Pencarian

IHSG Berpeluang Rebound Jangka Pendek Usai Anjlok 3,49% ke 5.098

Jumat, 30 Oktober 2026 • 06:21:32 WIB
IHSG Berpeluang Rebound Jangka Pendek Usai Anjlok 3,49% ke 5.098
IHSG dibuka dengan peluang rebound jangka pendek setelah sebelumnya anjlok 3,49% ke level 5.098.

INDRAGIRIONE.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dengan peluang rebound pada perdagangan Jumat (30/10) setelah sehari sebelumnya ambles 184,25 poin atau 3,49% ke level 5.098. Dua analis teknikal menilai koreksi masih bisa berlanjut, tetapi tekanan jual yang tidak menembus area support kunci membuka ruang pantulan jangka pendek. Rekomendasi saham pun menyebar ke sektor perbankan, energi, dan telekomunikasi.

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai IHSG punya ruang rebound jangka pendek. Penutupan indeks di atas level Fibonacci retracement 50% disertai pola candle hammer menjadi dasar proyeksi tersebut. Meski begitu, ia mengingatkan koreksi belum sepenuhnya selesai.

"Pola koreksi IHSG masih dapat berkembang hingga 5.116 sebagai target retest ideal, kecuali indeks menguat signifikan menembus 5.418," ujar Herditya dalam riset hariannya.

Untuk perdagangan hari ini, Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 5.012 dan 4.915, dengan resistance di 5.328 dan 5.460. Empat saham yang ia rekomendasikan adalah BBNI, INDY, ISAT, dan PSAB.

Tekanan Jual Harus Berhenti di Atas 4.972

Pandangan senada datang dari Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova. Ia menilai IHSG masih berada dalam fase koreksi setelah menembus support Fibonacci 5.116, namun peluang rebound tetap terbuka selama tekanan jual tidak semakin dalam.

"Meski koreksi berlanjut di bawah 5.116, IHSG berpeluang rebound untuk melanjutkan wave iv ke atas selama tidak menembus 4.972," ujar Ivan.

Ivan memprediksi IHSG bergerak di level support 4.972, 4.895, dan 4.767, serta resistance 5.418, 5.561, 5.716, dan 5.936 hari ini. Saham pilihannya: ADRO, ANTM, ASII, BBRI, dan PGEO.

Beban Jual Menghantam 624 Saham

Pada penutupan Kamis (29/10), IHSG melemah 184,25 poin atau minus 3,49% ke 5.098. Nilai transaksi tercatat Rp11,23 triliun dengan volume 23,22 miliar saham diperdagangkan, mengutip RTI Infokom.

Breadth pasar negatif tajam. Sebanyak 624 saham terkoreksi, hanya 98 saham menguat, dan 70 saham stagnan. Dominasi tekanan jual selebar itu menjelaskan mengapa kedua analis menempatkan level support sebagai penentu arah indeks dalam beberapa sesi ke depan.

Level Kunci yang Menentukan Arah Indeks

Bagi pelaku pasar, dua angka menjadi acuan utama. Di sisi bawah, 4.972 adalah batas yang bila ditembus membatalkan skenario rebound dan memperpanjang koreksi. Di sisi atas, 5.418 menjadi ambang yang perlu dilewati agar indeks keluar dari pola koreksi.

Selama IHSG bertahan di antara kedua level tersebut, peluang pantulan teknikal tetap hidup. Namun perlu dicatat, rekomendasi saham dari kedua sekuritas bersifat jangka pendek dan bergantung pada pergerakan indeks harian.

Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Sumber: cnnindonesia.com

Follow www.indragirione.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks