Kegiatan yang berlangsung di Aula Lancang Kuning Gedung A Kantor Perwakilan BI Provinsi Riau ini mengusung tema “Riau Tumbuh Solid dan Digitalisasi Terakselerasi”. Forum turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Riau Dr. H. Syahrial Abdi, A.P., M.Si., yang mewakili Plt. Gubernur Riau, Koordinator BI Wilayah Sumatera, seluruh kepala daerah se-Provinsi Riau, para ekonom, pengusaha dan pemangku kepentingan lainnya.
Dalam arahannya, Syahrial Abdi mendorong penguatan investasi dan hilirisasi sektor unggulan untuk meningkatkan nilai tambah dan memperkuat pertumbuhan ekonomi Riau. Ia juga mengapresiasi pelaku usaha yang berkontribusi terhadap realisasi investasi di daerah.
“Kami menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada perusahaan penerima Investment Award atas realisasi hilirisasi terbesar pada semester pertama. Ini bukti nyata komitmen dunia usaha dalam membangun Riau dengan memanfaatkan kekuatan lokal,” ujar Syahrial Abdi.
Syahrial Abdi menyampaikan, sektor perkebunan dan pertambangan menjadi kekuatan utama ekonomi Riau. Riau menyumbang sekitar 20 persen luas lahan sawit Indonesia dan menghasilkan sekitar 23 persen CPO nasional. Sementara Kabupaten Indragiri Hilir memiliki kawasan perkebunan kelapa mencapai sekitar 440.000 hektare.
Untuk menjaga produktivitas, Pemprov Riau memberikan perhatian terhadap sekitar 79.000 hektare lahan kelapa yang tua, rusak, berusia di atas 50 tahun serta terdampak intrusi air laut. Usulan peremajaan atau replanting seluas 43.000 hektare yang sebelumnya mencakup Inhil, Inhu dan Pelalawan kini diperluas hingga seluruh 10 kabupaten/kota di Riau.
Yuliantini mengatakan, kebijakan tersebut sejalan dengan potensi Kabupaten Inhil, khususnya dalam pengembangan hilirisasi komoditas kelapa.
“Forum ini menjadi momentum yang baik untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi Kabupaten Inhil yang memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan dan dioptimalkan, terutama untuk hilirisasi di bidang perkelapaan sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Yuliantini.
Ia berharap berbagai gagasan dan peluang kerja sama yang dibahas dalam forum dapat ditindaklanjuti melalui program nyata, sehingga mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif, membuka lapangan pekerjaan dan memperkuat daya saing ekonomi Kabupaten Indragiri Hilir.