INDRAGIRIONE.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dengan peluang penguatan menuju rentang 5.456-5.564 pada perdagangan Senin (2/11/2026), setelah koreksi 0,80 persen ke level 5.057 di sesi sebelumnya. Analis MNC Sekuritas menilai tekanan jual yang meningkat belum mengubah struktur wave jangka panjang indeks. Rekomendasi beli pada pelemahan disematkan ke saham EXCL yang baru menguat 5,85 persen ke Rp1.720.
MNC Sekuritas menyebut IHSG masih berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [v] pada label hitam. Dengan posisi itu, indeks berpeluang menguat menuju 5.456-5.564 pada perdagangan hari ini.
Proyeksi tersebut tertuang dalam riset MNC Sekuritas yang dirilis Minggu (1/11/2026). Koreksi mingguan IHSG tercatat 7,03 persen pada timeframe weekly, memperpanjang tekanan jual yang sudah terlihat di sesi sebelumnya.
Dua Skenario MNC Sekuritas: Best Case dan Worst Case
Selain skenario penguatan, MNC Sekuritas membuka kemungkinan IHSG melanjutkan koreksi. Pada label merah atau worst case, indeks berpotensi turun lebih dalam menuju 4.763-4.845.
"Sebaliknya, worst case (label merah), IHSG berpotensi melanjutkan koreksi pada wave (v) dari wave [v] menuju 4.763-4.845," tulis analis MNC Sekuritas dalam riset tersebut.
Untuk level teknis, area support diprediksi berada di 5.012 dan 4.915. Sementara resistance berada di 5.328 dan 5.460.
EXCL Jadi Pilihan Utama, Volume Pembelian Meningkat
Dari empat saham yang masuk radar MNC Sekuritas, EXCL direkomendasikan dengan strategi buy on weakness. Saham ini menguat 5,85 persen ke Rp1.720, didukung munculnya volume pembelian.
Analis memperkirakan posisi EXCL sedang berada pada wave 5 dari wave (C). Posisi itu memberi ruang bagi investor untuk masuk pada saat harga melemah, bukan mengejar di harga tinggi.
Rekomendasi buy on weakness biasanya dipakai ketika analis melihat potensi kenaikan struktural, tetapi harga sedang terkoreksi jangka pendek. Strategi ini menuntut disiplin entry dan penetapan stop loss yang jelas.
Apa Artinya bagi Investor di Tengah Koreksi Mingguan 7,03 Persen
Koreksi 7,03 persen dalam sepekan menempatkan IHSG di zona yang secara historis menarik bagi investor jangka menengah. Namun rentang proyeksi MNC Sekuritas cukup lebar, dari 4.763 hingga 5.564, sehingga arah indeks masih bergantung pada apakah level support 5.012 bertahan.
Bagi pelaku pasar, dua level itu layak dipantau. Selama IHSG bertahan di atas 5.012, skenario penguatan ke 5.456-5.564 tetap terbuka. Sebaliknya, penembusan ke bawah 4.915 membuka jalan ke skenario worst case.
Riset MNC Sekuritas tidak menyebut target harga spesifik untuk EXCL. Rekomendasi buy on weakness pada saham telekomunikasi itu menyiratkan ekspektasi kenaikan setelah koreksi, bukan proyeksi level harga tertentu.
Perdagangan hari ini akan menjadi ujian pertama apakah tekanan jual yang meningkat di sesi sebelumnya benar-benar mereda, atau justru berlanjut ke wave (v) sesuai skenario worst case.