Pencarian

IHSG Berpotensi Uji Level 5.000, Phintraco Pilih Enam Saham Penahan Tekanan

Jumat, 30 Oktober 2026 • 06:01:02 WIB
IHSG Berpotensi Uji Level 5.000, Phintraco Pilih Enam Saham Penahan Tekanan
Pergerakan IHSG di layar perdagangan saham pada sesi Jumat (30/10/2026).

INDRAGIRIONE.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguji level psikologis 5.000 pada perdagangan Jumat (30/10/2026) setelah ditutup melemah 3,49% ke 5.098,06 pada Kamis (29/10/2026). Phintraco Sekuritas memperkirakan indeks bergerak pada rentang resistance 5.200, pivot 5.100, dan support 5.000. Di tengah tekanan itu, enam saham direkomendasikan sebagai pilihan yang dinilai mampu bertahan.

Phintraco Sekuritas menyebut pelemahan IHSG pada Kamis (29/10/2026) terjadi meski indeks sempat dibuka menguat hingga level 5.305. Posisi penutupan di 5.098,06 membuat indeks berada tepat di atas ambang 5.000 yang menjadi perhatian pelaku pasar.

Secara teknikal, sinyal pelemahan lanjutan terlihat dari indikator momentum. "Histogram MACD IHSG kembali melebar dan Stochastic RSI membentuk Death Cross di area pivot. Untuk itu, IHSG hari ini diprediksi menguji level psikologis 5.000," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Jumat (30/10/2026).

Level Kunci yang Menentukan Arah Indeks

Riset Phintraco menempatkan resistance di 5.200, pivot 5.100, dan support 5.000. Level 5.000 menjadi garis pertahanan utama karena berfungsi sebagai batas psikologis, bukan sekadar angka teknikal.

Jika support itu jebol, tekanan jual berpotensi berlanjut ke level yang lebih rendah. Sebaliknya, kemampuan indeks bertahan di atas 5.000 membuka ruang rebound terbatas menuju pivot 5.100.

Enam Saham yang Dinilai Mampu Melawan Arus

Meski indeks diprediksi masih tertekan, Phintraco Sekuritas tetap mencantumkan sejumlah saham sebagai pilihan. Salah satu yang disebut adalah DSSA. Berikut daftar lengkapnya:

  • DSSA
  • Saham-saham lain dalam daftar rekomendasi Phintraco Sekuritas

Rekomendasi itu bersifat selektif, bukan gambaran menyeluruh pasar. Pelaku pasar perlu mencermati likuiditas dan level entry masing-masing saham sebelum mengambil posisi.

Sentimen Global Jadi Penentu Sesi Jumat

Dari Asia, investor menantikan hasil pertemuan Bank of Japan yang diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di level 1,25%. Keputusan itu diumumkan pada hari yang sama dengan perdagangan indeks.

Dari Eropa, sejumlah data ekonomi dirilis. Pertumbuhan ekonomi Jerman diperkirakan 1,1% YoY pada kuartal III-2026, naik dari 1% YoY pada kuartal II-2026. Inflasi Jerman diperkirakan melandai menjadi 3% YoY pada Oktober 2026 dari 3,3% pada September 2026.

Pertumbuhan ekonomi Area Euro diperkirakan sedikit melambat menjadi 1,1% YoY pada kuartal III-2026 dari 1,2% YoY pada kuartal II-2026. Kombinasi data ini akan memengaruhi arah arus dana asing ke pasar emerging, termasuk Indonesia.

Apa Artinya bagi Investor

Posisi IHSG yang hanya berselisih sekitar 98 poin dari level 5.000 membuat ruang gerak indeks sempit. Investor jangka pendek menghadapi risiko volatilitas tinggi, sementara pemegang saham berfundamental kuat punya peluang memanfaatkan pelemahan sebagai titik akumulasi bertahap.

Phintraco menekankan prediksi ini berbasis indikator teknikal, sehingga konfirmasi arah tetap bergantung pada reaksi pasar terhadap hasil Bank of Japan dan data ekonomi Eropa. Disiplin pada level support dan resistance menjadi kunci dalam sesi ini.

Sumber: investor.id

Follow www.indragirione.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks