INDRAGIRIONE.COM — Pemerintah menargetkan program Jaringan Gas Bumi Rumah Tangga untuk 1 juta sambungan rumah rampung pada 2028. Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman menyampaikan target itu saat meninjau kesiapan pengoperasian Jargas di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Progres fisik pembangunan di Gresik sendiri sudah mencapai 95,4 persen.
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman menegaskan tenggat program Jargas tidak akan mundur. "2028, 2028 selesai," kata Dudung mengutip keterangannya, Jumat (18/9).
Dudung menyebut jaringan gas rumah tangga ini akan mempermudah masyarakat, terutama saat kebutuhan mendadak pada malam hari ketika sulit memperoleh LPG tabung 3 kilogram. Harga gas melalui jaringan pipa juga dipastikan lebih murah dan berdampak langsung pada perekonomian masyarakat.
Harga Gas Jargas Rp 20 Ribu, Jauh di Bawah LPG Rp 70 Ribu
Dudung mencontohkan selisih harga yang signifikan antara gas pipa dan LPG tabung. "Otomatis kalau misalnya gas itu dengan harga yang tadi saya sebutkan Rp 70 ribu, terutama bagi perekonomian, UMKM, yang kemudian akhirnya cuma Rp 20 ribu, ini akan sangat membantu," ujar dia.
Dengan selisih itu, program Jargas diyakini akan membawa dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di daerah yang teraliri jaringan.
Perizinan Beres, Fokus Berpindah ke Pengoperasian
Dudung memastikan kendala perizinan yang selama ini menahan pengoperasian Jargas sudah terselesaikan. "Kendala perizinan selama ini yang menahan pengoperasian sudah terselesaikan," kata dia.
Dengan tuntasnya proses perizinan, Dudung meminta fokus kini berpindah ke tahap pengoperasian. Ia meminta Kementerian ESDM segera menetapkan badan usaha pengelola dan menerbitkan izin usaha niaga gas bumi.
SKK Migas diminta memastikan alokasi gas dan titik serah, sementara BPH Migas menyiapkan harga gas rumah tangga yang tetap lebih murah dibandingkan LPG tabung 3 kilogram. "Pembangunan jaringan gas akan terus berlanjut menuju sasaran 1 juta sambungan rumah," ucap dia.
14.586 Sambungan di Gresik-Sidoarjo Tekan Konsumsi LPG Subsidi
Dudung menyebut sekitar 80 persen kebutuhan LPG nasional masih dipenuhi melalui impor. Dengan tersedianya 14.586 sambungan rumah di Gresik dan Sidoarjo, konsumsi LPG 3 kilogram bersubsidi diperkirakan berkurang sekitar 36,6 ribu tabung per bulan.
Sejumlah prasyarat teknis juga sudah rampung. Persetujuan lingkungan hidup UKL-UPL telah terbit untuk kedua kabupaten, rekomendasi teknis ruas jalan Kabupaten Gresik telah dikeluarkan, dan rekomendasi teknis perlintasan sungai juga telah diteken.
Rapat Koordinasi Debottlenecking KSP Kawal Target 119.379 SR
Untuk mempercepat proses, operasi Jargas dilaksanakan lewat rangkaian rapat koordinasi debottlenecking oleh KSP guna melepas hambatan yang selama ini tertahan. Langkah itu ditempuh untuk memastikan target 119.379 sambungan rumah di 15 kabupaten dan kota pada tahap 2025-2026 tercapai.
Progres fisik pembangunan Jargas di Gresik telah mencapai 95,4 persen. Angka itu menjadi salah satu indikator kesiapan daerah menyambut pengoperasian penuh jaringan gas rumah tangga.