Pilihan
Kades Petalongan Tutup Akses Jalan Umum Larang Angkutan PT Indrawan Perkasa Lewat, Ada Apa?
Inhil,- Kepala Desa Petalongan, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau melakukan penutupan akses jalan umum yang dilewati armada angkutan milik PT Indrawan Perkasa.
Penutupan tersebut berasal dari surat yang ditandatangani oleh Kepala Desa Petalongan, Ahmad Fauzi yang berisi : "Menindak lanjuti aduan masyarakat Dusun Suka Tani dan Dusun Air Bening pada hari Senin tanggal 15 September 2025 tentang tambal sulam jalan poros kedua dusun tersebut, bahwasannya PT Indrawan Perkasa belum membayarkan uang untuk penimbunan atau tambal sulam jalan poros tersebut. Maka dari itu atas aduan masyarakat tersebut langsung diadakan musyawarah oleh tokoh- tokoh masyarakat desa petalongan dengan hasil keputusan:
Apabila sampai tanggal 20 September 2025 uang itu tidak dibayarkan maka masyarakat akan menutup jalan atau tidak memperbolehkan semua armada angkutan TBS milik PT Indrawan Perkasa melewati jalan poros Dusun Suka Tani dan Dusun Air Bening Desa Petalongan", bunyi isi surat tersebut.
Sementara pihak perusahaan mengatakan, Kepala Desa Petalongan telah menyalahgunakan jabatannya dengan mengeluarkan surat yang berisi pengancaman dan penyetopan jalan.
"Salah satu korban ialah PT Indrawan Perkasa yang saat ini stop operasional karena akses jalan di tutup oleh preman suruhan Kades Petalongan," ungkap Agi Anggara, selaku Legal PT Indrawan Perkasa.
Agi menuturkan, dimana diketahui kop surat resmi seyogyanya di pergunakn untuk hal baik, bukan malah memperkeruh keadaan.
"Mereka nemaksa perusahaan untuk membayar dana tunai, sementara perusahaan sudah memberikan material batu bes," terang Agi.
Sementara itu, Kapolsek Keritang AKP Ramli Samosir saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa permasalahan yang terjadi di Desa Petalongan antara PT Indrawan Perkasa dan masyarakat disebabkan karena adanya kesepakatan yang dibuat oleh beberapa pihak terdahulu.
"Ada kesepatan beberapa pihak di Desa Petalongan termasuk PT Indrawan Perkasa dan Pemerintah Desa terdahulu terkait jalan yang saat ini menjadi masalah, dan saat ini kami berusaha melakukan mediasi antar pihak perusahaan dan masyarakat," imbuhnya.













Tulis Komentar