• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Karimun
    • Karimun
  • Lifestyle
  • Fokus Inhil
  • Peristiwa
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Desa
  • More
    • Mitra TNI
    • Mitra Polri
    • Advertorial
    • Nasional
    • Dunia
    • Opini
    • Sosbud
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks

Pilihan

  • +
Kantor Imigrasi Karimun, Gelar Sosialisasi TPPO Ke Masyarakat Desa Pangke.
Dibaca : 197 Kali
Imigrasi Karimun Gelar Sosialisasi Pencegahan TPPO Ke Masyarakat Desa Pangke.
Dibaca : 209 Kali
Antisipasi Kerawanan Kamtibmas Samapta Polres Karimun Gelar Patroli Perintis Presisi
Dibaca : 164 Kali
DLH Karimun Gelar Sosialisasi Pembayaran Retribusi Jasa Layanan Kebersihan Non Tunai.
Dibaca : 221 Kali
Bupati Iskandarsyah Sebut Inflasi Karimun Terentah Di Kepri
Dibaca : 335 Kali

  • Home
  • Ekonomi

Badrun Pengusaha Nata De Coco Asal Inhil Mampu Raup 23 Juta Perbulan

Indragirione.com

Ahad, 09 Juli 2023 17:08:29 WIB
Cetak
Foto Badrun saat menerima Kunjungan pemerintah

INHIL,– Badrun, pengrajin Nata De Coco asal Tembilahan Kota, Kecamatan Tembihalan, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, berkat keuletan dan ketekunannya sukses dari hasil olahan air kelapa menjadi Nata De Coco. Setiap bulannya Badrun bisa mengantongi laba bersih tidak kurang dari Rp.26 Juta.

Badrun menceritakan kisah suksesnya dalam mengembangkan produk turunan kelapa.

“Usaha pengolahan dan hilirisasi air kelapa ini dimulai sejak 20 Desember 2004 dan diberi brand SALJU (Selalu Jujur). Saat ini banyak produk sejenis yang bermunculan dipasaran, tetapi untuk dipasaran lokal Nata Decoco Salju tetap bisa bertahan dan mempunyai bangsa pasar tersendiri khususnya di pasar-pasar tradisional di Tembilahan dan di kios-kios pedagang makanan dan minuman maupun kelontong sekitar," ujarnya.

Mengingat permintaan yang masih cukup tinggi baik di pasar lokal maupun luar daerah, serta ketersediaan bahan baku yang melimpah.

"Saya sedang memulai penambahan kapasitas produksi hingga mencapai 100 ton per bulan. Selain itu untuk mendongkrak omset penjualan, saya juga memasarkan nata decoco siap saji di agen-agen penjualan online dengan brand Salju Coco Mandiri,” terang Badrun pemilik usaha Nata Decoco Salju saat menerima Kunjungan dari Tim Percepatan Hilirisasi Kelapa Bappenas yang didampingi oleh Tim Teknis Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian dan Tim Teknis Direktorat IKM Kementerian Perdagangan beberapa waktu lalu.

Badrun menambahkan, kondisi bahan baku kelapa yang melimpah tentunya membuka peluang sangat besar bagi usaha hilirisasi kelapa khususnya Nata Decoco.

Setiap hari tidak kurang dari 2 ton air kelapa dikumpulkan dan ditampung dari para petani atau pedagang kelapa parut dipasar, kemudian diolah menjadi sekitar 1,5 ton Nata Decoco. Selain itu, omset dari usaha ini ditopang juga dengan hasil penjualan dari Nata Decoco curah (atau tanpa merek) untuk memenuhi pesanan para produsen Nata Decoco dari berbagai daerah, seperti medan, lampung, Jawa Tengah dan lainnya. Nata Decoco curah hasil produksinya di jual dengan 2 macam harga sesuai ukuran Nata Decoco yang dihasilkan.

Untuk harga, lebih lanjut Badrun menjelaskan, ukuran kotak-kotak besar dijual dengan harga Rp. 1.800 perkilo sedangkan untuk kecil-kecil dijual dengan harga Rp. 2.800 perkilo.

Berbeda dengan produk Nata Decoco Salju yang sudah siap minum (konsumsi) dengan kemasan gelas 250 mili, dikemas dalam kardus berisi 48 gelas dijual dengan harga Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per kardus. Jumlah pekerja yang terlibat dalam usaha ini sekitar 15 orang.

“Permintaan Nata Decoco paling tinggi biasanya terjadi pada bulan Ramadan sampai pelaksanaan hari raya Idul Fitrinya, serta pada hari-hari besar lainnya. Permintaan kian meningkat, untuk memenuhi permintaan pasar ke luar kota membutuhkan sarana dan prasarana yang mendukung agar kapasitas produksi dapat tercukupi,” jelasnya.

Berdasarkan data statistik perkebunan kelapa (BPS) 2021 diketahui bahwa, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, memiliki lahan kelapa dalam yang menghasilkan (TM) seluas 226.037 ha, dengan jumlah produksi sebanyak 263.732 ton kopra atau setara dengan lebih kurang 1,5 milyar butir kelapa per tahun. Jika volume air kelapa dalam yang sudah masak fisiologis sekitar 300 ml/butir, maka akan dihasilkan sebanyak 473,4 juta liter per tahunnya.

Dari data tersebut dapat dikatakan bahan baku kelapa terbukti sangat melimpah, karena kompetitor utama hanyalah kelapa segar, sedangkan hasil pengamatan di wilayah Sumatera khususnya di Kabupaten Inhil masih jarang orang berjualan kelapa segar, dan hampir semua petani di lahan kebun atau pekarangan memiliki tanaman kelapa. Ini potensi usaha bisnis yang cukup besar.

Kementerian Pertanian melalui Ditjen Perkebunan tentu selalu berupaya untuk membina, mendorong dan mendukung pelaku usaha perkebunan agar terus mengembangkan dan meningkatkan inovasi produk turunannya agar semakin kreatif, inovatif, bernilai tambah dan berdaya saing serta memiliki akses pasar global yang luas.

Direktur Jenderal Perkebunan Andi Nur Alamsyah menyampaikan, bahwa sesuai tupoksinya Kementerian Pertanian khususnya Ditjen Perkebunan setiap tahun mengalokasikan tidak kurang dari 500 ha peremajaan kelapa dalam di Kabupaten Indragiri Hilir Riau untuk menggantikan tanaman tua rusak/tidak produktif, agar ketersediaan bahan baku untuk hilirisasi kelapa di wilayah ini terus melimpah dan bahkan bisa mensuplay ke wilayah lain.

Hal ini diperkuat Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan, Heru Tri Widarto mengatakan, Ditjenbun mendukung sepenuhnya upaya Bappenas mendorong upaya percepatan kegiatan hilirisasi kelapa di beberapa wilayah sentra produksi sesuai amanah Presiden RI, termasuk di Kabupaten Indragiri Hilir Riau.

Heru menambahkan, tahun 2023 ini melalui APBN Ditjen Perkebunan mengalokasikan kegiatan perluasan sebesar 100 ha, dan peremajaan seluas 1.100 ha dengan paket bantuan Benih Unggul sebanyak total 121.000 batang serta saprodi pendukung lainnya. Hal ini tentunya menjadi langkah nyata Ditjen Perkebunan dalam mewujudkan Corporate Identitynya yaitu Fokus, Responsif dan Kolaboratif yang di Launching Menteri Pertanian tahun lalu di Bogor.

“Sekilas manisnya Bisnis Nata Decoco di Wilayah Hamparan Kelapa Dunia Kabupaten Indragiri Hilir ini, mudah-mudahan dapat menginspirasi generasi muda untuk terus mengembangkan komoditas perkebunan termasuk mengolah atau menghasilkan produk turunan yang lebih kreatif inovatif bernilai tambah dan berdaya saing, serta memanfaatkan peluang besar ini menjadi lahan usaha produktif yang tentunya selain dapat meningkatkan kesejahteraan petani kelapa di sekitar lokasi, juga secara tidak langsung akan membantu peningkatan pertumbuhan ekonomi di daerah,” harapnya.*




Berita Lainnya

  • +

SPBU Kini Dilarang Layani Pedagang dengan Rekom Desa, Pengelola Khawatir BBM Langka

Potensi Alami Madu Lebah Kelulut di Selensen yang Menjanjikan

Gaji pekerja J&T Tembilahan Diduga Tidak Sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK

Kadin Inhil : Masyarakat dan Pelaku Usaha berharap secepatnya PT. KIG dan Pelabuhan Parit 21 beroperasi

Harga Jual Kelapa Semakin Ancur , HMI Tembilahan Minta Bupati HM Wardan Evaluasi Kinerja BUMD PT KIG

Unisi Luncurkan Toko Online, Wadah UMKM di Tembilahan

Anak Bos Surya Dumai Ini Jadi Orang Kaya Termuda di Indonesia

Tahun 2021, BUMDESA Lancang Kuning Catat Laba Bersih Rp135.630.049

Pinang 600 Perak Perkilo, Petani Inhil: Tahun Neraka

Harga Cabai Merah di Inhil Melambung Tinggi

Data Terbaru Pinhome: Insentif Pajak Dongkrak Pembelian Properti, Kenaikan Suku Bunga Geser Tren KPR

Digagas Putra Asli Inhil, WINjek Jasa Transportasi Online







Tulis Komentar



Terkini

  • +Indeks
Sidang Narkotika, Sindi dan Mantan Polisi Divonis Berbeda
19 Mei 2026
Gagal Tunjukkan Dokumen, PT Agrinas Tuding Kades Lubuk Besar Bela Cukong: Itu Pengalihan Isu!
19 Mei 2026
Polsek Tembilahan Hulu Update Pertumbuhan Jagung Dukung Program Asta Cita Ketahanan Pangan
19 Mei 2026
Prapid Parlindungan Hutabarat Ditolak, Hakim Nyatakan Penetapan Tersangka Sesuai Prosedur
19 Mei 2026
Danramil Plandaan Dampingi Kapolres Jombang Panen Raya Jagung di Desa Plandaan
19 Mei 2026
Sertu Choiri Syaifudin Lakukan Komsos dengan Petani Kangkung
19 Mei 2026
Babinsa Koramil Megaluh Selesaikan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni
19 Mei 2026
Serda Sumanto Komsos dengan Perangkat Desa Alang-Alang Caruban
19 Mei 2026
Wujud Kemanunggalan TNI-Rakyat, Serka Soli Gelar Karya Bakti Pasang Paving Block
19 Mei 2026
Serka Khoirul Anam Dampingi Pemakaman Warga Desa Sentul
19 Mei 2026

Trending

  • +Indeks
Modal Nekat Kangkangi Berita Acara DPRD, PT Agrinas & KSO Terobos Kebun Masyarakat Berujung Diusir Massa!
Dibaca : 240 Kali
GEMARI Desak Agrinas Evaluasi Pemenang KSO di Kebun sawit Putat Diduga Picu Kegaduhan di Tengah Masyarakat Desa Putat
Dibaca : 534 Kali
Dinas Pertanian Inhil Imbau Petani Tidak Mudah Terpengaruh Isu Saat Harga Kelapa Turun
Dibaca : 417 Kali
Permohonan Ditolak, Gugatan Praperadilan Warga Selatpanjang Kandas
Dibaca : 264 Kali
Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Gelombang 3 di Batang Tuaka Capai 20 Persen
Dibaca : 446 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
IndragiriOne.com ©2019 | All Rights Reserved By Delapan Media