IHSG Berpeluang Lanjut Menguat ke 5.456, Analis Rekomendasikan BBRI dan BMRI
INDRAGIRIONE.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dengan peluang penguatan menuju rentang 5.456-5.564 pada perdagangan hari ini setelah ditutup di level 5.096, naik 0,79 persen pada sesi sebelumnya. Dua sekuritas besar kompak melihat ruang rebound, meski risiko koreksi dalam tetap terbuka jika indeks menembus level support krusial.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai IHSG masih berada pada wave (iv) dari wave [v], sehingga indeks berpeluang melanjutkan penguatan. Namun, ia memberi catatan tegas soal risiko pembalikan arah.
"Dalam skenario terbaik, IHSG berada pada wave (iv) dari wave [v] dan berpeluang menguat menuju 5.456-5.564. Namun, jika menembus 4.907, indeks berpotensi berbalik terkoreksi menuju 4.763-4.845," ujar Herditya dalam riset hariannya.
Untuk perdagangan hari ini, MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 5.012 dan 4.907, dengan resistance di 5.328 dan 5.460. Empat saham yang direkomendasikan adalah BBRI, ESSA, MAPA, dan PGEO.
Binaartha: Rebound Mulai Terlihat Setelah Tembus 5.123
Pandangan senada datang dari Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova. Menurutnya, IHSG mulai menunjukkan peluang rebound setelah menembus resistensi minor di level 5.123. Meski begitu, bayang-bayang pelemahan lebih dalam hingga di bawah 4.800 belum hilang.
"Potensi tren turun masih perlu diwaspadai, terutama jika IHSG menembus support krusial di level 4.972," ujar Ivan.
Binaartha memprediksi IHSG bergerak di level support 4.972, 4.895, dan 4.767, dengan resistance 5.418, 5.561, dan 5.716. Saham yang direkomendasikan adalah AMRT, BMRI, DEWA, dan INDF.
Modal Penguatan: 315 Saham Naik, Transaksi Rp 12,39 Triliun
Bekal teknikal IHSG memang cukup solid. Pada penutupan perdagangan Senin (2/11), indeks menguat 39,78 poin atau 0,79 persen ke level 5.096 dari sesi sebelumnya. Dari sisi breadth, 315 saham menguat, 285 terkoreksi, dan 118 stagnan.
Nilai transaksi tercatat Rp 12,39 triliun dengan volume 35,31 miliar saham yang diperdagangkan, mengutip data RTI Infokom. Angka ini menunjukkan likuiditas pasar masih terjaga di tengah fase konsolidasi.
Dua Level yang Wajib Dipantau Investor
Dari dua riset di atas, ada dua level harga yang layak dicermati. Di sisi bawah, level 4.907 (MNC) dan 4.972 (Binaartha) menjadi garis pertahanan. Penembusan ke bawah area itu membuka jalan koreksi lebih dalam, masing-masing ke 4.763-4.845 dan 4.767.
Di sisi atas, resistensi 5.328-5.460 menjadi pintu menuju target penguatan 5.456-5.564. Selama IHSG bertahan di atas support minor, skenario rebound masih berlaku.
BBRI hingga BMRI Masuk Daftar Pilihan
Dari sisi saham, rekomendasi kedua sekuritas menyasar nama-nama besar. MNC menyorot BBRI, ESSA, MAPA, dan PGEO. Binaartha memilih AMRT, BMRI, DEWA, dan INDF. Saham perbankan besar seperti BBRI dan BMRI muncul di dua daftar berbeda, sinyal bahwa sektor keuangan masih jadi buruan utama.
Catatan redaksi: artikel ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.