INDRAGIRIONE.COM — Bursa Efek Indonesia menyiapkan sejumlah produk exchange traded fund baru yang siap meluncur sebelum akhir 2026, didominasi ETF emas dan ETF multikelas. Antrean penerbitan itu muncul setelah dana kelolaan tujuh produk ETF emas yang sudah beredar mencapai Rp93,9 miliar hingga akhir Agustus 2026.
Kepala Unit Pengembangan Bisnis Produk Terstruktur BEI Pradapaningsih menyatakan pipeline penerbitan ETF di sisa tahun ini masih didominasi instrumen berbasis emas. Selain itu, ada pula penerbit yang bersiap menerbitkan ETF multikelas, kategori yang tergolong baru di pasar modal Indonesia.
"Pipeline penerbitan ETF setahu saya ada beberapa, tapi masih yang ETF emas. Kemudian kita juga akan ada penerbit yang akan menerbitkan ETF multikelas," kata Prada saat ditemui di BEI, Sabtu (19/9/2026).
Manajer Investasi Berebut Terbitkan ETF Emas
Prada menjelaskan permintaan terhadap ETF emas melonjak cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah manajer investasi telah menyatakan minat menerbitkan produk serupa untuk menangkap minat investor yang mengalihkan sebagian portofolio ke instrumen berbasis logam mulia.
"Permintaannya cukup tinggi kalau untuk emas. Jadi banyak manajer investasi yang memang mau menerbitkan produk itu. Aku enggak bisa disclose sih, tapi masih ada," tegasnya.
Meski begitu, BEI belum membuka jumlah pasti produk yang tengah mengantre dalam pipeline, baik untuk ETF emas maupun ETF multikelas. Prada hanya memastikan proses persiapan sejumlah manajer investasi sudah berjalan.
Dana Kelolaan ETF Emas Capai Rp93,9 Miliar
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan Hasan Fawzi mengungkapkan dana kelolaan tujuh produk ETF emas yang diterbitkan tujuh manajer investasi telah mencapai Rp93,9 miliar hingga akhir Agustus 2026.
"Sejak diluncurkan, hingga akhir Agustus ada 7 produk ETF emas yang diterbitkan 7 MI dengan dana kelolaan Rp93,9 miliar," kata Hasan.
Angka itu dihimpun sejak ETF emas pertama kali diluncurkan di BEI. Tujuh produk dari tujuh manajer investasi tersebut menandai tahap awal perkembangan instrumen investasi berbasis emas di pasar modal domestik, yang sebelumnya lebih banyak diakses lewat produk fisik atau perdagangan komoditas.
Apa Artinya bagi Investor
Penambahan produk ETF emas dan multikelas memberi investor ritel alternatif eksposur ke aset emas tanpa harus membeli logam fisik. ETF multikelas sendiri memungkinkan satu produk menampung beberapa kelas aset sekaligus, sehingga cocok bagi investor yang ingin diversifikasi dalam satu instrumen.
Bagi manajer investasi, antrean penerbitan ini menjadi peluang memperluas basis dana kelolaan di tengah persaingan produk reksa dana konvensional. Namun, besaran dana kelolaan ETF emas yang baru menyentuh Rp93,9 miliar menunjukkan instrumen ini masih dalam tahap pengembangan dan belum menjadi arus utama portofolio investor Indonesia.
BEI dan OJK belum merinci jadwal peluncuran masing-masing produk maupun target dana kelolaan hingga akhir 2026.