INDRAGIRIONE.COM — Kabar ini muncul langsung dari panggilan investor relations yang dilaporkan oleh Autocar. Qingfeng menyatakan bahwa opsi V-6 hybrid akan memungkinkan Lotus mematuhi regulasi emisi global yang semakin ketat, "sambil mempertahankan DNA penting Lotus berupa rekayasa ringan dan dinamika berkendara ekstrem yang berfokus di sirkuit." Ini bukan sekadar strategi jualan—ini keputusan yang menentukan arah model flagship baru mereka yang dijadwalkan debut penuh pada 2028.
V-6 Hybrid: Jantung dari Emira yang Dirombak
Meskipun belum dikonfirmasi secara resmi, hampir bisa dipastikan V-6 yang dimaksud adalah unit hybrid yang sama dengan yang sedang disiapkan untuk Emira versi facelift. Powertrain tersebut terdiri dari mesin 3.0-liter turbocharged V-6 yang dipadukan dengan transmisi otomatis dan motor listrik terintegrasi.
Pada Emira, kombinasi ini dikabarkan menghasilkan tenaga hingga 536 HP dan torsi 516 lb-ft. Untuk Esprit, angka tersebut kemungkinan besar akan dinaikkan lagi untuk membedakan posisinya di atas Emira. Namun, perlu dicatat, ini masih spekulasi—Lotus belum merilis angka resmi untuk varian ini.
V-8 Hybrid 986 HP: Tetap Jadi Raja Tenaga
Bagi yang mencari performa puncak, V-8 hybrid tetap menjadi pilihan utama. Mesin ini diproduksi oleh Horse, perusahaan patungan antara Renault dan Geely (induk Lotus). Output gabungannya ditargetkan mencapai minimal 986 tenaga kuda, disalurkan melalui gearbox dual-clutch delapan percepatan.
Menariknya, meski memiliki jumlah silinder lebih banyak, Lotus memberikan perhatian serius pada pengurangan bobot powertrain ini. Ini sejalan dengan filosofi Chapman yang selalu mengutamakan bobot ringan daripada sekadar menambah tenaga mentah.
Posisi Strategis: Menjembatani Emira dan Evija
Qingfeng menjelaskan bahwa Type 135 akan mengisi celah antara Emira dan hypercar listrik Evija. "Type 135 akan mengisi celah antara Emira dan Evija, mempertahankan koneksi emosional yang dimiliki pemilik Emira dengan handling mekanis Lotus, sambil memanfaatkan teknologi hybrid V-8 untuk mendekati tolok ukur teknis yang ditetapkan oleh Evija," ujarnya kepada Autocar.
Ini adalah pernyataan yang menarik. Artinya, Esprit bukan sekadar Emira yang lebih bertenaga, melainkan mobil yang dirancang untuk menghadirkan sensasi berkendara analog yang lebih murni, namun dengan teknologi powertrain modern yang canggih.
Perubahan Rencana: Dari EV Murni ke Hybrid
Perlu diingat, Type 135 awalnya dirancang sebagai penerus listrik murni (EV) dari Emira. Namun, perubahan kondisi pasar global memaksa Lotus mengubah haluan. Keputusan untuk beralih ke hybrid—baik V-6 maupun V-8—adalah pengakuan bahwa permintaan pasar terhadap supercar listrik murni belum sekuat yang diperkirakan, terutama di segmen harga ini.
Yang Perlu Diperhatikan
- Harga: Dengan dua pilihan powertrain, harga Esprit dipastikan akan jauh di atas Emira. Jangan heran jika banderolnya menembus angka miliaran rupiah di Indonesia.
- Bobot: Meskipun Lotus berusaha keras menjaga bobot, sistem hybrid (baterai + motor listrik) tetap menambah beban. Pertanyaannya, seberapa besar pengorbanan bobot ini terhadap handling khas Lotus?
- Ketersediaan: Peluncuran resmi baru dijadwalkan pada 2028. Artinya, konsumen Indonesia masih harus menunggu beberapa tahun lagi, dan alokasi unit untuk pasar Asia Tenggara biasanya terbatas.
Verdict Awal
Keputusan Lotus untuk menawarkan dua varian hybrid adalah langkah pragmatis yang cerdas. V-6 untuk mereka yang menginginkan pengalaman berkendara ringan dan lincah, V-8 untuk mereka yang haus tenaga maksimal. Ini bukan sekadar mobil baru, ini pernyataan bahwa Lotus tetap setia pada akarnya—hanya saja, kini dengan soket listrik.