Pencarian

Harga Emas Spot Jatuh 0,70% ke USD4.263 Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

Kamis, 17 September 2026 • 06:41:31 WIB
Harga Emas Spot Jatuh 0,70% ke USD4.263 Usai The Fed Naikkan Suku Bunga
Harga emas spot melemah 0,70 persen ke USD4.263,86 per troy ons pada perdagangan Rabu (16/9/2026).

INDRAGIRIONE.COMHarga emas spot melemah 0,70 persen menjadi USD4.263,86 per troy ons pada perdagangan Rabu (16/9/2026), berbalik dari lonjakan lebih dari 1 persen ke level tertinggi sesi USD4.365,57 per troy ons. Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin ke kisaran 3,75-4,00 persen, mendorong dolar AS menguat dan menekan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Keputusan Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75-4,00 persen disepakati secara bulat, termasuk oleh Ketua The Fed Kevin Warsh. Langkah tersebut secara efektif mengakui bahwa pemerintahan Donald Trump sejauh ini belum berhasil mengendalikan inflasi.

Penguatan dolar AS menjadi pemicu utama tekanan terhadap emas. Logam mulia ini tidak menawarkan imbal hasil, sehingga kenaikan suku bunga membuat instrumen berbunga seperti obligasi AS lebih menarik bagi investor.

Lonjakan Awal Sesi Berbalik Arah

Sebelum pengumuman The Fed, emas spot sempat melonjak lebih dari 1 persen ke USD4.365,57 per troy ons. Pasar awalnya merespons ekspektasi bahwa bank sentral AS akan menahan diri.

Namun setelah pernyataan resmi keluar, sentimen berbalik cepat. Harga emas spot turun 0,70 persen ke USD4.263,86 per troy ons, menghapus seluruh kenaikan intraday.

Isyarat Kenaikan Lanjutan Tekan Proyeksi Emas

The Fed mengisyaratkan kemungkinan kenaikan biaya pinjaman lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang. Sinyal ini memperkuat posisi dolar AS dan membatasi ruang penguatan emas dalam jangka pendek.

Bagi investor emas, perhatian utama kini tertuju pada data inflasi AS berikutnya dan nada komunikasi pejabat The Fed. Jika tekanan inflasi mereda, ekspektasi kenaikan suku bunga bisa berkurang dan emas berpotensi kembali menguat.

Dampak ke Pasar Indonesia

Penguatan dolar AS terhadap emas global biasanya turut mempengaruhi harga emas domestik dan pergerakan rupiah. Investor ritel emas di Indonesia perlu mencermati kombinasi kurs dan harga spot dalam menentukan posisi beli atau jual.

Kenaikan suku bunga The Fed juga menjadi faktor eksternal yang membatasi ruang penurunan suku bunga Bank Indonesia. Ini berdampak pada imbal hasil obligasi dan daya tarik aset berdenominasi rupiah secara keseluruhan.

Sumber: idxchannel.com

Follow www.indragirione.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks