Asisten Deputi Pengembangan Industri Kemenko Perekonomian, Atong Soekirman, menyebut pasar kendaraan roda dua nonemisi masih punya ruang tumbuh yang besar. Saat ini populasi motor bensin di Indonesia masih mendominasi dengan angka 145 jutaan unit, sementara motor listrik baru sekitar 229 ribuan unit.
Proyeksi tersebut disampaikan Atong di Jakarta, Jumat (21/8), merujuk pada program motor listrik nasional (Molinas) yang telah dicanangkan pemerintah. Program ini melibatkan sejumlah pabrikan lokal dan diyakini menjadi katalis utama pertumbuhan pasar.
Program Molinas dan Target Operasional 11 Juta Unit pada 2037
Kunci dari proyeksi ini adalah program Molinas yang dicanangkan pemerintah. Dengan asumsi 11 juta unit motor listrik beroperasi pada 2037, program ini dihitung mampu memberikan penghematan subsidi BBM hingga Rp 82,2 triliun dalam kurun waktu 2027 hingga 2037.
Selain penghematan subsidi, ekosistem Molinas diperkirakan menciptakan nilai ekonomi hingga Rp 150 triliun sepanjang 2026-2031. Sektor manufaktur, komponen, baterai, dan infrastruktur pengisian daya disebut bakal menyerap sekitar 215 ribu tenaga kerja baru.
Presiden Prabowo Resmikan Fasilitas Produksi Molinas di Cikarang
Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan motor listrik nasional beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8). Peresmian ini menjadi tonggak awal realisasi program di tingkat industri.
"Bismillahirrahmanirrahim, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, secara resmi, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, meluncurkan motor listrik nasional beserta ekosistem pendukung," ujar Prabowo dalam sambutannya saat acara peluncuran.
Substitusi Impor Minyak Capai Rp 45 Triliun
Dampak lain yang ditekankan pemerintah adalah penguatan neraca perdagangan. Program Molinas diproyeksikan mampu menekan impor minyak melalui substitusi energi sebesar Rp 45 triliun.
Angka ini memperkuat argumen bahwa transisi ke kendaraan listrik bukan sekadar isu lingkungan, tetapi juga strategi ekonomi nasional. Dengan basis populasi motor bensin yang sangat besar, potensi konversi dan adopsi motor listrik masih terbuka lebar dalam lima tahun ke depan.