Pencarian

Pemkab Inhil Normalisasi Parit 600 Meter untuk Cegah Karhutla

Senin, 07 September 2026 • 14:12:37 WIB
Pemkab Inhil Normalisasi Parit 600 Meter untuk Cegah Karhutla
Normalisasi parit 600 meter, langkah Inhil perkuat akses air cegah karhutla.

Ringkasan AI

  • Pemkab Inhil normalisasi parit 600 meter di Kelurahan Sungai Beringin, Tembilahan.

  • Pengerjaan menggunakan excavator untuk membuka akses sumber air bagi tim pemadam karhutla.

  • Plh Bupati Yuliantini meninjau langsung progres pengerjaan pada Minggu (6/9/2026).

  • Yuliantini mengapresiasi tim gabungan dan donatur, serta mengingatkan larangan membakar lahan.

  • Pencegahan karhutla dinilai penting karena dampaknya pada lingkungan, kesehatan, dan ekonomi.

*Ringkasan ini dibuat dengan bantuan AI

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menormalisasi parit sepanjang sekitar 600 meter di Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan. Pengerjaan ini menggunakan alat berat excavator untuk membuka akses sumber air yang dapat dimanfaatkan tim saat memadamkan karhutla.

Peninjauan langsung dilakukan oleh Pelaksana Harian (Plh) Bupati Inhil, Yuliantini, pada Minggu (6/9/2026). Peninjauan bertujuan memastikan pengerjaan sumber air berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.

"Alhamdulillah, sesuai dengan planning kita kemarin untuk mencari sumber air dalam penanganan karhutla, hari ini sudah ada excavator. Kita lakukan dengan membuat atau menormalisasi parit kurang lebih 600 meter," ujar Yuliantini saat meninjau lokasi.

Menurut Yuliantini, ketersediaan sumber air menjadi faktor penting dalam mendukung respons cepat petugas ketika terjadi kebakaran lahan. Normalisasi parit diharapkan memberikan akses yang lebih mudah bagi tim untuk memperoleh air di lokasi rawan karhutla.

"Mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini memberikan hasil yang baik. Dan tentunya kita juga berharap Allah menurunkan hujan," katanya.

Dalam kesempatan itu, Yuliantini juga mengecek kondisi serta kesiapan personel yang masih bekerja di lapangan. Ia mengapresiasi kerja bersama TNI, Polri, BPBD, Damkar, Satpol PP, relawan, tenaga kesehatan, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta unsur lainnya yang terus melakukan penanganan.

"Terima kasih kepada seluruh tim yang sampai hari ini masih terus bekerja dan berjuang menangani karhutla. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan bersama ini memberikan hasil yang terbaik untuk masyarakat," ungkapnya.

Yuliantini juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang mendukung upaya penanganan karhutla. Menurutnya, dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memperkuat penanganan di tengah kondisi kemarau.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar. Yuliantini menegaskan pencegahan harus menjadi bagian utama dalam menghadapi ancaman karhutla karena dampaknya menyentuh lingkungan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi.

"Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Kebakaran lahan ini merugikan kita semua. Lingkungan terdampak, kesehatan terdampak, ekonomi juga terdampak," tegasnya.

Pemkab Inhil berharap sinergi antara pemerintah, aparat, relawan, masyarakat, dan seluruh pihak terkait dapat terus diperkuat, terutama dalam mencegah munculnya titik api baru selama kondisi kemarau.

Follow www.indragirione.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks