INDRAGIRIONE.COM — Pemerintah menyiapkan program "satu orang satu rekening" bagi 25 juta warga berpenghasilan terendah dengan anggaran Rp1,28 triliun dan setoran awal Rp50.000 per rekening, menurut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Warga berusia di atas 17 tahun yang masuk desil 1 atau 10% kelompok kesejahteraan terendah perlu tahu bahwa data penerima mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Nama penerima masih akan disaring lagi sebelum peluncuran akhir tahun.
Pelaksanaannya melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. atau BSI. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas inklusi keuangan bagi kelompok yang selama ini belum punya akses memadai ke layanan keuangan formal.
Besaran Bantuan dan Anggaran
Setiap penerima memperoleh satu rekening dengan setoran awal Rp50.000. Total anggaran program Rp1,28 triliun untuk 25 juta orang. Pemerintah belum merinci apakah ada biaya administrasi bulanan atau saldo minimum yang dibebankan ke pemilik rekening.
Airlangga menegaskan pembukaan rekening bukan tujuan akhir. Rekening itu nantinya dipakai agar penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran dan efisien.
"Kami akan dorong efektivitas program bantuan, efektif, jadi bukan hanya rekening," ujar Airlangga kepada awak media, dikutip Jumat (23/10/2026).
Siapa yang Berhak Menerima
Kriteria yang disebut pemerintah sejauh ini baru dua: usia di atas 17 tahun dan masuk desil 1, yaitu 10% kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah. Data penerima mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Airlangga memastikan daftar penerima masih akan disaring kembali. "Nanti difilter lagi," katanya. Artinya, masuk desil 1 belum otomatis membuat seseorang menerima rekening, karena pemerintah belum menetapkan kriteria penyaringan tambahan secara terbuka.
Cara Cek Status Penerima
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah belum mengumumkan kanal resmi untuk mengecek status penerima program satu orang satu rekening. Masyarakat disarankan memantau pengumuman resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan kanal BRI serta BSI.
Untuk program bantuan sosial lain yang memakai DTSEN, pengecekan biasanya dilakukan lewat cekbansos.kemensos.go.id atau aplikasi resmi Kementerian Sosial. Namun mekanisme itu belum dinyatakan berlaku untuk program rekening ini.
Jadwal Pencairan
Peluncuran dijadwalkan pada akhir tahun ini. Airlangga menyebut anggaran sudah tersedia dan tahap berikutnya tinggal peluncuran. "Anggaran sudah ada. Tinggal nanti di launching," ujarnya.
Belum ada keterangan resmi soal bulan pasti peluncuran, apakah rekening dibagikan serentak atau bertahap, serta bagaimana mekanisme pembukaan rekening di bank penyalur. Informasi lengkap dapat diakses melalui pengumuman resmi pemerintah dan kedua bank pelaksana.
Cara Mengajukan
Program ini tidak dibuka untuk pendaftaran mandiri. Penerima ditentukan berdasarkan DTSEN dan hasil penyaringan pemerintah, bukan lewat pengajuan perorangan. Warga yang merasa memenuhi kriteria tetap perlu menunggu daftar resmi sebelum mendatangi bank.
Pastikan data kependudukan di DTSEN sudah diperbarui melalui pemerintah desa atau kelurahan setempat. Data yang tidak mutakhir berisiko membuat warga terlewat dari penyaringan.
Waspadai Penipuan
Pemerintah belum membuka jalur pendaftaran, sehingga siapa pun yang menawarkan jasa "meloloskan" penerimaan rekening bisa dipastikan tidak resmi. Laporkan tawaran semacam itu ke kanal pengaduan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian atau call center BRI dan BSI.
Jangan menyerahkan data pribadi, foto KTP, atau mentransfer uang ke pihak yang mengaku sebagai petugas program. Pembukaan rekening dilakukan langsung di bank pelaksana tanpa biaya pendaftaran dari calo.