• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Karimun
    • Karimun
  • Lifestyle
  • Fokus Inhil
  • Peristiwa
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Desa
  • More
    • Mitra TNI
    • Mitra Polri
    • Advertorial
    • Nasional
    • Dunia
    • Opini
    • Sosbud
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks

Pilihan

  • +
Kantor Imigrasi Karimun, Gelar Sosialisasi TPPO Ke Masyarakat Desa Pangke.
Dibaca : 205 Kali
Imigrasi Karimun Gelar Sosialisasi Pencegahan TPPO Ke Masyarakat Desa Pangke.
Dibaca : 216 Kali
Antisipasi Kerawanan Kamtibmas Samapta Polres Karimun Gelar Patroli Perintis Presisi
Dibaca : 171 Kali
DLH Karimun Gelar Sosialisasi Pembayaran Retribusi Jasa Layanan Kebersihan Non Tunai.
Dibaca : 225 Kali
Bupati Iskandarsyah Sebut Inflasi Karimun Terentah Di Kepri
Dibaca : 340 Kali

  • Home
  • Riau
  • Pekanbaru

Pekanbaru Siap Menjadi Ujung Tombak Menuju Kota Megapolitan Pekansikawan

Indragirione

Kamis, 07 April 2022 22:04:17 WIB
Cetak
Kota Pekanbaru siap menjadi “ujung tombak” mewujudkan Kota Megapolitan Pekansikawan.

INDRAGIRIONE.COM, PEKANBARU - Kota Pekanbaru mengklaim siap menjadi “ujung tombak” mewujudkan Kota Megapolitan Pekansikawan (Pekanbaru-Siak-Kampar-Pelalawan). Dengan sejumlah potensi yang ada, Kota Pekanbaru diprediksi akan tumbuh dan berkembang menjadi gerbang perdagangan. Masterplan pun telah disiapkan untuk mengarahkan pembangunan menuju kota kelas dunia.

Dalam satu wawancara beberapa waktu lalu, Walikota Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT menegaskan tentang masterplan yang telah disiapkan itu, meski dirinya kini berada di penghujung masa kepemimpinan. Ia memastikan bahwa setiap pembangunan yang diprogramkan di ibukota Provinsi Riau ini akan mengacu pada Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang telah disusun dan disahkan.

Lewat perencanaan yang matang dan mengacu pada RDTR serta RTRW, Firdaus berharap pembangunan Pekanbaru kedepannya bisa berkelas dunia. Dengan kata lain, kota yang membangun berdasarkan indikator-indikator sebuah negeri yang maju.

Untuk diketahui, menurut Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, kawasan Megapolitan adalah kawasan yang terbentuk dari 2 (dua) atau lebih kawasan Metropolitan yang memiliki hubungan fungsional dan membentuk sebuah sistem.

Konsep megapolitan sendiri bermakna adanya pemerintahan yang merupakan representasi dari sebuah kota (yang sangat) besar. Megapolitan sebagai sebuah usulan tingkatan pemerintahan, bukan karena semata-mata peningkatan kualitas pelayanan publik, tetapi karena adanya kenyataan bahwa sebuah kota telah berkembang sangat dahsyat, membengkak secara fisik dan demografis, memiliki kegiatan (terutama ekonomi) yang sudah berdampak luas dan dengan skala yang sangat besar.

Dengan demikian konsep ini bertujuan utama menghindari akibat buruk dari membengkaknya sebuah kota. Sedangkan kualitas pelayanan publik yang diberikan sangat tergantung dari manajemen Megapolitan yang dijalankan.

Berdasarkan keterangan di atas, jelas konsep Kota Megapolitan sangat layak dilekatkan dalam konsep pembangunan Pekansikawan atau Pekanbaru, Siak, Kampar dan Pelalawan. Disamping telah berkembang menjadi sebuah Metropolitan, kawasan Pekansikawan digadang-gadang juga akan tumbuh menjadi salah satu pusat kegiatan nasional dan memberi pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi regional khususnya di wilayah Sumatera.

Kerjasama ini bertujuan untuk peningkatan efisiensi dan efektifitas pelayanan publik, percepatan pengembangan daerah perbatasan, pengelolaan potensi daerah dengan saling menguntungkan demi kepentingan masyarakat. Serta bertujuan untuk peningkatan kualitas pelayanan publik yang efektif dan efisien di wilayah Pekansikawan yang memiliki penduduk mencapai 2,3 juta jiwa.

Pekansikawan adalah kerja sama regional untuk percepatan pertumbuhan kawasan dalam pembangunan kota yang modern, melalui konsep smart city atau kota pintar, liveable city atau kota layak hidup, dan greencity. Sebagai pemimpin kota yang baik, Walikota Pekanbaru telah memikirkan pertumbuhan regional, karena ketika Kota Metropolitan berkembang, tentu akan membutuhkan kerja sama dari wilayah atau kabupaten sekitarnya.

Disamping itu juga usaha mengintegrasikan lingkungan ke dalam pengambilan keputusan ekonomi sangat penting untuk pertumbuhan cerdas. Kota harus berinvestasi dalam infrastruktur dalam membangun sumber daya manusia dan pelayanan agar masyarakat bisa hidup dengan layak berkualitas, efektif dan efisien.

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru sudah menggagas Kota Metropolitan Pekansikawan ini sejak 2016 lalu. Gagasan itu terwujud pada 2019 bersama 20 kawasan metropolitan lainnya di Indonesia. Saat ini, akses ke Pekansikawan telah dibuka. Masyarakat di daerah hinterland Pekansikawan saat ini telah dimudahkan, begitu juga sebaliknya.

Dari akses transportasi, skema KPBU SPAM,  pendidikan, dan fasilitas kesehatan yang telah bisa dinikmati oleh masyarakat di daerah hinterland Pekansikawan. Dimulainya pelaksanaan konektivitas moda angkutan darat dengan adanya rencana operasi angkutan massal Aglomerasi Pekansikawan menjadi salah satu bukti konkret. Rutenya, Terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS)-Simpang Sei Pinang, Terminal BRPS-Rimbo Panjang, Terminal BRPS-Marpoyan (via Kubang Raya), Stadion Rumbai-Minas, dan Pasar Tangor-Simpang Beringin.

Selain itu, dengan telah dimulainya sistem KPBU SPAM Kampar-Pekanbaru. Desa Kualu, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, menjadi salah satu lokasi terwujudnya gagasan sang Walikota Pekanbaru Firdaus saat masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) mengenai Sistem Penyediaan Air Minum atau SPAM.  

SPAM regional lintas Pekanbaru dan Kampar merupakan salah satu agenda pembangunan kawasan Metropolitan Pekansikawan. Artinya, proyek ini didukung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, Pemko Pekanbaru, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar.

Dari sektor pendidikan pun telah dimulai. Ini ditandai dengan beberapa sekolah milik Pemko Pekanbaru yang diisi oleh murid-murid dari daerah penyangga. Sedangkan di sektor kesehatan ditandai dengan beberapa faskes yang turut mengakomodir masyarakat di daerah penyangga Pekansikawan.

Menuju Megapolitan Pekansikawan

Dengan posisi wilayah yang sangat strategis, Kota Pekanbaru siap menjadi ‘ujung tombak’ untuk mewujudkan kawasan Pekansikawan dari Metropolitan menjadi Megapolitan. Berada tepat di tengah Provinsi Riau dan di jantung pulau Sumatera, Pekanbaru dikelilingi daerah yang kaya dengan sumber daya alam. Pekanbaru juga berada pada jalur lintas timur Sumatera, dan sekaligus berfungsi sebagai pintu gerbang Indonesia bagian barat menuju kawasan Asia, Amerika dan Eropa. Sehingga tidak salah jika kini Pekanbaru menjadi kota harapan baru di negara Republik Indonesia.

Kesiapan yang disampaikan itu juga bukan sekedar mimpi, namun kerja nyata dengan memberi bukti. Kota Pekanbaru sendiri sekarang telah berkembang dengan sangat pesat. Dalam 10 tahun terakhir, Pekanbaru bahkan telah menjelma sebagai magnet pertumbuhan dan menjadi lambang semangat serta ambisi dari sebuah kota yang terus bergerak maju dalam mewujudkan sebagai pusat bisnis dan investasi di Indonesia.

Dengan posisi yang strategis dari aspek geografis dan ekonomi, Kota Pekanbaru kini merupakan salah satu wilayah yang diharapkan bisa menjadi gerbang perdagangan Indonesia bagian barat. Selain itu, kota yang pada awalnya bernama Pekan Baharu ini menjadi koridor pusat ekonomi yang direncanakan dalam dokumen Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), bersama dengan koridor Batam.

Semua pencapaian itu tak terlepas dari duet Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru, Dr H Firdaus ST MT dan H Ayat Cahyadi SSi. Di tangan mereka potensi itu “dieksekusi” dengan baik. Semua potensi yang ada disinergikan dengan Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 1 tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Pekanbaru Tahun 2005-2025, serta RPJMD Kota Pekanbaru Tahun 2012-2017. Sehingga dirumuskanlah Visi dan Misi Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Pekanbaru tahun 2017-2022 sesuai dengan visi dan misi Walikota-Wakil Walikota Pekanbaru, yakni: “Terwujudnya Pekanbaru Sebagai Smart City yang Madani”.

Demi meraih visi dan misi itu, Pemko Pekanbaru sendiri menerapkan enam pilar sebagai indikator untuk mewujudkan konsep smart city. Yakni smart government, smart people, smart environtment, smart economy, smart mobility, dan smart living.

Menurut Firdaus kepada awak media beberapa waktu lalu, pilar smart government menjadi salah satu indikator penting bagi kota pintar yang mengharuskan adanya beberapa aspek penting dalam pemerintahan. Tiga aspek utama dalam smart governance adalah penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam pemerintahan, mewujudkan transparansi dan keterbukaan data, serta merumuskan kebijakan sesuai dengan kebutuhan warga.

Sementara itu, smart people berarti penduduk kota yang dapat dikatakan smart. Tidak hanya mengacu pada kualifikasi edukasi seseorang, tapi juga kualitas interaksi sosial yang terbentuk. “Pembentukan kota cerdas tidak terlepas dari smart society atau masyarakat yang cerdas. Penggunaan teknologi dalam kehidupan masyarakat sehari-hari bukan merupakan satu-satunya syarat untuk penerapan sebuah kota pintar,” tuturnya ketika itu.

Untuk smart living, Pemko Pekanbaru juga memiliki konsen bagaimana masyarakat mendapatkan sarana dan prasarana kesehatan dengan membangun rumah sakit rujukan madani. Kemudian juga membangun Puskesmas Rawat Inap yang berlokasi di pusat kota. Puskesmas ini juga disebut puskesmas pariwisata. Disamping itu juga memberikan kemudahan izin di investasi sektor kesehatan seperti rumah sakit, klinik 24 jam, klinik bersalin, laboratorium.

“Namun demikian, perlu disadari bahwa itu hanya di hilir saja. Sementara perlu juga strategi untuk mengelola hulunya yaitu kualitas lingkungan. Kualitas lingkungan itu berkontribusi 40% terhadap kesehatan masyarakat, kemudian gaya hidup sebesar 30%, pelayanan medis 20% dan genetic 10%,” terangnya lagi.

Pada sisi lain, ikhitiar untuk menjadikan Kota Pekanbaru lebih kompetitif melalui peluang baru yang disediakan oleh desentralisasi, dan mempersiapkan strategi pembangunan yang memberikan dampak luas terhadap ekonomi, investasi dan sosial. Ini menjadi bagian penting dalam menuju kota yang dicintai oleh warganya.

“Upaya tersebut juga telah mendorong manajemen publik yang lebih efektif dan efisien serta meningkatkan tata kelola Pemerintah Kota Pekanbaru dalam pemberian layanan termasuk dengan hadirnya Mal Pelayanan Publik atau MPP. MPP adalah sebuah terobosan dalam pelayanan Pemerintah Kota Pekanbaru yang terintegrasi dan terpadu,” ulasnya.

Selain itu, penekanan ditempatkan pula pada pentingnya melibatkan pemangku kepentingan yang berbeda, yang akan mengarah pada analisis terpadu masalah perkotaan. Oleh karena itu, solusi terpadu menyangkut isu-isu terkait seperti kelestarian lingkungan perkotaan dan peran teknologi informasi modern menjadi sangat penting.

Firdaus menambahkan, pertumbuhan penduduk yang terus melaju pesat juga menjadi modal utama bagi Pemko Pekanbaru untuk memoles ide menutupi kekurangan sumber daya alam yang dimiliki. Berdasarkan catatan statistik, pertumbuhan penduduk Kota Pekanbaru sebesar 4,5% per tahun dengan komposisi penduduk yang heterogen, multietnik dan multiagama. Jumlah penduduk tercatat sebanyak 1,136,557 jiwa pada malam hari dan 1,4 juta jiwa pada saat siang hari.

"Bagi kami (Firdaus-Ayat, red), sebagai tahapan awal untuk mencapai masyarakat madani dilakukan dengan perubahan cara berfikir dan berperilaku melalui revolusi mental, membangun masyarakat berakhlak mulia, berkarakter dan berkualitas. Revousi mental merupakan gerakan perubahan dalam menciptakan masyarakat yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing melalui peningkatan akhlak, pembentukan karakter dan kualitas masyarakat atau gerakan menciptakan masyarakat madani,” tuturnya.

Selain itu, unsur yang semakin menegaskan diri bahwa Pekanbaru siap menyongsong Megapolitan Sikawan adalah dengan ditetapkannya Kota Pekanbaru sebagai daerah yang memiliki daya saing sangat tinggi oleh Badan Riset Nasional (BRIN) pada tahun 2021. Nilai Indeks Daya Saing Kota Pekanbaru tahun 2021 dari keempat aspek yang diukur adalah 3,757, dengan rincian masing-masing aspek adalah Aspek Ekosistem Inovasi sebesar 3,94, Aspek Penguat/Enabling Environtment sebesar 3,21, Aspek Sumber Daya Manusia/Human Capital sebesar 4,00 dan Aspek Pasar sebesar 3,88.

Dan perlu menjadi catatan juga bahwa Pekanbaru merupakan kota dengan perputaran uang tertinggi di luar pulau Jawa, serta merupakan kota tujuan investasi nasional selama lebih kurang 8 tahun berturut-turut. (Adv)




Berita Lainnya

  • +

Hari Ketiga Lomba, 6 Cabang Kafilah Kampar Tampil di Final

Dukun Ngaku Bisa Gandakan Uang, Pemilik Kosan Ketipu 300 Juta

Adik Julia Perez akan Diperiksa Terkait Kasus Prostitusi Online Vanessa Angel

Tindak Tegas Perusakan Hutan, Polda Riau Tegaskan Komitmen Green Policing

Antispiasi Kemacetan Puncak Arus Balik Libur Idul Fitri, Semua Loket Pintu Tol di Riau Dibuka

Pemkab Inhil Dinobatkan Sebagai Badan Publik “Cukup Informatif”, Bupati Wardan Terima KI Riau Award 2019

Kepala Daerah yang Ingin Berkampanye Harus Cuti

Tiang Fiber Optik Tumbang di Jalan Rindang, Pemko Pekanbaru Tegur Operator Telekomunikasi

Babinsa Koramil Batang Tuaka, Serda Ahmad Sidik Sosialisasi Karhutla di Desa Kuala Seibatu

Sharing Together Bersama Dosen Universitas Jambi

Satgas Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 106 Kodim 0314/Inhil Terus Gesa Pembangunan Jembatan

Kasat Lantas Himbau Pengguna Jalan Agar Taat Aturan Berlalu Lintas







Tulis Komentar



Terkini

  • +Indeks
BUMDes Mianggul Gemilang Lakukan Pemupukan Tahap Kedua Jagung 1 Hektare Dukung Ketahanan Pangan Desa Limau Manis
20 Mei 2026
Polsek Tembilahan Hulu Cek Persiapan Lahan Jagung Kuartal II di Dusun Sungai Buluh
20 Mei 2026
Polsek Tembilahan Hulu Cek Lahan Jagung Kuartal II Dukung Swasembada Pangan di Desa Pekan Kamis
20 Mei 2026
Sidang Narkotika, Sindi dan Mantan Polisi Divonis Berbeda
19 Mei 2026
Polsek Tembilahan Hulu Update Pertumbuhan Jagung Dukung Program Asta Cita Ketahanan Pangan
19 Mei 2026
Prapid Parlindungan Hutabarat Ditolak, Hakim Nyatakan Penetapan Tersangka Sesuai Prosedur
19 Mei 2026
Danramil Plandaan Dampingi Kapolres Jombang Panen Raya Jagung di Desa Plandaan
19 Mei 2026
Sertu Choiri Syaifudin Lakukan Komsos dengan Petani Kangkung
19 Mei 2026
Babinsa Koramil Megaluh Selesaikan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni
19 Mei 2026
Serda Sumanto Komsos dengan Perangkat Desa Alang-Alang Caruban
19 Mei 2026

Trending

  • +Indeks
GEMARI Desak Agrinas Evaluasi Pemenang KSO di Kebun sawit Putat Diduga Picu Kegaduhan di Tengah Masyarakat Desa Putat
Dibaca : 549 Kali
Dinas Pertanian Inhil Imbau Petani Tidak Mudah Terpengaruh Isu Saat Harga Kelapa Turun
Dibaca : 425 Kali
Permohonan Ditolak, Gugatan Praperadilan Warga Selatpanjang Kandas
Dibaca : 269 Kali
Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Gelombang 3 di Batang Tuaka Capai 20 Persen
Dibaca : 450 Kali
Polsek Tempuling Turun ke Lahan, Jagung Desa Teluk Jira Jadi Simbol Semangat Swasembada Pangan
Dibaca : 362 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
IndragiriOne.com ©2019 | All Rights Reserved By Delapan Media