• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Karimun
    • Karimun
  • Lifestyle
  • Fokus Inhil
  • Peristiwa
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Desa
  • More
    • Mitra TNI
    • Mitra Polri
    • Advertorial
    • Nasional
    • Dunia
    • Opini
    • Sosbud
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks

Pilihan

  • +
Popda X Kepri Di Karimun Resmi Dibuka, Gubenur Ansar Sebut, Jadi Ajang Cetak Atlet Pelajar Berprestasi.
Dibaca : 180 Kali
Polres Karimun Ungkap Tiga Kasus Pencurian, Serta Amankan Dua Tersangka Kasus Narkotika Jenis Sabu.
Dibaca : 163 Kali
Upacara Peringatan HARGANAS Ke 33, Kajari Karimun Usung Tema", Ayah Wajib Hadir ".
Dibaca : 194 Kali
Sambut Aspirasi" Suara Anak" Bupati Iskandarsyah Kukuhkan Kepengurusan Forum Anak 2025 - 2027.
Dibaca : 324 Kali
HUT Bhayangkara Ke 80, Polres Karimun Gelar Upacara Tabur Bunga Kelaut.
Dibaca : 263 Kali

  • Home
  • Opini

Pentingnya Pendidikan Filsafat dalam Meningkatkan Kemampuan Penalaran

Indragirione

Ahad, 19 Januari 2020 23:08:06 WIB
Cetak
Habibullah. M.Pd

Indragirione.com,- Di dalam dunia pendidikan, peranan filsafat sangat penting karena kita dituntut untuk lebih berfikir secara rasional, karena filsafat itu sendiri merupakan cabang ilmu berupa pemikiran dalam pemecahan masalah.

Terdapat tiga masalah utama dalam ilmu filsafat yaitu, pertama; masalah keberadaan termasuk masalah kenyataan (Metaphysical) yang membicarakan sesuatu yang ada dan yang mungkin ada, kedua; masalah pengetahuan termasuk masalah kebenaran (Epistemologi) yang membicarakan tentang pengetahuan manusia, dan ketiga; masalah nilai (Aksiologis) membicarakan tentang tindakan dan prilaku manusia.

Menurut Immanuel Kant di dalam kerangka berfikir manusia terdapat dua jenis pemahaman yaitu pemahaman Apriori dan Aposteriori. Secara etimologis apriori berarti “dari hal yang lebih dulu” dan aposteriori adalah “dari hal yang kemudian”.

Kant menganggap perbedaan antara aposteriori dan apriori sebagai perbedaan antara apa yang berasal dari pengalaman dan apa yang tidak berasal dari pengalaman, atau apakah suatu konsep dapat dibuktikan kebenarannya dengan memberikan alasan atau tidak.

Perbedaan tersebut selanjutnya berkembang menjadi perbedaan antara pengetahuan empiris dan pengetahuan  nonempiris. Kemudian perbedaan tersebut juga berkembang menjadi perbedaan antara proposisi. Sebuah proposisi aposteriori adalah proposisi yang kebenarannya hanya bisa diketahui dengan merujuk pada pengalaman tertentu.

Sedangkan sebuah proposisi apriori adalah proposisi yang kebenarannya bisa diketahui terlepas dari pengalaman, tanpa pengalaman apapun kita bisa mengetahui proposisi tersebut. Hal ini berarti bahwa proposisi tersebut dapat dibuktikan kekeliruannya, tanpa harus merujuk pada pengalaman apapun. Kebenaran dari proposisi apriori diketahui hanya dengan mengkaji proposisi tersebut atau dengan kata lain kebenarannya dideduksikan dengan proposisi itu sendiri.

Pada diri manusia terdapat istilah yang disebut dengan “potensi”. Hal ini merupakan sebuah keistimewaan yang diberikan oleh Tuhan untuk dijaga dan dikembangkan agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Potensi pada diri manusia terbagi atas dua yaitu Takdir dan Ikhtiar, potensi takdir merupakan sebuah potensi yang telah ditetapkan oleh Tuhan jauh sebelum manusia lahir ke dunia ini. Sedangkan potensi ikhtiar adalah sebuah potensi yang dapat dicapai manusia melalui sebuah tindakan yang sebelumnya sudah disusun suatu rencana dalam bentuk sedemikian rupa untuk mencapai apa yang diharapkan.

Potensi yang dimiliki harus disesuaikan dengan konteks ruang dan waktunya agar tidak menjadi momok (hantu). Begitu juga ketika menjadi guru matematika, kita harus mampu membuat pembelajaran matematika menjadi pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa agar matematika itu sendiri tidak menjadi momok yang menakutkan.

Kekuatan dari pikiran merupakan modal utama manusia dalam membentuk tabiat atau tingkah laku. Namun, hal ini perlu dikontrol agar ketika berprilaku mempunyai tata cara dan adab yang sesuai dengan norma agama dan norma kesusilaan. Dengan berpedoman kepada kedua norma tersebut, maka kita akan menjadi orang yang bijaksana.

Orang timur mengartikan kata bijaksana apabila dia mampu memberi, sedangkan orang barat mengartikan bijaksana apabila dia mampu mencari. Maka dari itu sebenar-benarnya bijakasana adalah orang berilmu yang mampu membuat pilihan disertai dengan alasan yang rasional. 

Secara umum, setiap manusia memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Karakter merupakan jati diri yang telah diberi muatan sosial sehingga setiap manusia sudah sesuai dengan porsinya masing-masing, maka tidak akan bisa sama persis antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya.

Tugas kita sebagai guru adalah memberikan pendidikan yang bermuatan karakter kepada siswa karena pendidikan karakter mengandung suatu tindakan mendidik yang diperuntukkan bagi generasi selanjutnya.

Tujuan pendidikan karakter adalah untuk membentuk penyempurnaan diri individu dalam hal ini adalah siswa, yang dilakukan secara terus-menerus dengan melatih kemampuan diri demi menuju ke arah hidup yang lebih baik.



 Editor : Fathurrahman/Reporter : Fajar Satria

Berita Lainnya

  • +

Anggaran Ratusan Juta, Prestasi Inhil Tidak Memuaskan, Samino: Kegiatan MTQ Jangan Jadi Seremoni

Kuliah Daring Menjadikan Mahasiswa Kreatif di Masa Pandemi

Memilih Pasangan dan Pengaruhnya Terhadap Pendidikan Anak

Pancasila Sebagai Pemersatu Bangsa

PENDIDIKAN KARAKTER MUHAMMAD AL-FATIH KECIL

Membendung Kejahatan Dunia Maya: Urgensi Kebijakan Kriminal dalam Hukum Pidana Indonesia

Jalan Lintas Rengat-Tembilahan Jadi Salah Satu Titik Waspada Longsor

Bhabinkamtibmas Desa Sencalang Sambangi Kebun Cabai Warga

Membendung Kejahatan Dunia Maya: Urgensi Kebijakan Kriminal dalam Hukum Pidana Indonesia

Khairul: Pengaruh Hasil Pilkades 2021 Berdampak Arah Politik Pilkada Inhil ke Depan

Mengembalikan Peran dan Tanggung Jawab Orang Tua Masa Pandemi Covid-19

Naufal Faskal Rifai, Resmi Dilantik Sebagai Ketua Umum HMI Komisariat Hukum Unisi Cabang Tembilahan







Tulis Komentar



Terkini

  • +Indeks
Bhabinkamtibmas Desa Bakau Aceh Koordinasi Pendataan Lahan Jagung untuk Dukung Swasembada Pangan
03 Juli 2026
Bea Cukai Bengkalis Tindak 652 Unit iPhone dari Kapal Cepat MV Oceanna 5
03 Juli 2026
Sertu Suyanto Dampingi Musdes Pembentukan Tim Penyusunan RKPDesa
03 Juli 2026
Melalui Komsos, Serda Budiono Pantau Kondisi Masyarakat
03 Juli 2026
Sertu Hery Sutikno Bantu Petani Desa Bedahlawak Jemur Padi
03 Juli 2026
Koramil Kabuh Perkuat Sinergitas dengan Forkopimcam
03 Juli 2026
Serma Adwin Gencarkan Komsos di Kelurahan Kaliwungu
03 Juli 2026
47 Personel dan 1 PNS Polri Polres Indragiri Hilir Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Amanah untuk Tingkatkan Pengabdian
03 Juli 2026
Polsek Lirik Tanam Jagung Pipil Kuartal II di Desa Sungai Sagu Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional
03 Juli 2026
Polsek Lirik Tanam Jagung Pipil Kuartal II di Pasir Ringgit, Dukung Ketahanan Pangan 2026
03 Juli 2026

Trending

  • +Indeks
Ditjen Imigrasi Gandeng KPK untuk Benahi Instansi
Dibaca : 420 Kali
Satres Narkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran Narkotika, Sita 5.707 Butir Ekstasi dan Sabu
Dibaca : 302 Kali
Bhabinkamtibmas Desa Belaras Koordinasi Pendataan Lahan Jagung Dukung Swasembada Pangan
Dibaca : 204 Kali
Polsek Kateman Polres Inhil Resmikan Hasil Bedah Rumah, Wujud Kepedulian Polri pada Hari Bhayangkara ke-80
Dibaca : 225 Kali
Serda Lalu Dampingi Petani Tanam Tembakau
Dibaca : 201 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
IndragiriOne.com ©2019 | All Rights Reserved By Delapan Media