INDRAGIRIONE.COM — Menjadi orang tua memang tidak ada sekolahnya. Tantangan demi tantangan datang silih berganti, apalagi saat anak mulai masuk usia sekolah. Nilai akademik sering jadi patokan utama, padahal ada banyak aspek lain yang tak kalah penting untuk masa depannya.
Kesadaran inilah yang coba dibangun Sekolah Islam Athirah lewat Athirah Edu-Parents Program (AEP) Volume 2. Acara yang digelar pada 27–28 Agustus 2026 di Vasaka Hotel Makassar ini diikuti oleh para orang tua siswa. Tujuannya jelas: memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga.
Kenapa Parenting Tidak Bisa Berjalan Sendiri?
Direktur Sekolah Islam Athirah, Syamril, menegaskan bahwa pengasuhan anak tidak boleh hanya berfokus pada pencapaian akademik semata. Pendidikan harus menyiapkan anak menghadapi hidup dengan fondasi utuh, mulai dari iman dan takwa, kesehatan, kecerdasan, sampai kemampuan mengelola diri sendiri.
“Kegiatan edu-parent diadakan untuk membangun sinergi sekolah dan orang tua. Melalui AEP, orang tua diberi pembekalan tentang bagaimana agar anak menjalani hidup dengan benar melalui iman dan takwa,” kata Syamril.
Ia menambahkan, perhatian pada tumbuh kembang anak juga harus mencakup fisik dan psikologis. Pemahaman soal gizi, kemandirian, ketangguhan, dan kontrol emosi menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi anak. “Anak juga perlu bugar dan segar dengan ilmu gizi dan kecerdasan. Lalu anak yang tegar, mandiri, dan dapat mengontrol emosi,” ujarnya.
Bukan Cuma Soal Makan: Kehangatan Keluarga Itu Krusial
Perspektif kesehatan yang dibawakan pemateri Martira Maddeppungeng jadi sorotan menarik. Ia mengingatkan bahwa tumbuh kembang anak tidak hanya dipengaruhi nutrisi dan olahraga. Kualitas hubungan dalam keluarga serta lingkungan tempat anak tumbuh punya peran besar.
“Kebutuhan akan nutrisi, gizi yang baik, olahraga yang teratur, dia butuh juga kehangatan dari keluarga, ini yang penting. Banyak kan anak-anak yang mengalami kekerasan dalam keluarga, dibentak dan semacamnya. Jangan seperti itu karena bisa merusak otak anak. Yang tidak kalah penting adalah lingkungan, termasuk sekolah,” ucapnya.
Pernyataan ini relevan dengan kondisi banyak keluarga di Indonesia. Kesibukan orang tua sering bikin interaksi hangat dengan anak jadi terbatas. Padahal, bentakan atau kekerasan verbal sekecil apa pun bisa berdampak panjang pada perkembangan otak anak.
Materi Lengkap dari Gizi sampai Nilai Keislaman
AEP Volume 2 tidak tanggung-tanggung menghadirkan pemateri dari berbagai bidang. Muthmainnah Patarai membawakan materi pendidikan anak, Martira Maddeppungeng mengisi sesi kesehatan dan tumbuh kembang, Meisi B. Wulur memberikan materi kesehatan mental, dan Dimas Maryono memperkuat nilai-nilai keislaman.
Keempat perspektif ini sengaja dihadirkan agar orang tua memahami bahwa kebutuhan anak tidak bisa dilihat dari satu sisi saja. Pemenuhan fisik, mental, emosional, sosial, dan spiritual harus berjalan beriringan.
Salah satu orang tua siswa, Nur Apriyani, mengaku materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan pengasuhan sehari-hari, terutama soal nutrisi. “Materi yang dibawakan sangat menarik. Karena nutrisi yang saya ketahui sangat penting untuk tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Pendidikan Anak adalah Tanggung Jawab Bersama
Melalui AEP, Sekolah Islam Athirah ingin mengubah cara pandang bahwa pendidikan anak bukan hanya tugas guru di sekolah. Sekolah memang menyediakan lingkungan belajar, tapi keluarga punya peran kunci dalam membangun kebiasaan, karakter, dan suasana yang mendukung di rumah.
Dengan sinergi yang kuat, pendidikan di Athirah diarahkan bukan hanya pada nilai akademik. Tujuan akhirnya adalah membentuk pribadi yang beriman, sehat fisik dan mental, cerdas, tangguh, mandiri, serta mampu mengelola emosi dengan baik.
Untuk orang tua di mana pun berada, program seperti ini jadi pengingat bahwa mendampingi anak adalah pekerjaan yang butuh ilmu dan kolaborasi. Tidak perlu menunggu sekolah mengadakan acara serupa untuk mulai membangun komunikasi dengan pihak sekolah. Tanyakan perkembangan anak, konsultasikan tantangan di rumah, dan jadikan pendidikan anak sebagai perjalanan bersama.