• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Karimun
    • Karimun
  • Lifestyle
  • Fokus Inhil
  • Peristiwa
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Desa
  • More
    • Mitra TNI
    • Mitra Polri
    • Advertorial
    • Nasional
    • Dunia
    • Opini
    • Sosbud
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks

Pilihan

  • +
Kantor Imigrasi Karimun, Gelar Sosialisasi TPPO Ke Masyarakat Desa Pangke.
Dibaca : 199 Kali
Imigrasi Karimun Gelar Sosialisasi Pencegahan TPPO Ke Masyarakat Desa Pangke.
Dibaca : 211 Kali
Antisipasi Kerawanan Kamtibmas Samapta Polres Karimun Gelar Patroli Perintis Presisi
Dibaca : 165 Kali
DLH Karimun Gelar Sosialisasi Pembayaran Retribusi Jasa Layanan Kebersihan Non Tunai.
Dibaca : 221 Kali
Bupati Iskandarsyah Sebut Inflasi Karimun Terentah Di Kepri
Dibaca : 336 Kali

  • Home
  • Opini

Pancasila, Perempuan, dan Tugas Yang Diembannya

Redaksi

Senin, 01 Juni 2020 12:04:37 WIB
Cetak

Oleh: Selviani (Dosen STAI Auliaurrasyidin Tembilahan sekaligus Penggiat Literasi dan Seni Inhil)

Indragirione.com,- Perempuan Indonesia adalah perempuan yang merdeka. Dalam bersuara dan menyampaikan pendapat, dalam memilih pekerjaan dan mengambil keputusan. Begitu juga memilih keimanannya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Serta berperan aktif, mandiri, tegas, jujur, dan bijaksana menyelesaikan masalah.

Pancasila sebagai ideologi suatu bangsa merupakan pedoman untuk warganegaranya, terutama kaum perempuan. Lalu apa relevansinya pancasila, perempuan, dan tugas yang diembannya? Pada esai ini penulis akan menjabarkan berdasarkan kacamata seorang perempuan.

Dalam menginternalisasikan pancasila, kaum perempuan memiliki peran yang sangat penting, karena dari tangan perempuanlah kelak akan muncul mujahid-mujahidah pancasila. Untuk itu perlulah upaya-upaya yang harus dilakukan kaum perempuan di antaranya berperan menjadikan pancasila sebagai dasar pendidikan.

Pada ruang lingkup keluarga perempuan mempunyai pengaruh yang besar dalam mendidik anggota keluarganya mengenai nilai-nilai pancasila. Baik ibu terhadap anak-anaknya atau seorang kakak terhadap adik-adiknya. Diharapkan dengan adanya pendidikan dasar tersebut dapat membentuk generasi yang memiliki akhlakul karimah yang berlandaskan nilai-nilai religius. Itu bisa dilihat dari sejauh mana peran perempuan menjadi agent of protection dalam mengawasi sikap dan pola pikir yang mencerminkan nilai-nilai pancasila.

Selain menjadi seorang Ibu nantinya, perempuan juga bebas untuk memilih pekerjaan. Saat ini saya adalah seorang pendidik yang memiliki kewajiban untuk memberikan penanaman nilai-nilai pancasila kepada siswa. Di mana peran guru juga tidak kalah penting dalam membentuk martabat dan membangun peradaban bangsa. Oleh karena itu, perempuan dituntut untuk cerdas dan kreatif dalam mengajarkan dan memberi pemahaman  nilai-nilai kebangsaan kepada siswanya.

Walaupun Saya yang berlatar guru ekonomi, menurut saya penanaman nilai-nilai pancasila tidak hanya menjadi tanggung jawab guru Civic Education saja, melainkan tugas seluruh guru yang harus bisa menyisipkan nilai-nilai pancasila dalam proses pembelajaran. Semua itu yang sedang saya lakukan di kelas. Berharap agar setiap peserta didik menjadi warga Negara yang cerdas dan baik. Cerdas secara spiritual, sosialis, dan intelektual. Sedangkan baik dalam sikap, jujur, mandiri, bertanggung jawab, toleran, dan demokratis.

Saya menyadari guru sebagai abdi negara memiliki peran sebagai pelestari ideologi bangsa yaitu pancasila. Melihat fenomena generasi milenial sekarang, akibat perkembangan tekhnologi seakan pancasila maknanya menjadi krisis. Tidak mampu mendekatkan dan menyatukan anak bangsa. Sering menciptakan jarak sehingga tidak komunikatif yang membuat rusaknya hubungan interpersonal. Disini lah peran guru sebagai pelestari pancasila.

Guru sebagai pelestari pancasila dapat dilakukan melalui sikap, perkataan, dan perbuatan yang mencerminkan nilai-nilai pancasila. Perihal sikap terpuji tersebut dilakukan mulai dari lingkungan kecil seperti keluarga, kelas, sekolah, kampus, dan masyarakat. Maka dari itu, guru memiliki peran yang strategis untuk mensosialisasikan pancasila sebagai salah satu pilar. Lalu peran guru seperti dalam mensosialisasikan pancasila?.

Melalui Hidden Curiculum, berikut yang bisa diterapkan Guru dalam menanamkan nilai-nilai pancasila kepada siswanya:
Sila ke-1: Ketuhanan yang Maha Esa
Guru itu digugu dan ditiru. Guru harus bisa memberi contoh yang baik kepada siswanya. Sesuai dengan sila pertama ini, berkaitan dengan aspek religius. Di mana guru harus bisa memberikan contoh sebagai sosok yang religius yang menjadi contoh dan bisa mengajak siswanya untuk taat beribadah kepada Tuhan, guru dapat mengimplementasikan nilai-nilai ketuhanan dalam bentuk mengajak siswa berdoa sebelum dan sesudah proses belajar mengajar.

Sila ke-2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Hakikat dari pendidikan adalah memanusiakan manusia. Oleh karena itu, guru harus bisa memperlakukan setiap siswa secara manusiawi. Tidak membedakan siswa yang satu dan yang lainnya. Mengajarkan siswa hidup dengan memiliki adab yang tinggi dan peduli dengan orang lain.

Sila ke-3: Persatuan Indonesia
Nilai gotong royong semakin terkikis semakin majunya perkembangan zaman. Munculnya sifat-sifat individualism karena maraknya gadget. Ini adalah PR guru sekarang untuk memunculkan lagi semangat gotong royong. Seperti ketika ada siswa yang mengalami musibah, guru bisa mengajak siswa untuk saling menolong, baik dalam bentuk moril maupun materil. Kemudian hal kecil seperti piket di kelas juga merupakan bentuk kerjasama dan semangat gotong royong yang harus selalu menjadi budaya sekolah.

Sila ke-4: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawarahan Perwakilan.

Mengajarkan siswa untuk belajar berpendapat, menghargai pendapat orang lain, tidak memotong pembicaraan orang lain. Dan setiap mengambil keputusan selalu mengedepankan sikap demokratis melalui kesepakatan terbanyak (voting).

Sila ke-5: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Sila ini bisa diimplementasikan dengan sikap non diskriminatif terhadap siswa. Guru sebaiknya selalu memberikan reward dan punishment kepada siswa sesuai apa yang telah dilakukan.

Memperjuangkan sila-sila dan butir-butir pancasila memang tidak mudah, butuh waktu dan saling mengingatkan satu sama lain. Namun, kita sepakat pancasila adalah bentuk terbaik dasar bernegara. Agar pancasila bisa kembali menggelora lagi maka kita sebagai warga Negara Indonesia dan kaum perempuan yang peduli terhadap pancasila, mari kembalikan semangat pancasila lagi! Baik di dalam keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat. 




Berita Lainnya

  • +

Peranan Keluarga dalam Pendidikan Anak di Masa New Normal

Ketua Gemasaba Riau Ajak Kaum Milenial Kenang Jasa Para Pahlawan

PR Untuk Pemimpin Inhil, Akankah Dapat Mewujudkan Harapan Besar Masyarakat?

Kades se-Inhil Studi Banding ke Lombok, HMI : Dinilai Tidak Tepat

Milenial Dan Perannya Dalam Pemberantasan Korupsi di Kehidupan Bermasyarakat

Khairul: Pengaruh Hasil Pilkades 2021 Berdampak Arah Politik Pilkada Inhil ke Depan

Bangkit dan teruskan perjuangan para pahlawan

Filsafat Hukum Islam Dan Ushul Fiqh Sebuah Interpretasi Terhadap Ayat Ayat Allah

Pada Akhirnya Semua Akan Urbanisasi ke Kota

Masyarakat Inhil Perlu Perhatikan Hal Ini Berkenan dengan Bahaya Kebakaran

Muridi Susandi Menyayangkan Tindakan Berlebihan Oknum Anggota Bea Cukai

Guru Agama bagi ABK







Tulis Komentar



Terkini

  • +Indeks
Sidang Narkotika, Sindi dan Mantan Polisi Divonis Berbeda
19 Mei 2026
Gagal Tunjukkan Dokumen, PT Agrinas Tuding Kades Lubuk Besar Bela Cukong: Itu Pengalihan Isu!
19 Mei 2026
Polsek Tembilahan Hulu Update Pertumbuhan Jagung Dukung Program Asta Cita Ketahanan Pangan
19 Mei 2026
Prapid Parlindungan Hutabarat Ditolak, Hakim Nyatakan Penetapan Tersangka Sesuai Prosedur
19 Mei 2026
Danramil Plandaan Dampingi Kapolres Jombang Panen Raya Jagung di Desa Plandaan
19 Mei 2026
Sertu Choiri Syaifudin Lakukan Komsos dengan Petani Kangkung
19 Mei 2026
Babinsa Koramil Megaluh Selesaikan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni
19 Mei 2026
Serda Sumanto Komsos dengan Perangkat Desa Alang-Alang Caruban
19 Mei 2026
Wujud Kemanunggalan TNI-Rakyat, Serka Soli Gelar Karya Bakti Pasang Paving Block
19 Mei 2026
Serka Khoirul Anam Dampingi Pemakaman Warga Desa Sentul
19 Mei 2026

Trending

  • +Indeks
Modal Nekat Kangkangi Berita Acara DPRD, PT Agrinas & KSO Terobos Kebun Masyarakat Berujung Diusir Massa!
Dibaca : 242 Kali
GEMARI Desak Agrinas Evaluasi Pemenang KSO di Kebun sawit Putat Diduga Picu Kegaduhan di Tengah Masyarakat Desa Putat
Dibaca : 535 Kali
Dinas Pertanian Inhil Imbau Petani Tidak Mudah Terpengaruh Isu Saat Harga Kelapa Turun
Dibaca : 419 Kali
Permohonan Ditolak, Gugatan Praperadilan Warga Selatpanjang Kandas
Dibaca : 265 Kali
Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Gelombang 3 di Batang Tuaka Capai 20 Persen
Dibaca : 446 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
IndragiriOne.com ©2019 | All Rights Reserved By Delapan Media