INDRAGIRIONE.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak lesu pada perdagangan Kamis (24/9) dengan peluang koreksi jangka pendek ke area 6.208-6.258. Proyeksi ini muncul setelah IHSG ditutup menguat 1,56 persen ke level 6.374 pada Rabu (23/9) sore. Sejumlah analis menyiapkan strategi berbeda menghadapi fase penentuan arah indeks.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai posisi IHSG saat ini berada pada bagian wave a dari wave (x), sehingga berpotensi menguji area 6.208-6.258 sebelum melanjutkan penguatan. Setelah koreksi tersebut, area penguatan terdekat diproyeksikan berada di 6.387-6.418.
Dalam riset hariannya, Herditya memperkirakan IHSG bergerak di rentang support 6.267 dan 6.108, dengan resistance di 6.440 dan 6.535. Ia merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati, yakni CUAN, EMAS, INDY, dan VKTR.
IHSG Masih dalam Fase Penentuan Arah
Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova melihat indeks saham masih berada dalam fase penentuan arah setelah berhasil ditutup di atas level support 6.290. Peluang false break terbuka jika indeks mampu kembali menguat, meski risiko pelemahan lanjutan tetap ada.
"Konfirmasi false break akan semakin terbuka jika IHSG mampu naik di atas 6.423. Namun, risiko melanjutkan tren turun menuju support berikutnya di 6.159 masih tetap terbuka," ujar Ivan.
Ivan memprediksi IHSG bergerak di level support 6.159, 6.015, dan 5.850, dengan resistance 6.423, 6.552, dan 6.712. Ia merekomendasikan saham ANTM, BBCA, BBNI, dan UNVR.
Rekap Perdagangan Rabu: 448 Saham Menguat
Pada penutupan Rabu (23/9), IHSG ditutup di level 6.374, menguat 97,86 poin atau naik 1,56 persen dari perdagangan sebelumnya. Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp12,89 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 36,79 miliar saham.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, 448 saham menguat, 186 saham terkoreksi, dan 159 saham stagnan. Data tersebut menunjukkan sentimen pasar yang masih positif meski analis memproyeksikan koreksi teknikal jangka pendek.
Dua Skenario yang Perlu Dicermati Investor
Perbedaan pandangan kedua analis menunjukkan IHSG berada di titik krusial. Herditya melihat koreksi ke 6.208-6.258 sebagai bagian dari pola wave sebelum penguatan lanjutan, sementara Ivan menekankan level 6.423 sebagai kunci konfirmasi false break.
Bagi investor jangka pendek, rentang support-resistance yang sempit ini membuka peluang trading dengan risiko terukur. Saham-saham yang direkomendasikan kedua sekuritas mencakup sektor energi, perbankan, dan consumer goods, yang bisa menjadi acuan diversifikasi portofolio.
Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.