• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Karimun
    • Karimun
  • Lifestyle
  • Fokus Inhil
  • Peristiwa
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Desa
  • More
    • Mitra TNI
    • Mitra Polri
    • Advertorial
    • Nasional
    • Dunia
    • Opini
    • Sosbud
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks

Pilihan

  • +
Kantor Imigrasi Karimun, Gelar Sosialisasi TPPO Ke Masyarakat Desa Pangke.
Dibaca : 197 Kali
Imigrasi Karimun Gelar Sosialisasi Pencegahan TPPO Ke Masyarakat Desa Pangke.
Dibaca : 209 Kali
Antisipasi Kerawanan Kamtibmas Samapta Polres Karimun Gelar Patroli Perintis Presisi
Dibaca : 163 Kali
DLH Karimun Gelar Sosialisasi Pembayaran Retribusi Jasa Layanan Kebersihan Non Tunai.
Dibaca : 221 Kali
Bupati Iskandarsyah Sebut Inflasi Karimun Terentah Di Kepri
Dibaca : 334 Kali

  • Home
  • Opini

Integrasi Sains Dan Islam Dalam Pembelajaran

Indragirione.com

Sabtu, 24 Desember 2022 20:57:52 WIB
Cetak
Susilawati, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jenjang Doktor FKIP Universitas Riau

Menurut Zarkasih et.al. (2017) paling tidak ada ada empat model yang dapat dijadikan pilihan dalam mengintegrasikan ilmu dengan agama, yaitu: 

1. Integrasi materi

Menurut Kadar (2007) Integrasi materi yaitu menggabungkan materi pembelajaran sains dengan pandangan Alquran atau sunnah mengenai materi tersebut, baik dalam penyusunan kurikulum atau silabus maupun dalam penyajiannya di kelas. Di samping itu, pada peringkat penentuan mata kuliah, ditambahkan pula bidang studi kajian-kajian keislaman. 

Model integrasi seperti ini menuntut tenaga pendidik mampu menggali dan memahami nas-nas syar`i baik Al-quran maupun Hadis yang relevan dengan materi keilmuan yang diajarkan. Dalam pembelajaran, seorang pendidik tidak hanya menyampaikan materi yang berkaitan dengan bidang keilmuannya, dia juga dituntut menyampaikan ayat Alquran atau Hadis yang relevan dengan materi yang diajarkan itu. Sehingga kedua materi kuliah, ilmu dan agama, benar-benar terpadu. Misalnya. Dalam mengajarkan materi tentang konsep rotasi dan revolusi bumi dapat dikaitkan dengan ayat alqur’an tentang siang dan malam, diantaranya QS. Al-Mu’minun ayat 80, yang artinya Dan Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dialah yang (mengatur) pertukaran malam dan siang. Maka apakah kamu tidak memahaminya? dan QS. Al-An’am ayat 96, yang artinya Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Kedua ayat ini menjelaskan dampak dari rotasi dan revolusi bumi yaitu terjadinya siang dan malam, serta penghitungan penanggalan.

Namun, kesulitan mengadopsi model ini terletak pada kemampuan pemahaman dan merujuk ayat-ayat atau Hadis yang sesuai. Di samping itu, persoalannya juga tidak semua teori ilmu pengetahuan itu dapat dicari padanannya dengan perbincang Alquran maupun Hadis. Bidang kajian-kajian keislaman perlu ditambahkan dalam penggunaan model integrasi ini, sebab tidak semua materi kajian keislaman dapat diintegrasikan langsung dengan ilmu sosial dan eksakta, seperti kajian fiqih. 

Pada umumnya, kajian keislaman yang dapat dipadukan dengan ilmu-ilmu sosial dan eksak adalah akidah dan akhlak. Karena perbincangan A-lquran atau Sunnah Nabi yang berkaitan dengan alam dan fenomena yang terjadi padanya lebih fokus pada penanaman keimanan. Teori-teori ilmiah yang sampaikan dalam pembelajaran di kelas dapat memperkokoh keimanan itu.  

2. Integrasi dalam perumusan tujuan pembelajaran dan perpaduan penjelasan materi dengan akidah tauhid. 

Mahasiswa atau siswa tidak hanya diarahkan kepada penguasaan pengetahuan dan keterampilan, yang berkaitan dengan materi sains yang mereka pelajari, tetapi juga diarahkan kepada penanaman dan perkembangan iman dalam jiwa mereka melalui materi tersebut. Integrasi model kedua ini tidak menuntut para pendidik harus menguasai ayat atau Hadis yang relevan dengan materi yang dia ajarkan. Pendidik hanya dituntut dapat menjelaskan sisi-sisi keimanan dan akhlak mulia yang berkaitan dengan materi yang diajarkan. Pada hakikatnya, semua materi yang dijarkan di kelas tidak terpisah dari tauhid dan akhlak mulia. Untuk melihat dan memahami relevansi keimanan dan akhlak mulia dengan materi kuliah yang disampaikan di kelas, dosen dituntut memahami dan menghayati hakikat ilmu menurut perspektif Islam. Misalnya. dalam mempelajari konsep tentang ciri-ciri makhluk hidup yang salah satunya adalah bernapas. Maka, seorang pendidik dapat mengajukan pertanyaan apa bukti bahwa manusia bernapas? Dan apa yang terjadi jika hidung kita tersumbat, pengaruhnya terhadap pernapasan?. Dari jawaban pertanyaan ini dengan bukti melalui percobaan yang dilakukan, pendidik dapat mengaitkan nilai keislaman yang dapat menguatkan akidah, bahwa Allah yang mahas pengasih dan penyayang memberikan nikmat berupa bernapas yang kita rasakan setiap detiknya, tanpa harus membayar.   

3. Integrasi dengan mengkritik teori-teri ilmiah yang bertentangan dengan ajaran pokok Islam.

Integrasi juga dapat dilakukan dengan cara mengkritik teori-teori ilmu pengetahuan yang diajarkan apabila bertentangan dengan hukum normatif Islam atau bertentangan dengan akidah dan akhlakul karimah. Walaupun teori itu tetap diajarkan, namun para siswa mengetahui sisi kelemahannya dari sudut pandangan Islam. Dan yang paling penting lagi disampaikan kepada para siswa dalam rangka integrasi sains dan Islam adalah teori atau penemuan para saintis muslim sebagai dasar dan pondasi perkembangan sains pada zaman modern ini, termasuk perkembangan sains di Barat dan Eropa. Hal itu dapat dilakukan dengan mengambarkan sisi kelemahannya dan memperlihatkan perspektif Islam mengenainya. Hal ini, misalnya, dapat dilihat dalam teori-teori ekonomi ribawi dan teori-teori sains lainnya. Dengan demikian, walaupun dosen tidak dituntut mencari dan menguasai ayat atau hadis yang berkaitan dengan materi yang diajarkan, namun pendidik diminta agar memiliki wawasan keislaman yang agak mapan. Sebab, dia tidak mungkin mampu mengritik teori yang kontradiktif dengan ajaran Islam tampa memiliki wawasan yang baik tentang keislaman. Wawasan yang dimaksud meliputi dua hal, yaitu wawasan yang berkaitan dengan keimanan dan syari`ah. 

4. Integrasi dengan menambahkan bidang studi kajian-kajian keislaman saja

Model inilah yang banyak di adopsi oleh sekolah-sekolah Islam terpadu, termasuk Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Walaupun juga tidak dipungkiri, ada juga sekolah Islam terpadu dan madrasah yang menggunakan model pertama atau kedua. Penulis berpandangan, pada hakikatnya model ketiga ini bukanlah integrasi. Sebab, penyajian materi ilmu sosial dan eksak tidak benar-benar terpadu dengan keimanan. Tenaga pendidik murni mengajarkan materi ilmu tanpa melihat relevansinya dengan pandangan Islam. Bahkan, model ini bisa menimbulkan pemahaman yang kontradiktif bagi siswa. Mungkin, saja suatu materi ilmu sosial yang diajarkan itu, misalnya, bertentangan dengan kajian normatif Islam. Dalam pembelajaran, materi itu tidak dikritik oleh pendidik. Kemudian pendidik lain mengajarkan materi ajar kajian normatif Islam yang bertentangan dengan materi lainnya. Seperti pandangan kapitalis dan sosialis dalam mata pelajaran ekonomi, kemudian diajarkan pula fiqih mu`amalah. Hal ini jelas menimbulkan pemahaman yang kontradiktif di dalam pikiran para siswa.


Halaman :
  • <
  • 1
  • 2
  • 3
  • >




Berita Lainnya

  • +

Kemerdekaan Pers di Tanah Air, Antara Kenyataan dan Ilusi

Edi Tegaskan Tim Pemda Segera Selesaikan Permasalahan Masyarakat dengan PT. THIP Pelangiran

Manajemen Pendidikan di Era New Normal (Kerjasama Orang Tua dan Pendidik)

Pancasila, Perempuan, dan Tugas Yang Diembannya

Jalan Lintas Rengat-Tembilahan Jadi Salah Satu Titik Waspada Longsor

Peranan Keluarga dalam Pendidikan Anak di Masa New Normal

Dalam Sehari, Air Laut 3 Kali Minta Sama Allah untuk Menghabisi Manusia

Pendidikan Adalah Perjuangan Indah Untuk Dikenang Dan Harapan Besar Dimasa Depan

Bangkit dan teruskan perjuangan para pahlawan

Gila! 5 Bangunan Ini Klaim Bisa Bertahan Saat Hari Kiamat

Hari Kartini 21 April: Kartini Sang Pendidik Sejati

Milenial Dan Perannya Dalam Pemberantasan Korupsi di Kehidupan Bermasyarakat







Tulis Komentar



Terkini

  • +Indeks
Polsek Tembilahan Hulu Update Pertumbuhan Jagung Dukung Program Asta Cita Ketahanan Pangan
19 Mei 2026
Prapid Parlindungan Hutabarat Ditolak, Hakim Nyatakan Penetapan Tersangka Sesuai Prosedur
19 Mei 2026
Danramil Plandaan Dampingi Kapolres Jombang Panen Raya Jagung di Desa Plandaan
19 Mei 2026
Sertu Choiri Syaifudin Lakukan Komsos dengan Petani Kangkung
19 Mei 2026
Babinsa Koramil Megaluh Selesaikan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni
19 Mei 2026
Serda Sumanto Komsos dengan Perangkat Desa Alang-Alang Caruban
19 Mei 2026
Wujud Kemanunggalan TNI-Rakyat, Serka Soli Gelar Karya Bakti Pasang Paving Block
19 Mei 2026
Serka Khoirul Anam Dampingi Pemakaman Warga Desa Sentul
19 Mei 2026
Babinsa Koramil Kabuh Komsos dengan Perangkat Desa Kedungjati
19 Mei 2026
Koramil Jombang dan Warga Gotong-Royong Bangun Rumah Tidak Layak Huni
19 Mei 2026

Trending

  • +Indeks
Modal Nekat Kangkangi Berita Acara DPRD, PT Agrinas & KSO Terobos Kebun Masyarakat Berujung Diusir Massa!
Dibaca : 236 Kali
GEMARI Desak Agrinas Evaluasi Pemenang KSO di Kebun sawit Putat Diduga Picu Kegaduhan di Tengah Masyarakat Desa Putat
Dibaca : 526 Kali
Dinas Pertanian Inhil Imbau Petani Tidak Mudah Terpengaruh Isu Saat Harga Kelapa Turun
Dibaca : 417 Kali
Permohonan Ditolak, Gugatan Praperadilan Warga Selatpanjang Kandas
Dibaca : 262 Kali
Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Gelombang 3 di Batang Tuaka Capai 20 Persen
Dibaca : 446 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
IndragiriOne.com ©2019 | All Rights Reserved By Delapan Media