INDRAGIRIONE.COM — Indeks Harga Saham Gabungan berpotensi masih rawan terkoreksi pada perdagangan awal pekan, Senin (21/9/2026), setelah ditutup melemah 0,33 persen ke level 6.441 pada Jumat lalu. Riset MNC Sekuritas menyebut IHSG berpeluang menguji kembali rentang support 6.290-6.370 seiring tekanan jual yang masih mendominasi. Meski demikian, selama indeks bertahan di atas 6.370, masih terbuka ruang penguatan menuju 6.541-6.581.
Tekanan jual yang membayangi IHSG sepanjang pekan lalu membuat indeks secara mingguan terpangkas 1,53 persen. Volume transaksi yang mengecil mengindikasikan pelaku pasar cenderung menahan posisi menjelang pekan baru. Riset MNC Sekuritas menilai kondisi teknikal indeks saat ini berada di bagian akhir wave iv dari wave (c) pada label hitam.
Level Support dan Resistance yang Perlu Dicermati
Berdasarkan kajian teknikal MNC Sekuritas, IHSG bergerak di antara support 6.279 dan 6.201, dengan resistance di 6.585 dan 6.633. Selama indeks mampu bertahan di atas 6.370, peluang menguat ke rentang 6.541-6.581 masih terbuka.
"Pada timeframe weekly, IHSG terkoreksi 1,53 persen dan masih didominasi tekanan jual dengan volume yang mengecil. Worst case, saat ini diperkirakan IHSG masih berada pada bagian dari wave iv dari wave (c) pada label hitam sehingga IHSG masih rawan menguji kembali 6.290-6.370," tulis Riset MNC Sekuritas.
BBCA Direkomendasikan Trading Buy di Rp6.100-Rp6.275
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi salah satu yang dicermati. BBCA ditutup terkoreksi 0,79 persen ke Rp6.300 dengan tekanan jual yang cenderung meningkat. Posisi harga saham bank swasta terbesar itu disebut sudah berada di bawah MA60 dan diperkirakan sedang berada di akhir wave (a) dari wave [y].
- Rekomendasi: Trading Buy
- Area entry: Rp6.100-Rp6.275
- Target harga: Rp6.475 dan Rp6.575
- Stoploss: di bawah Rp6.050
BULL Masih Menarik Dicermati dengan Strategi Buy on Weakness
PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) bergerak flat ke Rp390 dengan munculnya volume pembelian. Posisi saham pelayaran itu diperkirakan tengah berada di akhir wave C dari wave (B), sehingga masih berpeluang melanjutkan penguatan.
Strategi yang disarankan untuk BULL adalah buy on weakness, yakni mengakumulasi saham saat harga melemah ke area support. Pendekatan ini memberi ruang bagi investor untuk masuk di level yang lebih murah sebelum potensi rebound terjadi.
Sentimen yang Perlu Dicermati Investor Pekan Depan
Pergerakan IHSG pekan depan akan dipengaruhi oleh dinamika arus jual-beli asing serta respons pasar terhadap data ekonomi terbaru. Investor disarankan mencermati level support dan resistance secara disiplin, terutama jika indeks kembali menguji area 6.290-6.370.
Penggunaan stoploss menjadi krusial di tengah kondisi pasar yang masih rawan koreksi. Tanpa manajemen risiko yang ketat, potensi kerugian bisa membesar jika tekanan jual berlanjut menembus level support yang ada.