimun, Gelar Sosialisasi TPPO Ke Masyarakat Desa Pangke.
Dibaca : 198 Kali
Imigrasi Karimun Gelar Sosialisasi Pencegahan TPPO Ke Masyarakat Desa Pangke.
Dibaca : 210 Kali
Antisipasi Kerawanan Kamtibmas Samapta Polres Karimun Gelar Patroli Perintis Presisi
Dibaca : 164 Kali
DLH Karimun Gelar Sosialisasi Pembayaran Retribusi Jasa Layanan Kebersihan Non Tunai.
Dibaca : 221 Kali
Bupati Iskandarsyah Sebut Inflasi Karimun Terentah Di Kepri
Dibaca : 335 Kali

  • Home
  • Riau

Gubernur Riau pimpin langsung rapat koordinasi tata kelola kelapa

Indragirione

Rabu, 30 April 2025 14:54:49 WIB
Cetak

INDRAGIRIONE.COM - Pemerintah Provinsi Riau menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga keberlangsungan industri perkebunan, termasuk kelapa, demi kesejahteraan para pekerja dan masyarakat luas. Penegasan ini disampaikan oleh Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid, dalam sebuah rapat koordinasi penting yang melibatkan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau serta Bupati Indragiri Hilir.

Pertemuan strategis ini bertujuan untuk mencari solusi komprehensif terkait tantangan yang dihadapi sektor perkebunan, terutama dengan tren kenaikan harga kelapa. Gubri menyoroti secara khusus fenomena harga kelapa sawit yang kian menunjukkan tren peningkatan.

Menyikapi dinamika pasar ini, Gubri mengambil langkah proaktif dengan menginstruksikan pembentukan dua tim khusus. Kedua tim ini akan memiliki fokus yang berbeda namun saling melengkapi, yaitu tim yang secara mendalam akan menggarap aspek tata kelola perkebunan kelapa sawit, dan tim lainnya yang akan mengoptimalkan tata niaga komoditas kelapa.

Perhatian utama dari kedua tim ini adalah penataan regulasi harga, isu-isu ketenagakerjaan, serta perumusan insentif yang dapat diberikan kepada para pelaku usaha di sektor perkebunan kelapa sawit.

Lebih lanjut, Gubernur Wahid menguraikan bahwa pembenahan aspek tata kelola perkebunan kelapa harus mencakup berbagai elemen krusial. Elemen-elemen tersebut meliputi pengelolaan usia tanam kelapa yang optimal, pemilihan dan penggunaan bibit unggul berkualitas, pembangunan dan pemeliharaan tanggul yang efektif, serta implementasi instruksi tata kelola air laut yang tepat.

Selain itu, Gubernur juga menekankan pentingnya perencanaan yang matang untuk periode pasca-replanting. Ia mengingatkan bahwa pohon kelapa membutuhkan waktu yang cukup lama, antara tiga hingga lima tahun, untuk kembali menghasilkan buah setelah proses peremajaan.

Selama masa produktivitas yang menurun ini, para petani memerlukan solusi alternatif atau kegiatan ekonomi pengganti agar tetap dapat mempertahankan mata pencaharian. "Perlu disiapkan tanggul, sistem tata air, dan bibit unggul. Masa pasca-replanting itu panjang, petani harus punya kegiatan pengganti agar tetap produktif," tegas Gubri Abdul Wahid.

Selain isu tata kelola, Gubernur Wahid juga menyoroti adanya disparitas harga antara kelapa yang diperdagangkan di dalam negeri dengan harga di pasar internasional. Berdasarkan informasi yang diperoleh, harga kelapa di pasar luar negeri cenderung lebih kompetitif, salah satu faktornya adalah adanya insentif yang diberikan oleh pemerintah negara-negara tersebut serta regulasi yang lebih memudahkan bagi perkembangan industri kelapa mereka.

"Tadi saya tanyakan, kenapa di luar negeri bisa beli kelapa lebih murah? Ternyata mereka dapat insentif dari pemerintah, regulasi industrinya pun dimudahkan. Sementara di dalam negeri, industri kelapa belum mendapat insentif seperti itu," jelasnya.

Wahid, mengungkapkan perlunya evaluasi dan penyesuaian kebijakan di tingkat nasional. Ia juga mengamati bahwa sektor kelapa di Indonesia saat ini masih didominasi oleh skala perkebunan rakyat dan belum sepenuhnya bertransformasi menjadi industri besar yang terorganisir dengan baik, berbeda dengan industri kelapa sawit yang telah memiliki struktur pasar yang lebih mapan dan teratur.

Sementara itu, pemanfaatan kelapa di dalam negeri masih banyak terkonsentrasi pada konsumsi rumah tangga dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang seringkali membutuhkan modal yang lebih besar dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.

"Industri kelapa masih berbasis rakyat. Konsumsinya juga terbagi, ada untuk rumah tangga dan UMKM. Artinya, sektor ini padat karya dan padat modal, tapi belum ditopang dengan kebijakan industri yang kuat," pungkas Gubernur Wahid, menyimpulkan perlunya dukungan kebijakan yang lebih kuat untuk mengembangkan potensi industri kelapa di Riau dan Indonesia secara keseluruhan




Berita Lainnya

  • +

Posko di Perbatasan Tetap Aktif dan Lebih Diperketat

PLN Nusantara Power UP Tenayan Dukung Monitoring Tumbuh Kembang Anak melalui Program TAMASYA di TAS Ibu Mithali

Kapolsek Tembilahan Hulu : Gotong Royong Sebagai Wujudkan Keperdulian Polri Terhadap Masyarakat

Terkait Tunda Bayar Proyek 2025, Inspektorat Menyebut Hasil Review Sudah di BPKAD

Pemkab Kampar Raih Penghargaan JMSI Riau Award 2023

Hadiri Munas VII APPSI 2025, Gubernur Wahid Gelorakan Semangat Kebersamaan

H Nursal: Kita Kerja Sudah Maksimal , Ketersediaan Blangko e-KTP Akan Normal Tahun Depan

Orang Argentina Malas Pakai Kondom dan Pil KB Gara-gara Resesi Ekonomi

Pengaduan Pornografi dan Cyber Crime di Dumai Terus Meningkat

Mengulik Penerapan SOP Prokes Sekolah di Pekanbaru

Gema Muharram Selalu Meriah di Kabupaten Inhil

Gubri: Percepatan Digitalisasi Tingkatkan PAD







Tulis Komentar



Terkini

  • +Indeks
Sidang Narkotika, Sindi dan Mantan Polisi Divonis Berbeda
19 Mei 2026
Gagal Tunjukkan Dokumen, PT Agrinas Tuding Kades Lubuk Besar Bela Cukong: Itu Pengalihan Isu!
19 Mei 2026
Polsek Tembilahan Hulu Update Pertumbuhan Jagung Dukung Program Asta Cita Ketahanan Pangan
19 Mei 2026
Prapid Parlindungan Hutabarat Ditolak, Hakim Nyatakan Penetapan Tersangka Sesuai Prosedur
19 Mei 2026
Danramil Plandaan Dampingi Kapolres Jombang Panen Raya Jagung di Desa Plandaan
19 Mei 2026
Sertu Choiri Syaifudin Lakukan Komsos dengan Petani Kangkung
19 Mei 2026
Babinsa Koramil Megaluh Selesaikan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni
19 Mei 2026
Serda Sumanto Komsos dengan Perangkat Desa Alang-Alang Caruban
19 Mei 2026
Wujud Kemanunggalan TNI-Rakyat, Serka Soli Gelar Karya Bakti Pasang Paving Block
19 Mei 2026
Serka Khoirul Anam Dampingi Pemakaman Warga Desa Sentul
19 Mei 2026

Trending

  • +Indeks
Modal Nekat Kangkangi Berita Acara DPRD, PT Agrinas & KSO Terobos Kebun Masyarakat Berujung Diusir Massa!
Dibaca : 241 Kali
GEMARI Desak Agrinas Evaluasi Pemenang KSO di Kebun sawit Putat Diduga Picu Kegaduhan di Tengah Masyarakat Desa Putat
Dibaca : 535 Kali
Dinas Pertanian Inhil Imbau Petani Tidak Mudah Terpengaruh Isu Saat Harga Kelapa Turun
Dibaca : 418 Kali
Permohonan Ditolak, Gugatan Praperadilan Warga Selatpanjang Kandas
Dibaca : 265 Kali
Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Gelombang 3 di Batang Tuaka Capai 20 Persen
Dibaca : 446 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
IndragiriOne.com ©2019 | All Rights Reserved By Delapan Media