INDRAGIRIONE.COM — Penurunan ini menjadi yang terdalam sejak Juli lalu. Dalam pidato perdananya di konferensi tahunan Jackson Hole, Wyoming, Jumat waktu setempat, Warsh menegaskan target inflasi 2% adalah "target yang tegas dan tetap" yang harus dicapai para pembuat kebijakan.
Pidato Perdana Warsh Memicu Aksi Jual
Pasar merespons cepat pernyataan Warsh yang dianggap lebih agresif dari perkiraan. Dolar AS langsung menguat, membuat emas yang dihargakan dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga memicu aksi jual.Warsh juga menekankan bahwa suku bunga jangka pendek adalah instrumen utama untuk mencapai mandat ganda The Fed, yaitu stabilitas harga dan lapangan kerja penuh.
"Kebijakan nonkonvensional untuk mendorong aktivitas ekonomi mungkin sesuai untuk menghadapi krisis yang sebenarnya, tetapi di luar itu sebaiknya digunakan secara terbatas, jika memang perlu digunakan," ujarnya di Jackson Hole.
Spekulasi Kenaikan Suku Bunga Menguat
Komentar tersebut langsung mengubah ekspektasi pelaku pasar. Sebelumnya, banyak investor berspekulasi The Fed akan mulai memangkas suku bunga tahun ini. Kini, narasi berbalik menjadi potensi kenaikan suku bunga.Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil. Hal ini membuat aset safe haven tersebut kurang menarik dibandingkan obligasi pemerintah AS yang menawarkan yield.
Dolar Menguat, Emas Tertekan
Penguatan dolar menjadi pukulan tambahan bagi harga emas. Indeks dolar tercatat naik signifikan setelah pidato Warsh, memperpanjang tren pelemahan emas yang sudah berlangsung beberapa pekan terakhir.Harga emas sempat menyentuh level terendahnya sebelum ditutup di zona merah dengan penurunan 2,9%. Level ini menjadi titik terendah sejak gejolak pasar di bulan Juli.
Apa Artinya bagi Investor?
Bagi investor yang memegang emas sebagai lindung nilai, situasi ini menjadi pengingat bahwa kebijakan moneter AS tetap menjadi variabel utama pergerakan harga logam mulia. Pergerakan suku bunga The Fed akan terus menjadi penentu arah pasar dalam beberapa bulan ke depan.Ketidakpastian arah kebijakan moneter membuat volatilitas harga emas diprediksi masih akan tinggi. Investor disarankan mencermati data inflasi AS berikutnya serta sinyal dari pejabat The Fed lainnya untuk mengukur langkah selanjutnya. Investasi mengandung risiko.