INDRAGIRIONE.COM — Harga emas spot ditutup di USD3.995,81 per troy ons pada Jumat (23/10/2026), turun 0,71% dan menembus level psikologis USD4.000 untuk pertama kalinya sejak pertengahan Juli. Secara mingguan, logam mulia ini ambles 4,07% — penurunan terdalam sejak Juni 2026. Sentimen analis pun mulai memburuk setelah koreksi tajam tersebut.
Level terendah harian emas sempat menyentuh USD3.975,65 per troy ons, mengutip Kitco News. Pergerakan tersebut menandai pekan kelam bagi logam mulia setelah sebelumnya bertahan di atas USD4.000 selama beberapa bulan.
Survei Emas Kitco News menunjukkan sentimen analis mulai memburuk setelah harga emas jatuh tajam di bawah USD4.000 per troy ons. Pasar kini mencermati arah proyeksi pekan ini, dengan ekspektasi pergerakan yang beragam.
Tekanan Jual Menembus Level Psikologis USD4.000
Penembusan level USD4.000 menjadi sinyal penting bagi pelaku pasar. Angka tersebut selama ini dipandang sebagai batas psikologis yang menahan laju koreksi emas.
Dalam sepekan, harga emas kehilangan 4,07% dari nilainya. Koreksi mingguan sebesar itu tercatat sebagai yang terdalam sejak Juni 2026, menandakan tekanan jual yang cukup kuat di pasar logam mulia global.
Sentimen Analis Mulai Berubah
Survei Emas Kitco News memperlihatkan pergeseran sikap di kalangan analis. Setelah harga menembus bawah USD4.000, pandangan mereka terhadap prospek emas jangka pendek tidak lagi sekuat sebelumnya.
Perubahan sentimen ini muncul di tengah proyeksi pekan ini yang diperkirakan bergerak beragam. Sebagian pelaku pasar masih menanti apakah emas mampu kembali ke atas USD4.000 atau justru melanjutkan pelemahan.
Apa Artinya bagi Investor Emas
Bagi investor yang memegang emas, penurunan mingguan 4,07% menjadi peringatan akan volatilitas yang meningkat. Level USD3.975,65 per troy ons kini menjadi titik acuan terdekat untuk mengukur kedalaman koreksi lanjutan.
Pergerakan harga emas pekan ini akan bergantung pada apakah tekanan jual berlanjut atau muncul aksi beli di level bawah. Pelaku pasar disarankan mencermati data dan sentimen global yang memengaruhi logam mulia.