INDRAGIRIONE.COM — Renault memasarkan Kwid sebagai compact crossover perkotaan di India dengan harga mulai 4,53 lakh rupee, atau sekitar 4.700 dolar AS. Setara dengan Rp 80 jutaan, banderol itu berada di kisaran harga motor matik besar di Indonesia.
Meski mungil dan murah, Kwid tidak mengorbankan efisiensi bahan bakar. Pabrikan Prancis itu mengeklaim varian terhematnya mampu menempuh 25,2 kilometer untuk setiap liter bensin dalam kondisi berkendara gabungan.
Mesin 799cc Tiga Silinder: Sederhana, tapi Sangat Irit
Kunci keiritan Kwid ada pada jantung mekanisnya yang ringkas. Varian paling hemat dibekali mesin berkode 0.8 SCe, satu unit tiga silinder segaris naturally aspirated dengan kapasitas 799 cc.
Tenaganya sederhana—hanya 54 hp dengan torsi puncak 72 Nm. Tenaga tersebut disalurkan ke roda depan lewat transmisi manual 5 percepatan.
Bobot kendaraan yang ringan turut menekan konsumsi bensin. Hasilnya, Kwid versi 0.8 liter ini menjadi salah satu mobil termurah di India yang tetap menawarkan efisiensi di atas 25 km/liter.
Fitur Keselamatan Standar: ESP hingga ABS di Mobil Murah
Harga murah tak lantas membuat Renault memangkas habis aspek keselamatan. Kwid versi terbaru disebut mengusung 17 fitur keselamatan standar.
Di dalamnya sudah termasuk Electronic Stability Program (ESP) yang menjaga mobil tetap stabil saat bermanuver di tikungan, serta Traction Control System untuk mencegah roda selip saat berakselerasi di permukaan licin. Pengereman darurat juga ditopang ABS dan EBD agar laju kendaraan tetap terkendali.
Varian 1.0 Liter yang Lebih Modern di Brasil, Harganya Bisa 3 Kali Lipat
Selain mesin 0.8 liter, Kwid juga dijual dengan pilihan mesin 1.0 liter yang lebih bertenaga. Untuk pasar Amerika Selatan, khususnya Brasil, varian ini baru saja menerima pembaruan besar-besaran.
Versi Brasil tampil dengan bumper depan lebih kekar, layar sentuh 10,1 inci, dan panel instrumen digital 7 inci. Pembaruan itu membuat kabinnya jauh lebih modern ketimbang Kwid standar di India.
Yang menarik, harga Kwid di Brasil melonjak drastis. Tipe terendahnya dibanderol mulai 82.790 real Brasil, sekitar 16.000 dolar AS atau Rp 250 jutaan.
Angka itu lebih dari tiga kali lipat harga versi India. Perbedaan mencolok ini terjadi karena lokasi produksi dan kebijakan pajak lokal yang berbeda.
Kwid untuk pasar India diproduksi di pabrik Chennai, menekan biaya produksi secara signifikan. Sementara versi Brasil dirakit di Ayrton Senna Complex, dengan beban pajak kendaraan yang jauh lebih tinggi di Amerika Selatan. Margin keuntungan perusahaan yang berbeda ikut menentukan banderol akhirnya.
Kombinasi harga sangat terjangkau, konsumsi BBM irit, dan fitur keselamatan lengkap menjadikan Kwid pilihan fungsional untuk mobilitas perkotaan di pasar negara berkembang. Namun, skema harga globalnya menunjukkan bahwa biaya produksi dan pajak lokal punya pengaruh besar terhadap harga jual konsumen.