Pencarian

Sekolah Lapang Livelihood Digelar di Desa Tanah Merah

Selasa, 01 September 2026 • 07:24:00 WIB
Sekolah Lapang Livelihood Digelar di Desa Tanah Merah
Foto Bersama saat berlangsungnya Kegiatan Sekolah Lapang (Field School) Livelihood – Lot 2 di Desa Tanah Merah, Kecamatan Tanah Merah

INDRAGIRIONE.COM - PPIU Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) Riau bersama LPM EQUATOR menggelar Sekolah Lapang (Field School) Livelihood – Lot 2 di Desa Tanah Merah, Kecamatan Tanah Merah, pada 28–30 Agustus 2026. 

Kegiatan yang berlangsung selama Tiga hari ini dilaksanakan di Aula Kantor Desa Tanah Merah dan Sekretariat KTH Hijau Negeriku tersebut diikuti Ketua dan anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Hijau Negeriku.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kelompok dalam pengelolaan usaha, penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas produk, serta pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran.

Kepala Desa Tanah Merah, H. Martin, S.Pd., SD, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap pendampingan yang diberikan dapat membantu KTH Hijau Negeriku mengembangkan usaha secara mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

“Pelatihan dan pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan anggota dalam mengelola usaha, mengembangkan produk, serta memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran,” ujar H. Martin.

Salah satu materi utama disampaikan Saipudin Ikhwan, S.I.Kom., MA, dari BPC HIPMI Indragiri Hilir mengenai manajemen usaha kelembagaan kelompok dan digitalisasi pemasaran produk.

Selain materi manajemen, peserta juga mengikuti praktik pengolahan bakso ikan dan bakso ayam di Rumah Produksi Bakso KTH Hijau Negeriku. Praktik tersebut dipandu Dr. Rifni Novitasari, S.TP., MP, dari Universitas Dharma Andalas.

Peserta dibekali pengetahuan mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan adonan, pembentukan, perebusan hingga penerapan kebersihan, sanitasi, dan keamanan pangan.

Ketua KTH Hijau Negeriku, Andi Zaidul Khair, S.Kom., mengapresiasi pendampingan yang diberikan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bekal penting untuk memperkuat usaha kelompok, khususnya Rumah Produksi Bakso KTH Hijau Negeriku.

“Kami ingin usaha KTH Hijau Negeriku semakin tertata, mulai dari manajemen, proses produksi, kualitas produk, kemasan hingga pemasaran,” ujarnya.

Ke depan, KTH Hijau Negeriku berencana mengembangkan sejumlah varian baru, di antaranya bakso udang dan bakso daging, selain bakso ikan dan ayam yang telah dipraktikkan.

Dengan dukungan berbagai pihak, Sekolah Lapang Livelihood – Lot 2 diharapkan mampu mendorong KTH Hijau Negeriku menjadi kelompok yang semakin mandiri, inovatif, produktif, dan mampu meningkatkan nilai tambah potensi usaha lokal di Desa Tanah Merah.

Follow www.indragirione.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks